Parasite (2019)

https://www.theguardian.com/film/2019/may/21/parasite-review-bong-joon-ho#img-1


Pertama kali mengetahui film ini adalah dari postingan sutradara Joko Anwar di akun instagramnya. 

Gilak. Kalau Joko Anwar saja bilang bagus, berarti must-see!

Sudah banyak sekali ulasannya berseliweran di internet. Tapi aku menolak untuk membacanya. Lagi-lagi agar lebih obyektif, dan bisa menilainya dari sisi pribadiku. Setelahnya baru deh aku kepoin habis-habisan segala tentangnya.


Kisah awal dibuka dengan menceritakan tentang Keluarga Kim yang miskin dan tinggal di apartemen bawah tanah. Keluarga Kim terdiri dari empat orang yaitu Pak Kim dan istri, beserta kedua anaknya, laki-laki dan perempuan. 
Kehidupan mereka sangat sulit. Untuk mendapatkan akses internet saja mereka harus nebeng dengan tetangga atau cafe terdekat.
Kedua anaknya sudah bukan usia sekolah, namun belum bekerja dengan mapan. Mereka berempat bekerja serabutan. Diceritakan mereka menerima tugas untuk melipat kotak pizza, dan bila pekerjaan mereka tidak sempurna, bayaran mereka akan dipotong.
Sampai suatu ketika, teman si sulung datang menawarkan pekerjaan sebagai guru pengganti privat bahasa Inggris. Awalnya si sulung tidak percaya diri karena tidak kuliah. Tapi atas dorongan temannya itu, akhirnya dia setuju.
Berbekal ijazah palsu yang dibuatkan oleh adiknya, si sulung menemui calon orang tua muridnya.
Di sinilah cerita dimulai...
Aku tidak akan membahas ceritanya ya. Sudah banyak juga di luar sana.
Yang ingin kuceritakan disini adalah BETAPA KERENNYA FILM INI!
Kemiskinan keluarga Kim jamak sebenarnya di sini, di Indonesia. Namun ketika digambarkan di film ini, terasa menyesakkan dada. Beberapa hal mungkin lucu namun ingin tertawa pun rasanya miris.
Ketika mereka mencari spot di sudut-sudut rumah yang terjangkau wifi gratisan. Ketika ada yang berkomentar bahwa bau badan mereka sama, yaitu bau apartemen mereka yang lembab dan lusuh. Ketika apartemen mereka kebanjiran dan harus mengungsi ke aula penampungan sementara.
Kemiskinan mereka nyata dan masuk akal. Tidak lebai, apalagi drama.
Mungkin ini juga sebabnya, aku tidak bisa menganggap mereka sepenuhnya jahat. Kadang kemiskinan dan kesempitan, membuat kita, manusia, mau melakukan apa saja untuk sekedar bertahan.
Bertahan hidup.
Ketidaksukaanku pada keluarga ini dimulai ketika mereka menyingkirkan supir, kemudian pengurus rumah tangga, agar sang Ayah dan Ibu bisa masuk bekerja menggantikan mereka. Rasa sebal dan tidak suka muncul karena mereka memanfaatkan situasi dan mulai tamak.
Puncaknya ketika mereka memanfaatkan fasilitas rumah mewah ketika sang majikan berlibur di luar kota. Huft, mungkin aku melihatnya dari sudut pandang pemilik rumah ya?
Setelah ini, adegan suspense nya dimulai. Emosiku sebagai penonton juga diaduk-aduk. Yang tadinya sebel, aku malah bersimpati dan khawatir dengan nasib mereka.
Arah cerita tidak bisa ditebak. Sepanjang sisa film aku berusaha menerka bagaimana akhirnya. Bagaimana mereka keluar dari kesulitan ini?
Akting para pemain juga natural. Tidak ada yang lebai, tidak juga mengecewakan. Pas aja!
Dan penutupnya ... GOKIL...
Nonton deh. Kabarnya akan diputar di Netflix (atau sudah ya?)
Aku optimis, film ini akan jadi salah satu film yang akan kusebut di Film paling berkesan di 2019. 

