Posts

Showing posts from January, 2019

Dompet kedua, ketiga, keempat

Image
Kalau dulu, seneng banget tetiba nemu uang di kantong celana, di kantong tas, atau di dompet krincingan (dompet untuk menaruh koin). Sekarang bahagia itu ketika nemu masih punya saldo di dompet digital 😍😍😍
Yak, mengikuti perkembangan jaman, uang pun berpindah ke dompet digital. Aplikasi ini itu untuk belanja dan bayar tagihan. I know, banyak banget aplikasi sejenis. Setelah survei dan praktik, akhirnya aku memilih 3 diantaranya.
1.OVO
Ini aplikasi pertama yang kugunakan. Awalnya karena gedung tempatku nge-gym menggunakan parkir berbayar dengan OVO. Promonya hanya 1 rupiah!!! Sebagai anggota geng hematos, promo ini tidak bisa dilewatkan begitu saja! Toh aku tetap harus bayar parkir paling tidak seminggu 3x. Dengan menggunakan OVO, bisa dihitung berapa penghematan yang bisa kudapat. Saat ini promo parkir 1 rupiah sudah tidak ada, diganti dengan cash back 30%.
Cash back di OVO berupa poin, yang diperoleh dari belanja dan bayar tagihan. Poinnya juga bisa digunakan untuk belanja dan bayar …

Traveling dengan orang tua, kenapa tidak?

Image
Beberapa kali aku nekat mengajak Ibuku liburan berdua saja. Bukannya apa-apa. Menurut aku traveling dengan orang tua cukup pelik. Jatuhnya hampir sama dengan solo traveling, karena beliau berharap hanya padaku. Positifnya, solo traveling dengan bonus seorang teman, negatifnya solo traveling dengan tambahan “beban”. Beban disini maksudnya adalah aku sendirian mengorganisir itinerary dan akomodasi, tugas tidak bisa dibagi-bagi. Senangnya ya ketika melihat Ibuku bersenang-senang. Kami punya quality time berdua, yang jarang banget ada. 
Seperti traveling pada umumnya, perencanaan yang matang adalah poin yang paling penting. Traveling dengan orang tua tentu tidak bisa menganut aliran backpacker ya! Apalagi aliran go-show!
Menurut pengalaman aku, berikut hal-hal yang harus diperhatikan saat traveling dengan orang tua :
1.Bawa serta kursi roda
Awalnya Ibuku tidak mau memakai kursi roda. Malu lah, merasa merepotkan lah. Tapi setelah merasakan manfaatnya, yaitu hemat energi dan tidak gampang kele…

Menjelang tube ke dua

Image
Kali ini aku mau berbagi cerita tentang produk yang sedang aku pakai. Sengaja aku menunggu sampai 1 tube habis, biar aku juga bisa tahu efektif tidaknya produk ini.
Namanya Aloe Hydramild Multifunction Gel, produk keluaran Wardah. Sebenarnya produk ini bukan produk baru ya, tapi harus kuakui aku yang terlambat tahu. Tahunya ketika ada promo di Indomaret, maklum ya suka banget hunting promo belanja hehehe. Dari dulu aku suka produk gel karena secara konsentrat lebih ringan, cocok untuk kulitku yang kombinasi. Selain itu gel cepat meresap, dan warnanya transparan sehingga tidak meninggalkan bekas.
Jadi ketika tahu ada produk gel dan terbuat dari aloe vera, yang selalu cocok di wajahku, aku langsung tertarik untuk membelinya.
Kesan pertama, seperti yang sudah kuduga, sangat ringan dan cepat meresap. Aromanya harum, sekilas tercium aloe vera, tapi sangat tipis sehingga tidak mengganggu. Rasanya dingin saat dioleskan di wajah. Di 3 hari pertama, ada rasa sedikit hangat dan sedikit gatal (r…

Aneh itu Lucu, Lucu itu Aneh.

Image
Siapa yang nonton episode Srimulat di Mata Najwa minggu lalu? Rasa-rasanya masih belum bisa move on nih. Makanya pengen cerita di blog.
Sebagai seorang penggemar Srimulat, senang sekali akhirnya bisa bernostalgia kembali. Aku ingat dulu ketika kecil, seminggu sekali Srimulat diputar di TV. Salah satu tontonan yang kutunggu-tunggu kala itu. Biasanya aku nonton bersama Papi. Kami tidak saling bicara, tapi yang pasti tertawa bersama. Pemain favoritku yaitu Timbul, Tessi, Pak Eko, dan Basuki. Entahlah, melihat sosok mereka saja sudah kepingin ketawa. Benar yang disebut di Mata Najwa, bahwa kelebihan Srimulat adalah kuatnya karakter masing-masing pemain. Dan kerennya karakter itu bukan akting. Itu murni karakter pribadi mereka. Ya tentu saja karakter itu dibuat di Srimulat. Maksudku adalah mereka bermain sebagai diri sendiri, bukan akting menjadi orang lain. Namanya Srimulatism. Disebutkan juga di Mata Najwa, mereka melawak tanpa skenario. Mereka hanya diberi jalan cerita, lalu bebas meng…