Posts

[REVIEW BUKU] Lelaki Harimau by Eka Kurniawan

Image
DATA BUKUJudul: Lelaki Harimau Penulis: Eka Kurniawan, 2004iSBN: 978-602-03-2465-4Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama REVIEW BUKUIni novel kedua karya Eka Kurniawan yang aku baca. Sebelumnya novel berjudul ‘Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas” aku bahas di sini. Cerita diawali dari kisah pembunuhan Anwar Sadat oleh Margio. Pembunuhan ini dilakukan dengan cara yang tidak biasa. Sedikit tragis dan mengerikan, sebenarnya. Eka Kurniawan cukup detil menceritakan cara membunuh dan penampakan korban setelahnya. Aku cukup bergidik saat membayangkannya.Pembunuhan ini pelan-pelan mengungkap kisah masing-masing tokoh di novel ini. Semua orang yang berada dalam lingkaran pembunuhan ini diceritakan satu-satu oleh Eka Kurniawan. Penceritaan ini runut mengalun tanpa putus. Pembaca bagai dibacakan dongeng seribu kisah, terbuai oleh si pendongeng.Novel ini berjalan mundur. Sesungguhnya premis novel ini adalah alasan kenapa pembunuhan itu terjadi. Sepanjang membaca novel, aku tidak lagi bertanya…

Memulai Bisnis Kuliner dengan Paxel Sameday Delivery Service

Image
Semenjak diterapkannya PSBB di banyak kota di Indonesia, ruang gerak kita semakin terbatas. Beruntung aku memang sejak dulu bekerja dari rumah, sehingga tidak perlu memusingkan soal berangkat dan pulang ke kantor. Memang sih banyak pekerjaan yang ditunda bahkan dibatalkan oleh klien. Tapi alhamdulillah, aku malah dapat beberapa pekerjaan baru sebagai pengganti yang dibatalkan.Pekerjaan baru itu termasuk membantu seorang sahabatku yang sedang kurang beruntung. Suaminya di-PHK padahal beliau adalah satu-satunya pencari nafkah di keluarganya. Praktis mereka harus memutar otak agar dapur bisa terus ngebul. Begitu memasuki bulan Ramadhan, sahabatku ini bertekad memulai bisnis kuliner pertamanya. Selama ini sahabatku ini memang hobi memasak, tapi ya buat dimakan sendiri saja. Atau dikirim ke tetangga. Kadang aku kecipratan dikirimin juga sih :DSahabatku ini menerima pesanan masakan untuk takjil dan buka puasa. Mulai dari pastel, tahu bakso, jemblem, hingga aneka lauk dan sayur untuk berbuka…

[REVIEW BUKU] Na Willa dan Rumah dalam Gang by Reda Gaudiamo

Image
Aku mendapatkan buku ini sebagai hadiah hampers Lebaran. Karena ini sebuah hampers lebaran, tentulah terdapat kue lebaran juga. Bedanya ini hampers terkhusus penyuka buku dan penghobi menulis. Jadilah di pesannya tertulis, “For my dear writer friend, enjoy!” Ah, terpotek hatiku.
Sejak awal melihat buku ini sudah membuatku jatuh cinta. Dengan warna hijau persebaya-nya, tulisan emas dan ilustrasi gadis kecil imut di sampul depannya, sudah sukses menarik hatiku. Temanku si pengirim sudah promosi tentang buku ini. Tapi selalu tak lupa keselipkan pesan sponsor, jangan spoiler please, hahaha. Anyway my friend, thank you for remembering me when you saw this hampers online. Love you to the moon and back!DATA BUKUJudul: Na Willa dan Rumah dalam GangPenulis: Reda Gaudiamo, 2018Ilustrator: Cecillia Hidayat iSBN: 978-6-02-603043-6Penerbit: POST PressREVIEW BUKURupanya ini buku kedua kisah Willa, si gadis kecil tokoh utama buku ini. Setelah selesai membaca buku ini, tentu saja aku segera memburu bu…

