Posts

Terima Kasih Blood4Life, Terima Kasih Pendonor Baik

Image
  Bulan Maret ini adalah bulan yang cukup berat bagi keluargaku. Ibuku mengalami kecelakaan di rumah, dan harus dioperasi karena mengalami dislokasi di tulang pinggul. Dalam kondisi yang masih dihantui oleh Covid-19, rasa-rasanya pilihan ini sangat berat untuk dipilih karena kondisi ibu yang berusia lanjut, meski sebenarnya operasi adalah mutlak untuk menolong ibu. Namun dengan keyakinan bahwa Rumah Sakit pasti akan menerapkan protokol kesehatan yang memadai, kami sekeluarga mantab mengambil langkah operasi ini. Skip dengan drama di awal sejak IGD hingga akhirnya bisa naik ke kamar inap, tantangan berikutnya adalah ketika keluarga diminta untuk menyediakan darah pengganti minimal 2 orang. Yang bikin panik, H-1 pihak Rumah Sakit baru menginformasikan kebutuhan darah ini. Malam itu kakakku langsung menyumbangkan darahnya. Berbeda dengan kakak, aku tidak bisa ikut menyumbang darah karena HB-ku yang sangat rendah. Ini masalah klasik sih buatku. Sejak dulu aku sering terhalang untuk men

Sahabat Selamanya

Image
Terima kasih pada Facebook yang menjadi pemantik kenangan yg kekinian. Begitu notif ini kuklik, waaaaa berasa ada video clip yang muncul di kepalaku. Foto ini tercipta 10 tahun yang lalu, waktu kami masih unyu-unyu. Dan mereka berdua masih ada disampingku, sampai hari ini ❤ Mumpung lagi mode melow ya, sekalian deh eike bernostalgia... This post is dedicated to you, my girls ❤❤ Inget nggak Mar, waktu kita kenalan di kelas? Kesan pertamaku waktu itu, kamu adalah orang yang sangat ekspresif. Kamu bebas menjadi diri sendiri, nggak jaim sama sekali, and that is one of the reason I really like you, until now! 😘 Inget nggak Seb, waktu kita dikenalkan di depan SMA 2. Kamu tampak malu-malu tapi banyak senyum. Waktu itu nggak sempat banyak bertukar cerita sih, tapi aku ingat karena namamu one of a kind 😘 Jadi dua orang ini kukenal waktu SMA. Mereka berdua ini bahkan sudah berteman sejak SMP lho! Akulah pendatang baru yang menjadi orang ketiga di antara mereka, eh bukan ding 😋😋😋

Hal-hal yang Akhirnya Kupahami

Image
Seiring dengan pendewasaan diri (baca: pertambahan usia), banyak hal yang ternyata harus dikompromikan. Hidup ternyata tidak sesimpel rumah minimalis dan seindah sunset di pantai. Ada hal-hal yang akhirnya bisa kupahami dan setelahnya aku bisa lebih santai menjalani hidup. Aku bisa bilang, “Hidup yang begini ini, suka atau tidak. Yang terpenting bagaimana sikapku menghadapinya. Selow aja lah, senyumin aja. 😊”   Waktu terus berjalan, begitu juga dengan hidup kita Waktu terus berjalan, meski kita mengalami kesulitan dan sedang jatuh terpuruk. Waktu tidak berhenti lalu duduk di sebelah kita, dan menghibur dengan kata-kata filosofis. Tidak. Waktu itu kejam tanpa perasaan. Dia akan terus berjalan, tanpa peduli segala hal yang terjadi. Maka dari itu, kita tidak boleh berhenti. Tentu saja banyak hal yang akan terjadi sepanjang hidup kita. Kesulitan, kemudahan, kesenangan, kesedihan. Dan tentu saja, kita boleh beristirahat. Bersedih ketika mendapat musibah. Menangis ketika patah h

