Tentang Friends The Reunion, Dari Seorang Fans

 


 

Euforia tentang Friends The Reunion mungkin sudah padam, tapi buatku, aku masih belum bisa move on dongg πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Pertama kali menonton Friends ketika umurku masih belasan tahun. Waktu itu meskipun usiaku masih muda, komedi yang dimainkan masuk dalam nalarku, dan aku bisa tertawa dibuatnya. Belum lagi kisah tentang persahabatan erat yang sudah seperti keluarga –siapa yang nggak kepingin punya sobit seperti mereka berenam, yekan?

Sejak itu aku selalu mengikuti setiap episodenya. Meski di season awal aku sempat ketinggalan nontonnya, tapi dengan semangat membara aku berhasil menuntaskan misi menonton season-season awal. Tidak terhitung juga aksi menonton ulang karena koleksi DVD sudah ditangan 😎😎😎

Aku hampir hapal semua episodenya, tapi herannya masih saja tertawa setiap menonton ulang. Gilak, menurutku keren banget sih penulis skenarionya. Menciptakan enam tokoh dengan karakter yang kuat. Masing-masing punya keanehan sendiri-sendiri. Tapi entah bagaimana, mereka berenam semuanya bikin aku sayang deh. Kalau disuruh memilih karakter mana yang paling disukai, maaf aku tidak bisa memilih. I LOVE THEM ALL!

Banyak bagian dari hidupku yang dipengaruhi oleh serial Friends.

Ketika lulus kuliah dan mengalami kegalauan karena tidak kunjung bekerja, kisah tentang Rachel dan Joey benar-benar merasukiku. Rachel juga sempat mengalami krisis karier karena saat itu hanya menjadi “waiter”.  Tapi melihat Joey yang terus semangat berjuang menjadi aktor, dan disaat yang sama mempertahankan idealismenya –tidak mau melalui jalan “pintas”- membuatku optimis menunggu keajaiban di masa depan. Dan iya emang, siapa yang berusaha pasti menuai hasilnya😍😍😍

Tentang menjadi diri sendiri juga kupelajari dari Phoebe. Di masa muda, ketika pendapat teman adalah segalanya, beruntung aku mengenal sosok Phoebe. Bahwa gakpapa menjadi beda dengan teman-temanmu. Bahwa it's okey menjadi diri sendiri yang dianggap orang lain "kurang keren". Bahwa menjadi diri sendiri adalah yang paling keren. Phoebe, you are my savior πŸ’“πŸ’“πŸ’“     

Ketika memasuki usia 30, aku juga mengalami krisis seperti Rachel, dimana merasa usia 30 adalah akhir dunia, hahaha lebai kan ya. Tapi sungguh, ketika menonton kembali episode itu, aku merasa normal, bahkan Rachel saja merasa galau πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜† Well, life must goes on, dan ternyata aku baik-baik saja melewati usia 30, malah makin keren dong 😘😘😘


***


Tentang Friends The Reunion ini, sesungguhnya gosipnya sudah sejak seabad lalu kali ya, saking lamanya. Ketika akhirnya beneran ada, uwaw, hatilku riang gembira. Nggak sabar untuk menontonnya. Kuikuti segala kehebohan sebelum premiere, kutonton ulang lagi episode-episodenya, sampai aku merasa siap untuk reuni.

Meski banyak yang berkomentar tidak sesuai ekspektasi, aku sebagai bagian dari fandom Friends, merasa terobati kekangenannya. Melihat mereka berkumpul lagi, sungguh, air mataku menetes ketika menontonnya. TERHARU.