Lebaran 2020

Image
Lebaran kali ini sebenarnya tidak banyak yang berbeda. Rendang, opor, dan ketupat masih ada di meja makan. Nastar dan kastengel juga tetap eksis. Kaleng biskuit Khong Guan juga ada. Barang-barang yang bisa dibeli bisa diadakan di rumah. Tidak ada perbedaan. Yang memberikan perbedaan adalah terenggutnya kebebasan kita. Aku tidak lagi bebas sholat Ied di lapangan. Aku tidak lagi bebas unjung-unjung ke tetangga sepulang dari sholat. Aku juga tidak bisa lagi safari ke rumah sanak saudara mengumpulkan amplop THR. Yang ini tidak bisa dibeli. Jadi tidak bisa dipaksakan ada di rumah semudah itu.Lebaran kali ini kami berkomunikasi lewat udara. Salam-salaman dari jauh dengan para tetangga, dari dalam pagar. Kangen-kangenan lewat panggilan video dengan sanak saudara. Tak terbayangkan betapa sibuk lalu lintas di atas sana hari ini.Selama ini aku pikir libur lebaran adalah sebuah privilese bagi kami untuk berlibur dan berkumpul bersama keluarga. Terkadang aku bahkan setengah hati berangkat karena …

Reply 1988 Episode 1, Kebersamaan di Ssangmun-dong

Image
Sebenarnya sudah lama saya menonton serial ini, waktu itu di 2015 ketika on going. Lalu belakangan di twitter muncul lagi dibahas bahkan sempat menjadi trending. Yang seru dibahas endingnya dan sang penulis skenario yang sungguh jenius, yang kini juga menulis serial Hospital Playlist.Membaca threadnya, membawa ingatanku melayang ke beberapa tahun silam. Sungguh film ini begitu hangat dan penuh kenangan. Aku memutuskan untuk menonton ulang, menulis komentar setiap episodenya, lalu membaginya di blog. Menurut aku film ini bercerita tentang banyak hal, dan banyak juga yang bisa dijadikan pelajaran hidup. ***


Episode ini dibuka dengan perkenalan 5 karakter utama. Tokoh utama Sung Deok-sun, memperkenalkan keempat teman mainnya yang tinggal berdekatan di sebuah kompleks perumahan, Ssangmun-dong. Ada Ryu Dong-ryong, Kim Jung-hwan, Choi Taek, dan Sung Sun-woo. Mereka ini bersahabat dan selalu berkumpul di rumah Choi Taek sebagai base campnya. Adegan pertama memperlihatkan mereka berlima sedang…

Serundeng Udang, Menu Sahur Keringan yang Enak dan Bisa Distok

Image
Serundeng udang ini cocok banget buat menu sahur, karena bisa dibuat kemudian disimpan untuk beberapa hari, tanpa perlu dipanaskan. Ketika sahur tinggal membuat sayurnya saja, sis :)
Bahan:¼ kg udang kupas½ buah kelapa parut5 buah bawang merah7 buah cabai merah10 buah cabai rawit1 ruas kunyit, haluskan.1 ruas jahe 2 lembar daun jeruk1 batang serai, digeprek1 lembar daun kunyit, iris halus½ buah jeruk nipis, peras airnyaGaram secukupnyaCara membuat:Haluskan dengan blender: cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan jahe.Tumis bumbu halus, masukkan serai, kunyit, irisan daun kunyit, dan daun jeruk. Masukkan udang, aduk rata.Masukkan kelapa parut, tambahkan perasan jeruk nipis. Koreksi rasa.Aduk terus hingga kelapa kering, jaga jangan sampai gosong ya.  Selamat mencoba ya, semoga suka ya!Baca juga: Tumis Labu Siam dan Jagung Manis, Resep Andalan yang Enak dan Gampang