Lagi-lagi Monopoli

Image
papan monopoli legendaris Ada yang masih ingat dengan permainan monopoli? Duh, rasanya sudah berabad yang lalu memainkan board games legendaris ini, hahaha. Di sebuah percakapan random dengan keponakanku, aku bercerita soal monopoli ini. Sebagai anak dari generasi Z, sepertinya dia belum pernah mendengar tentang monopoli 😁. Penasaran dengan ceritaku, ia minta dibelikan. Oke lah, ayok kita cari ya, janjiku. Dugaanku sih dijual di toko buku terdekat. Dan benar, dijual di toko buku terdekat dan murah meriah harganya 😍 Ingatanku yang paling berkesan tentang permainan monopoli adalah ketika menang bisa bikin sombong pake banget! Punya kota atau negara yang banyak, dengan koleksi rumah beserta hotelnya, rasanya puas banget kalau sedang di atas angin 😎 Tentu saja kenangan yang terburuk adalah ketika bangkrut. Duh, sedih kali lah. Udah nggak pegang duit, lalu pas dapat giliran jalan malah kena denda melulu karena berhenti di tanahnya orang. Paling apes lagi, sudah bangkrut eh masuk

Idola

Image
Aku mengenal Gus Dur dari ayahku. Gus Dur adalah idolanya. Bukan, bukan sepak terjangnya dalam dunia politik yang membuat ayah mengaguminya. Tentu saja Gus Dur memang tokoh besar yang banyak menyentuh hidup orang banyak. Apalagi ayah mencitrakan dirinya sebagai “orang NU”, jadi otomatis Gus Dur menjadi salah satu tokoh panutannya. Yang paling terutama adalah cara Gus Dur menanggapi hal-hal dengan humor. Ayah orang yang sangat supel. Ia mudah bergaul, banyak berteman dengan segala jenis kalangan, dan sangat suka bercanda. Aku rasa selera humor Gus Dur juga mempengaruhi sedikit banyak selera humornya. Gayanya juga mirip, santai saja ketika menghadapi masalah-masalah besar dalam keluarga kami. Untuk yang ini sepertinya sering membuat kesal ibuku. Salah satu sebab dari sekian banyak pertengkaran mereka. Banyak kenangan bersama ayah yang terselip tentang Gus Dur di dalamnya. Sejak itu aku mulai memperhatikan beliau. Mulai mengikuti beritanya, tulisan-tulisannya di media, membaca biograf

Terima kasih 30HBC21!

Image
Tantangan tahunan 30 hari bercerita atau yang lebih sering dikenal dengan singkatan 30HBC sudah usai. Buat teman-teman yang belum tahu, 30HBC ini adalah kegiatan tahunan yang diselenggarakan di instagram oleh akun @30haribercerita, hanya di bulan Januari. Tema berceritanya bebas, kecuali ada tema khusus yang diberikan di hari-hari tertentu. Tahun ini istimewa, karena tema diberikan di setiap tanggal genap. Tantangan ini tidak sulit, sebenarnya. Bercerita itu gampang. Tentu saja banyak kejadian yang dialami dalam satu hari. Tapi apakah kejadian itu layak diceritakan? Kalaupun ada sebuah kejadian yang sangat berkesan, dari sudut pandang mana kejadian ini mau diceritakan? Apa yang ingin disampaikan dari cerita tersebut? Bercerita itu gampang, tapi tidak semudah itu 😆 Kalau dikasih tema kan jadi lebih gampang? Buatku sebenarnya sama aja sih. Kalau temanya bebas, tentu lebih enak karena bisa bercerita tentang apa saja. Kekurangannya, ada hari-hari ketika sama sekali tidak ada ide.

Janji Ulang Tahun

Image
  Selamat pagi pujaan hatiku yang sedang berulang tahun, bagaimana perasaanmu pagi ini saat bangun? Apakah kamu merindukan aku dan anak-anak di rumah? Besok pagi, seperti biasa, mereka akan heboh bermain bersama si kucing sambil aku sibuk membuat sarapan buat mereka. Tadi sih mereka sudah request mau sarapan roti bakar dan meses warna warni serta bubur kacang hijau buatan neneknya. Gampang itu, tinggal bikin rotinya saja besok pagi. Mereka bilang itu sarapan paling enak yang bisa aku buat. Roti bakarnya mencoklat dengan pas, dengan pinggiran yang agak gosong. Jumlah mesesnya pas dengan olesan menteganya. Please, jangan marah ya, sekali-kali ini saja kok mereka makan meses bertumpah ruah. Sayang, bagaimana tidurmu semalam? Apakah kamu memimpikan aku dan anak-anak? J Aku tebak kamu akan terbangun dengan wajah yang tersenyum, mengingat mimpi semalam. Mimpi kita jalan-jalan ke Puncak, minum ronde dan makan sate di sana. Jangan lupa mampir untuk beli basreng kesukaanmu di pinggir