Posts

Merayakan Setahun Mengganti Kebiasaan Makan (^0^)

Image
Bulan Oktober ini tepat setahun aku berkomitmen mengganti gaya hidup. Mengganti kebiasaan makan dan lebih rajin berolahraga. Aku memulainya setahun yang lalu. Tanpa ekspektasi apa-apa, hanya memutuskan saja. Sebenarnya sudah sejak lama ingin hidup lebih sehat, dan sudah banyak sekali teori yang aku baca, tapi NOL. Tidak ada yang kulakukan jadi tidak ada perubahan yang kualami. Karena sudah setahun dan telah merasakan manfaatnya, aku ingin menuliskan cerita ini di blog untuk mengingat perjuangan aku setahun ini. Tidak ada yang tidak mungkin. Ternyata aku bisa melewati setahun ini. Andai setahun lalu aku tidak memulainya, hari ini ceritanya akan berbeda. Terharu ๐Ÿ˜ญMengganti kebiasaan makan dan olahragaFlashback ke bulan Oktober 2019 ketika semua ini dimulai ya. Waktu itu aku membaca salah satu konten IG-nya dr. Zaidul Akbar. Aku lupa persisnya, tapi intinya adalah untuk hidup yang lebih sehat harus mengurangi konsumsi gula dan garam. Sebenarnya saat itu bukan pertama kali aku membaca pe…

Dear Birthday Girl

Image
Selamat ulang tahun, selamat bertambah usia ya!Jangan khawatir melihat angka yang semakin membesar. Angka bukanlah sebuah ukuran yang akan mendefinisikan siapa dirimu kok. Mereka hanya penanda berapa lama kamu hidup di dunia. Yang terpenting dariku, sudahkah kamu bahagia hari ini? ๐Ÿ’“Tahun ini memang cukup berat buatmu. Karena pandemi, sakitmu, pekerjaan yang tertunda, rencana-rencana besar yang dibatalkan, dan entah apa lagi yang akan datang di sisa 2020 ini. Tapi aku bangga sekali sama kamu. Kamu kuat. Kamu berani menghadapinya sendirian, sering kali.iya, kuakui beberapa kali kamu menangis juga. Mengeluh, ingin berhenti, merasa kurang hebat, dan banyak perasaan negatif lainnya. Tapi kulihat kamu selalu kembali bangkit lho. Kamu berhasil melewati masa-masa sulit itu. Mungkin memang tidak ada pilihan lain. Tapi itu langkah yang tepat. Tidak akan ada yang menolong, selain dirimu sendiri. Tidak ada.Kamu percaya kan sekarang? Selalu ada jalan. Selalu. Entah kapan, tapi selalu ada.Kamu han…

Not Every Battle Worth to Fight For!

Image
Seorang teman datang curhat kepadaku,“Perlu gak sih aku ngomong kalau lagi marah sama orangnya?” tanyanya bersungut-sungut.“Aku kesal sekali karena janji mau datang tapi gak pernah muncul dan gak ada kabar juga.”, lanjutnya. Kelihatan sekali dari chatmya dia kesal. Iya, karena masih PSBB dia curhat lewat messenger. “Penting nggak dia buat kamu?”, tanyaku.“Nggak juga sih, aku juga malas kontak lagi setelah ini.”“Ya sudah, nggak usah dikeselin. Anggap aja iklan lewat.”***Sekarang sih aku sudah lebih pandai bersikap bodo amat ๐Ÿ˜Ž Kalau memang nggak sepenting itu buatku, lalu buat apa dibiarkan membuat kesal hati ini?Sesekali bersikap bodo amat memang dianjurkan, seperti kata Mark Manson dibukunya. Aduh, masih banyak gitu lho hal penting yang perlu dipikirkan dalam hidup ini. Tidak perlu lah kita meributkan hal-hal yang nggak memberikan kontribusi penting dalam hidup. Lebih baik fokus ke hal-hal yang bikin nambah sehat, nambah teman, atau nambah duit di kantong! Gimana, mantab kan quotesny…

Alasan vs Penjelasan

Image
Emangnya beda?Kejadian yang baru saja terjadi di hidupku minggu kemarin, membuatku memikirkan tentang keduanya. Kedua hal ini sekilas mirip lho, tapi sesungguhnya jauh banget perbedaannya.Kejadian itu juga mengingatkan aku pada sebuah kutipan, “never ruin an apology with excuses”. Kurang lebih terjemahan bebasnya, kalau kita sungguh-sungguh akan meminta maaf, ungkapkan bahwa kita sungguh menyesalinya, bukan malah memberi alasan untuk membela diri. Aku pribadi sangat sepakat dengan kutipan ini. Memang benar adanya, kalau minta maaf tapi kebanyakan alasan itu bikin ilfil. Aku jadi bertanya-tanya, sebenarnya niat minta maaf gak sih? Apakah dia betul-betul menyesali, atau hanya ingin urusan beres saja? Ada yang begono. Sebuah kisah nyata~Lebih jauh lagi, sebenarnya bukan semata permintaan maaf saja yang diharapkan, tapi penjelasan ada apa dibalik sikapnya itu. Benar gak? Menurut teman-teman gimana?Ilustrasinya seperti ini. Ketika terlambat datang di sebuah pertemuan, aku segera minta maaf…

Hadiah Manis di September 2020: Buku Antologi Keduaku

Image
Taraaaa!Bukunya sudah datang. ๐Ÿ™Œ๐Ÿ™ŒSiang tadi ada seruan “Pakeeetttt!!!” dari balik pagar.Siapa yang belanja?, pikirku. Perasaan gak ada belanja minggu lalu. Kulihat betul namaku yang tertera di paketnya. Dari bentuknya jelas sebuah buku. Kapan aku beli buku? Aku tidak pernah membeli buku lagi sejak.. like ages ago, karena masih ada selusin buku yang belum kubaca ๐Ÿ˜…Mungkinkah ada seorang secret admirer yang diam-diam mengirimkan buku buatku? *mulaihalu* wkwkwkSeperti biasa, kujemur dulu sebelum kubuka. *taatprokes* Setelah setengah jam terpanggang di bawah mentari, akhirnya saat penentuan tiba. Buku apakah ini? Siapakah pengirimnya?Kulihat warnanya hijau. Oh ini back cover-nya. Kubalik, warnanya putih dengan ilustrasi yang sepertinya tidak asing. Ada kartu ucapan yang jatuh.

Ah, ternyata... ๐Ÿ’“๐Ÿ’“๐Ÿ’“Serius, aku benar-benar lupa soal hadiah ini.๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚Setelah misterinya terjawab, bukunya kujemur lagi. *sekilasinfo*Jadi ini adalah buku hadiah dari Mbak Eno, sebagai ucapan terima kasih kepada…