Frugal Living: Apakah kamu sudah cukup berhemat?

Siapa di antara teman-teman yang sudah ikutan gaya hidup frugal, atau biasa kita kenal frugal living?

Buat yang belum paham, frugal living menekankan pada gaya hidup yang tidak berlebihan, sesuai dengan kebutuhan. Hidup hemat lah untuk gampangnya.

Buat yang baru mau memulai frugal living, tipsnya bejibun ada di internet. No worry.

Nah, kali ini aku mau berbagi pengalamanku tentang gaya hidup ini. 

Frugal living buatku sebenarnya menjadi perpanjangan dari gaya hidup minimalis yang sudah aku anut sebelumnya. Karena benang merahnya sama, yaitu mindfulness, jadi masih selaras dan mendukung dengan value yang sudah aku punya di hidup minimalis. Perbedaannya frugal living lebih spesifik di sektor keuangan yaitu spending habit.   


Baca juga: Becoming Minimalist


Dalam perjalanannya, ternyata aku menemukan beberapa fakta yang menarik. Tidak jarang maksud hati ingin berhemat, eh jatuhnya kok malah boros yha... Adakah di antara teman-teman yang mengalaminya juga?


Beli barang karena lagi murah banget, padahal lagi nggak butuh.

Ngacung siapa yang sering begini? 

Itu aaakuuuu... πŸ˜‚

Dulu tapi yaa...

Sekarang sudah sadar. Kalau lagi nggak butuh barangnya, ya tidak akan kubeli. Apalagi kalau pakai pembenaran "siapa tahu nanti butuh". 

Hmm klasik πŸ˜„ 

Sesungguhnya itu adalah jebakan S3 marketing, yang menanamkan ide bahwa kita harus banget beli karena lagi murah. Mumpung murah.

Ada temanku yang berkilah, mumpung murah itu matematikanya cewek. 

Hadeehh, aku nggak mau lagi terjebak dalam jebakan betmen ini. Karena berdasarkan pengalaman, barang-barang yang dibeli atas dasar "siapa tahu nanti butuh", nggak pernah terpakai tuh, hahaha.   


Belanja di beberapa tempat, demi mendapatkan harga yang lebih murah.

Ini capek banget sih. Sumpah.

Aku pribadi nggak telaten soal beginian. 

Memang sih selisih dua ribu tiga ribu itu gemesin banget. Tapi apakah sebanding dengan waktu yang dihabiskan?

Aku rasa tidak.

Jadi begini, menurut aku definisi lebih hemat itu tidak melulu soal mengeluarkan uang yang lebih sedikit. Ada juga definisi hemat untuk hal-hal yang tidak material, seperti waktu. 

Dan waktu itu sesungguhnya sangat mahal.

Uang bisa dicari lagi, tapi waktu tidak bisa diputar kembali.

Ini berlaku juga buat belanja online sih. Kadang survei harga aja bisa menghabiskan waktu berjam-jam, hari hingga minggu 😨 Yaa tapi tergantung juga sih, jenis barang apa yang dibeli ya, hehe.

Jadi saranku, coba evaluasi ulang buat kamu-kamu yang hobinya begini. 

Is it worth your time?    


Terlalu hemat di sektor makanan

Ini bukan pengalamanku sih, tapi membaca di base aplikasi X.

Please lah Gaes, jangan terlalu hemat di sektor makanan, sampai-sampai mengabaikan gizi.

Frugal living bukan makan mi instan melulu, lho.

Makanan sehat nggak selalu mahal kok.

Yang penting adalah gizi terpenuhi, minimal ada protein, karbohidrat, dan serat. 

Jangan sampai mengorbankan kesehatan supaya bisa berhemat.

Kesehatan kamu tetap yang paling penting.

Kalau sampai sakit gara-gara berhemat, sungguh merugi. Karena sakit yang dibikin sendiri adalah pemborosan yang terhakiki.      


Baca juga: [REVIEW BUKU] Goodbye, Things by Fumio Sasaki


Belanja grosir biar dapat harga yang lebih murah

Untuk belanja kebutuhan groceries (dapur dan rumah tangga) sih aku sepakat ya untuk membeli grosiran. Karena fix emang lebih murah jatuhnya. Dan barangnya jelas terpakai, nggak habis bulan ini ya bulan depan pasti butuh lagi.

Tapi kalau diluar kebutuhan ini, aku bisa bilang NO.