Anyang Pakis, Masakan Kampung Pengobat Rindu

Image
Masakan anyang ini gampangnya seperti urap-urap di Jawa, bedanya kelapa parutnya disangrai. Masakan ini banyak ditemui di daerah Medan hingga Aceh. Secara umum bumbunya kurang lebih sama, yang berbeda mungkin jenis sayur yang digunakan. Di rumahku, yang sering dipakai daun pakis/paku atau bunga pepaya. Dapat krancinya, dapat pedasnya, dapat segarnya, mantabb. Kali ini aku belanja dapatnya daun pakis. Bahan:3 bonggol daun pakis*¼ buah kelapa parut1 ons udang kupas, goreng 10 butir bawang merah, iris tipis5 buah cabai merah7 buah cabai rawit1 buah jeruk nipis, peras airnyaGaram secukupnyaCara membuat:Rebus daun pakis, sisihkan.Sangrai kelapa parut hingga kecoklatan. Angkat, haluskan di ulekan. Sisihkan. Haluskan cabai merah, cabai rawit, dan garam.Campur kelapa dengan cabai, aduk rata. Masukkan irisan bawang merah, tambah perasan jeruk nipis. Masukkan udang goreng, aduk rata. Masukkan daun pakis, aduk rata. Koreksi rasa.*bisa diganti 1 bungkus bunga pepaya, caranya sama, direbus juga.Ma…

Tongkol Suwir Pedas, Pas Disajikan bersama Nasi Bakar

Image
Ada yang suka banget ikan tongkol seperti diriku? Baik yang segar maupun sudah dipindang, ikan tongkol sangat gurih dan bisa diolah menjadi aneka masakan. Kali ini aku akan membahas olahan ikan pindang tongkol. Dipadu dengan rasa pedas, segar, dan harum kemangi, tongkol suwir pedas menjadi salah satu menu favorit di rumahku.Bahan:3 ekor ikan pindang tongkol ukuran sedang, bersihkan, suwir kecil-kecil5 butir bawang merah, iris tipis2 siung bawang putih, iris tipis3 buah cabai merah, iris tipis3 buah cabai hijau, iris tipis15 buah cabai rawit, iris tipis3 lembar daun salam 1 ruas laos1 ruas jahe½ buah jeruk nipis, perasDaun kemangi secukupnyaGula dan garam secukupnyaMinyak goreng untuk menumisCara membuat:Goreng suwiran ikan tongkol hingga setengah matang. Sisihkan.Tumis bawang merah dan bawang putih. Setelah mulai menguning, masukkan irisan cabai merah, cabai hijau, cabai rawit. Masukkan juga laos, jahe, daun salam. Setelah layu, masukkan sedikit air. Didihkan airnya.Masukkan suwiran i…

Menginap di Homestay Bukit Dagi Borobudur, Buat Kamu yang Merindukan Suasana Beda

Image
Malam pertama di Road Trip Jawa Bali selama 12 hari, akan kami habiskan dengan menginap di Magelang. Berangkat dari Tangerang, kami langsung masuk ke tol Transjawa menuju Magelang. Kenapa Magelang? Karena kita mau main ke Candi Borobudur dong!Terjebak macet di tol layang Jakarta-Cikampek, kami baru sampai di Magelang pukul 11 malam. Huft. Sebelumnya kami sudah info ke pihak penginapan akan datang terlambat. Dibalas dengan ramah, “Telpon saja Mbak, ketika sampai nanti”. Makasih dan maaf ya Pak, terharu.Sempat muter-muter tersasar karena antara sudah lelah dan penginapan letaknya di desa, jadi alamatnya agak membingungkan. Sampai akhirnya ketemu juga, legaaa bangett. Pengen segera mandi dan rebahan manis di kasur. Penginapan kami ternyata di rumah warga. Kami ditempatkan di rumah utama. Kamarnya bersih, kamar mandinya juga luas dan bersih. Sebelumnya si Bapak host sempat berujar, “ Mohon maaf Mbak, tempatnya sederhana. Semoga nyaman ya istirahatnya.” Ramah banget, seneng deh!
Baca juga: