1 November 2023, 10:35 AM


Papi. 

Sudah hampir 2 bulan Papi meninggalkan kami untuk selamanya. 

Rasanya banyak sekali kata-kata yang ingin kutuangkan di tulisan ini untuk mengenangmu. Mungkin suatu saat nanti bisa menjadi pengingat ketika aku membacanya lagi di masa depan. Tapi aku nggak tahu harus menulis yang mana. 

Kutunda-tunda terus untuk memastikan tidak ada yang akan terlewat untuk kutuliskan. Tapi nyatanya, hari ini aku masih bingung harus memulai dari yang mana. 

Terlalu banyak. 

Tapi tenang saja, Pi. Aku masih mengingat semuanya. Terekam dengan baik di kepalaku. 

Saat Papi memandangku dalam sadar untuk terakhir kalinya, sebelum jatuh koma. 

Juga saat Papi memandangku untuk terakhir kalinya sebelum nafas terakhirmu.

Aku masih menyimpan semuanya, Pi.

Aku bahkan belum punya hati untuk mencuci gelas, sendok, dan sedotan yang terakhir kali Papi pakai. 
Rasanya aku ingin punya kekuatan untuk menghentikan waktu, ketika Papi masih bisa minum dari gelas itu.       

Yang bilang waktu akan menyembuhkan ternyata memang benar.

Hari ini, hari ke 56, aku sudah tidak sedih lagi seperti waktu itu. Aku sudah bisa mengikhlaskan. 

Tentu saja banyak what ifs di kepala ini. Tapi aku sudah mulai bisa menerima. 

Waktu yang sudah berlalu, tidak bisa kembali lagi. Yang disesali, tidak bisa diperbaiki lagi. 

Aku sudah mengusahakan semua yang terbaik yang aku bisa, waktu itu. Aku sudah bisa memaafkan diriku sendiri, Pi 😉

I love you, Papi. 
All these times, I have always loved you, anyway. See you soon 💓


     Photo by Paweł L.: https://www.pexels.com/photo/man-holding-girl-while-walking-on-street-1194209/

Comments

  1. Turut berduka mabk atas kepergian Papinya, saya bisa merasakan juga,setahun yang lewat di bulan Juni, ibu saya pun berpulang setelah tak mampu lagi melewati penyakitnya, mungkin Allah lebih sayang dan gak mau melihat ibu tersiksa, alfatihah buat mereka🤲

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih ya mbaa.. ❤ Ternyata begini ya rasanya ditinggal orang tua 🙂 Berat, sungguh berat. Tapi memang sudah jalannya yang terbaik dipilihkan buat kita semua. Al Fatihah buat mereka...

      Delete
  2. Deep condolence ya Mba, semangat untuk jalani hari-hari meskipun ada duka yang masih menyelimuti yaa. Semangat untuk terus tersenyum, meskipun salah satu sumber kebahagiaan ada yang hilng. Saya dulu juga gitu ketika ibu saya meninggal, bahkan lewat dari 15 tahun lalu masih terasa sedihnya. Tapi hidup harus terus berjalan kan ya, meskipun rindu tiba-tiba muncul, yang masih ada juga butuh di sanjung. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, terima kasih. Sedihnya ya itu, hidup terus berjalan ya, nggak peduli betapa sedihnya hati ini. Kesibukan duniawi lainnya harus bikin kita ttp lanjut padahal.masih berduka. Iya, tetntu masih kangen, tapi kita yg hidup harus tetap semangat 😊

      Delete
  3. Al Fatihah buat papi alm tercinta. Semoga segala amal ibadah beliau diterima Allah SWT, diampuni dosa2nya. Aamiin yra.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aaminnn.. terima kasih ya mbaa.. sehat selalu juga buat mbak dan keluarga ❤

      Delete
  4. Ikut berdukacita ya mbaaaa. Baru tau kalo papi mba meninggal, berarti sudah hampir 2 bulan yaaa.

    Semoga papi diterima segala kebaikan dan amalnya, dan dilapangkan selalu kuburnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aminnn makasih ya mba Fanny buat doanya. Sejujurnya sekarang setelah hampir 4 bulan pun, masih terasa berat. Kupikir aku sudah bisa move on, ternyata belum. Rasanya benar ya, memang waktu yg bisa menyembuhkan kehilangan 😊

      Delete

Post a Comment

Halo, terima kasih sudah membaca. Tinggalkan komentar ya, biar aku bisa balas BW 😊

Popular posts from this blog

14+ First Love (2015), Kisah Cinta Pertama dari Sinema Rusia

Kecombrang, Pemilik Aroma Segar Dan Rasa Khas Dari Hutan Indonesia

[REVIEW BUKU] My Sister’s Keeper by Jodi Picoult