Kalau kamu membeli barang berlebih hanya karena harganya lebih murah, well, you are not saving, you are spending


Membeli barang yang harganya lebih murah

Beli sepatu yang murah aja gapapa, kan lumayan buat ganti-ganti.

Awalnya sih begitu. Tapi makan hati banget kalau bentar-bentar jebol. 

Capek banget, sumpah.

Sekarang sih aku lebih suka beli barang yang kualitasnya bagus dengan harga yang masuk akal. 

Ongkos mentalnya lebih sedikit cuy, hahaha.

Kebetulan seleraku juga lebih yang ke klasik sih, Nggak begitu suka barang-barang yang trending, karena sejuta umat woy yang punya wkwkwk. Jadi dalam hal ini, aku sudah berada di jalur yang benar. Klasik adalah kunci frugal living 😎 

   

Do It Yourself, lebih hemat atau malah boros?

Buat kamu-kamu yang handy atau hobinya utak-utik barang, mungkin proyek DIY menjadi sarana penyalur passion.

Buat aku yang nggak telaten dan nggak canggih untuk hal-hal yang berhubungan dengan pelajaran keterampilan waktu kecil dulu, proyek DIY adalah horor.

Yang ada malah rusuh, dan nantinya malah jadi tumpukan barang di pojokan karena aku sudah menyerah. PEMBOROSAN.

Lebih baik aku serahkan pada yang lebih profesional. Memang sih kalau bisa mengerjakan sendiri bisa lebih hemat dan bisa berpuas diri. Tapi dengan menyerahkan pekerjaan ke orang yang lebih ahli, buat aku jatuhnya lebih hemat uang dan waktu.

  

Merawat barang yang dimiliki 

Serius lho ini.

Di dunia yang fana ini, semua hal yang dirawat akan lebih awet umurnya.

Entah itu barang, pekerjaan, atau hubungan percintaan, cieee πŸ’•

Kalau punya barang, rawatlah dengan sebaik-baiknya. Simpan dengan benar, dan bersihkan secara berkala.

Untuk barang-barang yang perlu diservis secara teratur, cek dan taati jadwal servisnya. 

Dalam jangka panjang, jatuhnya akan lebih hemat. Apabila ada kerusakan bisa terdeteksi dini, dan biayanya lebih murah dibanding ketika ketahuan kalau sudah parah.

 

  

Photo by maitree rimthong: https://www.pexels.com/photo/person-putting-coin-in-a-piggy-bank-1602726/


Comments

  1. Aku gak terlalu saklek amat mbk untuk gaya yang satu ini, namanya hidup pastinya mau senang donk,tapi gak juga ke lebay-an..yg kira"masih pas di kantong dan gak boros"amat ya ok lah,apalgi biaya hidup sekarang lumayan mahal, kalo gak pinter"ngatur bisa berabe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa hidup tetap harus dinikmati kan yaa 🀠 jangan sampai malah menyusahkan diri sendiri dan membahayakan kesehatan. Hidup tetap harus seimbang, antara kerja keras dan istirahat (termasuk menyenangkan diri sendiri) πŸ‘Œ

      Delete
  2. Kalau aku ala emak2 belanja bulanan di minimarket maupun supermarket ada tipsnya hahahah :D Pilih produk dengan diskon tertinggi :D JAdi misal kalau sudah pegang barang A lalu ketemu lagi barang B lalu dibandingkan kedua harganya, dipilih deh yang termurah. Tapiii balik lagi cek berta dan isinya berapa. Makanan kalau promo ya alhamdulillaah. Hemat sih tapi ga pelit.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nahh ini bener bangett.. klo.makanan promoan udh nggak bisa dicuekin ya mba hahaha.. soalnya aju juga suka nyetok2 rp makanan yg bener2 ku suka ya, lumayan kan buat stok di kulkas... nggak bakal mubazir maksudnya hehe

      Delete
  3. Aku aku ikut sekte " beli aja dulu, nanti butuh toh ini lagi promo" sekarang udah gak. Udah sembuh hahaha, udah dijalan yang lurus aja. Sekiranya belum butuh meskipun promo ya ga beli. Makanya toh belanja online statusnya sekarng dari platinum turun ke classic. Sangking ga pernah belanja.
    Aku juga kalau belanja lebih suka yang grosiran, lebih hemat dan dapatnya banyak. Kkwkw paling simpelnya bumbu2 dapur yang sachetan, kalau beli satuan harganya ya segitu, tapi kalau beli serenteng lebih murah karena ada lebihannya.
    Maklum kalau udah menikah kan serba mandiri ga "bak..buk..bak..buk.." mulu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa bener mba.. kalau.untuk kebutuhan yg rutin mending beli grosiran ya...soalnya pasti kepakenya... tapi tetap aku batasin sih mba.. misalnya beli.buat 3 bulan aja. Kalau kelamaan juga jadinya numouk.barang, gak minimalis lg dong 🀣🀣

      Delete
  4. Sejujurnya, saya salut sama apapun tips frugal living orang-orang, asalkaaaann....

