Day 13 : Destinasi Impian : Menebus kenangan masa kecil



Kalau membahas soal destinasi wisata impian, wah bisa-bisa jadi serial di blog nih hahaha... Karena untuk menyebutkan satu persatu rasanya banyak sekali ya. Tapi namanya juga impian kan ya, konon agar segera terealisasi harus divisualisasikan tho 😍

Kali ini aku ingin bercerita soal impian terlamaku. Sudah lama kupendam cita-cita wisata ini, namun sampai hari ini belum terealisasi. Semoga dengan dibagi di sini semakin banyak yang akan mendoakan ya? 😊 
Sebelumnya aku ceritakan dulu latar belakangnya ya (macam skripsi je). 
Jadi di suatu masa ketika aku kecil, tepatnya masih duduk di kelas 3 SD, kami sekeluarga pernah melakukan road trip dari Jakarta ke Surabaya.  Saat itu liburan kenaikan kelas, jadi sekitar bulan Juni dan Juli ya, dan aku naik ke kelas 4. Kami berlima, yaitu Papi, Mami, kakakku, aku, dan adikku, berkendara naik mobil pribadi, bertualang berlima selama kurang lebih 3 atau 4 hari. Ingat ya, kejadian ini di tahun 90an <<<buset, tuanya mbak ini>>>, dimana aku rasa belum ada jalan tol, apalagi Tol Trans Jawa ya 😋. Lazimnya di kala itu berkendara naik mobil dari Jakarta ke Surabaya  dengan jarak kurang lebih 800 km, dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam, bisa memakan waktu kurang lebih 13 jam. Karena kami jalan dengan santai, mampir sana, mampir sini, menginap lebih lama jika tempatnya asyik, jadilah kami 4 hari di jalan. 
Kenangan yang terbilang singkat ini, sangat membekas di hatiku. Selama di jalan, kami melakukan banyak hal agar tidak bosan. Dalam perjalanan selama itu ,pasti ada masa-masa membosankan ketika semua koleksi lagu sudah habis diputar, semua buku sudah dibaca, semua permainanan sudah dicoba mainkan, dan semua gaya tidur sudah dieksekusi. Maklum ya, anak 90-an seperti kami belum memiliki gadget, bro! 
Tentu saja perjalanan itu juga mendekatkan kami. Meski bertengkar sudah pasti tidak dapat dihindari, tapi karena tidak ada teman lain di perjalanan, ya pasti baikan lagi hehehe. Sejujurnya aku tidak seberapa ingat kota mana saja yang kami kunjungi, permainan apa saja yang kami lakukan, atau wisata kuliner ke mana saja. Seingatku hari-hari itu sangat melelahkan namun sangat-sangat menyenangkan. Yang kuingat hanya perasaan senang bertualang bersama, dan mungkin itu perjalanan darat pertama kami. Mungkin juga perjalanan darat kami yang terakhir, sehingga  sangat berkesan buatku. Dan bahkan bertahun-tahun setelahnya, aku masih mengenangnya dan ingin mengulangnya suatu saat nanti.
Nah, dari kenangan manis tersebut, aku terinspirasi untuk melakukan hal yang sama, dengan tujuan yang berbeda. Kali ini aku ingin melakukan road trip menjelajahi Pulau Sumatera.  Meski secara genetik berdarah Batak, baru dua kali aku menginjakkan kaki di tanah leluhur. Dua-duanya pun naik pesawat karena keterbatasan waktu dan budget. Maklum ya karena masih jadi karyawan, jadi jatah cuti yang terbatas masih belum memungkinkan untuk liburan agak lama semacam road trip.
Setelah survei kecil-kecilan dan membuat itinerary ala-ala, waktu ideal yang dibutuhkan adalah minimal 4 minggu. Karena waktu perjalanan PP sendiri memakan waktu 2 minggu, dengan asumsi perjalanan dilakukan dengan santai. Santai disini maksudnya seperti waktu kecilku dulu, aku mau explore setiap kota yang dilewati tanpa harus terburu-buru mengejar waktu. Mengunjungi tempat-tempat yang khas di tiap kota, apabila perlu menginap semalam untuk beristirahat. Nah, dengan perjalanan saja yang selama itu, jika hanya seminggu dihabiskan di tempat tujuan, sayang banget kan? Makanya aku tetapkan waktunya 2 minggu di tempat tujuan, sehingga total perjalanan akan menjadi 4 minggu. Minimal 4 minggu 😉
Secara garis besar, rencananya adalah saat berangkat aku akan melalui pesisir barat, lalu pulangnya melalui pesisir timur, Kenapa pesisir barat terlebih dahulu? Karena aku ingin segera melihat Bukit Barisan yang tersohor itu, lalu meneruskan hingga ke Aceh dan menyeberang ke Sabang, baru kemudian putar balik lewat pesisir timur, dimana merupakah tujuan akhirku, desa leluhur. 
Terbayang bukan, dengan perjalanan seambisius ini, berapa banyak biaya yang harus dianggarkan? Salah satu sebab belum dilakukan ya juga karena budget ini hehehe.. Sedikit berharap sih (atau berkhayal ya?), setelah kuceritakan di blog ini, ada Mr. X (seperti kisah Mbak Trinity) yang tersentuh hatinya dan berkenan menjadi donatur. Aminnnnn.   
PS : Saranku, yang belum pernah melakukan road trip, bergegaslah Kawan. Karena... I think you should do it once in your lifetime! 

Comments

  1. Hey that's me with my early 90s' swag 😻😻😻 ... and you, Sista, you're just the cutest, most adorable baby !!! (((the hat though 😻😻😻 #whistling))

    ReplyDelete

Post a Comment

what do you think? :)

Popular Posts