Menjadi bagian dari Friends, dan menjadikan Friends bagian dari hidupku, adalah sebuah privilese. Tidak banyak hal yang kuanggap penting dalam hidupku, tapi Friends adalah salah satunya. Mungkin reuni ini akan menjadi yang terakhir, seperti kata para pemerannya. Tapi, mungkin akan ada keajaiban lagi. Maybe, just maybe πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰

Buat yang belum nonton, ini deh cuplikannya biar pengen nonton πŸ’“πŸ’“πŸ’“



 Baca juga: Soul (2020), Nikmati Hari Ini

 

 Sumber gambar: https://cdn.lifestyleasia.com/wp-content/uploads/sites/3/2021/05/17105512/Friends_4926700-FRIENDS._V392939166_SX1080_.jpg


 

Comments

  1. Kata orang ini serial bagus banget. Sehak dulu belom pernah nonton dan belom pernah niat mau nonton. Ternyata sekarang udah disiapin sama hbo 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seriusan?! Waw, mungkin ini saatnya untuk mencoba nonton 1 atau 2 episode kak. Dari situ bisa memutuskan, bakal jadi fansnya atau nggak 😊😊😊

      Delete
  2. fenomenal dari aku sekolah umur belasan juga mbak. Dulu aku ga paham inggris ya hahaha, jadi pas liat ini kadang ketawanya telat gitu
    sampe mikir ini lucunya dimana :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bentar2 seingatku ada subtitle deh.. dan stlh kupikir2 mungkin aku juga belajar bahasa inggris percakapan dari serial ini. See, mereka benar2 bagian dari hidupku deh 😍😍😍

      Delete
  3. Bagi sebagian orang, euforia tentang Friends The Reunion mungkin sudah padam, tapi buatku euforia itu tidak pernah muncul karena aku tidak mengetahuinya sebelumnya, baru tahu dari Blog mbak Kartika di sini hehehee....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha, dasar blogger, pintar bermain kata πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Untgnya diksi yg kupilih "sebagian orang" jadi otomatis disclaimer didepan yak hahaha

      Delete
  4. Banyak belajar dari Friends, tentang persahabatan tanpa intrik yg lebay, sempat saling jatuh cinta, putus pun tetap bersahabat. Ringan tapi kena banget.

    Btw yg tahu serial ini mungkin kita seumuran 🀭

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyalah, angkatan 90an kan 🀠🀠🀠

      Delete
  5. Belum pernah nonton tapi lihat sekilas kaya rame gitu yaaa mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha iyaa mbak, biasalah kalo fandom suka heboh sendiri dengan kesukaan masing2 🀠🀠

      Delete
  6. Tau Friends ini jaman saya SD kalau nggak salah, dan nggak ngerti sama sekali sama jalan ceritanya... hahaha rasanya pingin nonton deh... related banget sama kehidupan

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha iya nggak nyambung ya permasalahannya, tapi makin kesini makin nyambung sih, makanya aku nonton terus karena merasa relate :D

      Delete
  7. Aku sih jujurnya paliiiing suka dengerin ost nya mba :D. Legend Ampe skr aja ga bosen didenger. Kalo butuh semangat, aku dengerin deh lagunya, lgs semangat.

    Tapi serialnya sendiri aku ga rutin nonton. Pas msh di tv aku jrg bisa nonton tv. Palingan nonton kalo sdg liburan sekolah. Sukaaa sih, ini kayaknya mau nonton ulang deh serialnya. Di Netflix juga ada untungnya, komplit Ampe 10 season.

    Tapi aku kayak sedih gitu pas liat mereka diinterview reunion. Yg ga banyak berubah Jennifer yaa. Yg lainnya kliatan sekali tua nya. Time flies :(.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaaaa,, keliatan banget bedanya ya, terutama Joey tuh, hahaha beda banget. Tapi terharu juga, ternyata sama aja ya, kita mah kalau ketemu kawan lama yang sefrekuensi, meski sudah lama nggak kontakan, tetap aja nyambung gitu. Aku jadi ingat teman2 lama, dimana mereka semua kabarnya ya, karena terpisah jarak jadi susah mau ketemuan, padahal kangen sekaliiii

      Delete

Post a Comment

Halo, terima kasih sudah membaca. Tinggalkan komentar ya, biar aku bisa balas BW 😊

Popular posts from this blog

Tentu Saja Aku Bisa Melakukan Semuanya, Tapi Apakah Aku Mau?

Pengalaman Pertama Jadi Komuter di Ibukota. Siapa Takut?!

Kamu di Tim Waze atau Google Maps?