    Jangan membebani orang lain :D

    Saya sering banget dongkol masalah ini.

    Sejak dulu, saya memang paling susah hemat di makanan. Suka jajan.
    Dulu kalau ngantor, nggak pernah tuh seharipun nggak bawa jajan, berasa anak TK deh.
    Tapi kadang bete, dimintai teman-teman.
    Ada teman seruangan saya, dia tuh hemat minta ampun, makan seadanya, tapi ya nebeng jajanan saya, makanan saya.
    Kalau sekali dua kali sih nggak apa-apa, kalau tiap hari kan saya bangkrut, sono makin kaya, hiks.

    Ada juga tetangga mama saya, dia tuh hemat banget, makanya barangnya banyak.
    Tapiiii....
    Sayuran, metik di halaman mama saya.
    Bumbu-bumbu, garam, bahkan minyak, eh pinjam tapi nggak pernah dibalikin.

    Jadilah mama saya keliatannya boros, dia hemat dan frugal living.

    Setelah booming tentang FL ini, tetiba saya sebal lagi ingat kelakuan hemat tapi bebanin orang lain hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha kalau yg ini mah bukan frugal ya mbaa tapi medit 🀣🀣 tapi emang ada aja kok yg ajaib macam begitu ya mba.. maunya nyubit orang tapi giliran dicubit kaga mau 😭

      Delete
  5. Aku sendiri masih bingung bisa disebut frugal living atau ga. Karena ga merasa hemat juga, tapi aku punya prinsip utk beli barang berkualitas Krn memang lebih awet. Sehingga ga harus beli tiap saat.

    Barang yg aku beli juga selalunya dibutuhkan. Tapi sesekali aku memang suka laper mata, trutama saat traveling mba. Di sana baru deh mikirnya, kapan lagi bisa kesini. Drpd nyesel, mending beli 🀣

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa klo lagi traveling emang bnyak godaan yekan. Klo gak dibeli ntar nyesel, biaya mentalnya malah lebih mahal huaahaha..
      Betul mbaa.. mending beli agak mahal sikit tp lebih awet. Krna memang ada harga ada rupa kan πŸ€— yg pnting barangnya kepake, bukan jd pajangan doang πŸ˜…

      Delete
  6. Saya sering tergoda dengan diskon, biasanya, walaupun saat itu belum perlu tapi kalau harganya lagi miring, saya beli deh.. Tapi kadang numpuk juga, akhirnya harusnya dihibahkan. Begitu juga dengan DIY dekorasi rumah. di sini cukup banyak ngeluarin uang hanya untuk hobby

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau udh ngomongin hobi susah kayaknya mba. Soalnya kan memang bikin kita hepi πŸ˜† meski boros yaudah lah dimaafin aja hahaha. Aku sendiri suka banget yg namanya sepatu. Tapi septu ahri2 yg bsia dipake gantian. Krna bikin aku hepi, ya tetap kubeli hehehe, yg penting aku pakai, bujan buat pajangan doang 🀣

      Delete
  7. "siapa tahu nanti butuh",
    Bener sih, kalau beli dengan pemikiran ini tuh jatuhnya malah kayak boros gak sih karna beli padahal ditumpuk aja.

    Bagi saya merawat barang yang kita punya itu salah satu praktek dan skill yang harus semua orang punya. Entah itu barang mahal ataupun tidak mahal.

    ReplyDelete

Post a Comment

Halo, terima kasih sudah membaca. Tinggalkan komentar ya, biar aku bisa balas BW 😊

Popular posts from this blog

14+ First Love (2015), Kisah Cinta Pertama dari Sinema Rusia

Kecombrang, Pemilik Aroma Segar Dan Rasa Khas Dari Hutan Indonesia

[REVIEW BUKU] My Sister’s Keeper by Jodi Picoult