Baca juga cerita Film paling berkesan di 2018 ya 😊

Saat perjalanan pulang, aku tak habis pikir. Manusia adalah benar, makhluk yang kompleks. Tidak ada hitam atau putih. Semua abu-abu. Semua kejadian ada sebabnya, ada konsekuensinya.
Film ini, dalam durasi 2 jam lebih sedikit, bisa merangkum semua emosi penonton. Gak heran menang di festival film. KUERENN!!
Yang menarik dan masih ingat sampai sekarang adalah komentar si Ibu tentang majikannya yang baik hati.
“Dia sangat baik karena dia sangat kaya. Aku pun, jika sekaya dia, akan baik”
Sepakat sih soal ini, hehehe.



Comments

  1. Ceritanya jadi penasaran gimana selanjutnya, apa ini sedang tayang di bioskop? Aku belum tahu iklannya, apalagi ini film dari Korea ya? Sangat menarik dengan situasi keluarga tidak mampu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ini film Korea. Coba cek di Netflix, kabarnya sudah tayang

      Delete
  2. Kalau Mbak Kartika saja bilamg keren, pasti keren sekali. Dan membaca ulasan singkat saja, saya langsung penasaran pengin nonton. Bagaimananya cerita selanjutnya? Apa setelah jadi guru les bahasa Inggris, nasib mereka akan sedikit berubah? Duh penasaran hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wakakak, jelas lah keren banget. Gak semua film yg kutonton mendapat kehormatan masuk di blog hahaha *congkak

      Delete
  3. Aku pernah lihat dimana gitu poster film ini. Direview seseorang di ig atau facebook. tapi setelah baca tulisan ini, jadi penasaran pengen nonton. Film Korea itu bagus-bagus menurutku, benar-benar digarap serius dan diapresiasi masyarakat maupun pemerintahnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dan sering ide ceritanya itu blom prnh ada yg bikin kayak gitu, film korea or drakor

      Delete
    2. Iya bener mereka itu serius cari tema untuk ceritanya. Kelebihannya budaya mirip dengan di Indonesia. Soal kekerabatan dan kekeluargaan mirip2 lah. Pingin ya kelak industri film Indonesia bisa lebih beragam genrenya

      Delete
  4. Bukan series ya. Film ya..

    Ntar tak coba cari di bioskopkeren.xyz
    Moga2 dah ada

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha bisa bisa. Selamat menonton yaa 😊😊

      Delete
  5. "Dia sangat baik karena dia sangat kaya. Aku pun, jika sekaya dia, akan baik”
    Hmm..kurasa enggak sepenuhnya benar. Karena banyak juga yang makin kaya makin lupa dia.
    Tapi..beneran ini film bikin penasaran, karena dah viral reviewnya di luaran..Meski dah dikit spoiler tapi kan ku pengin nonton lengkapnya juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe mnrtku orang kaya yang beneran kaya itu baik2 banget. Yang songong yang kayanya nanggung aja hahaha 😜😜

      Delete
  6. I agree! sejauh ini film terbaik 2019 dan ga nyangka aku akan bilang film korea ini bagus. Ga heran dia menang award.

    Menariknya banyak banget dialog2 yang berkesan terutama dari si bapaknya. Endingnya plot twist banget. Baguslah sekarang bisa ditonton ulang di Netflix

    ReplyDelete
  7. monmaap mau tanya, ini filmnya seperti film yang menang award kebnayakan gk sih mas? soalnya kebanyakan yang menang awards itu klo kutonton aku malah tidurr jtohnya. heheheh.

    Tapi ulasannya bikin penasaran pengen nonton jadinya.

    Aku setuju dong, klo org kaya yang beneran kaya mah selalu baik-baik ya. tapi klo masih nanggung mah kayanya banyak yang songong. hehhe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Monmaaf saya cewek mas 😅 iya ini menang festival. Justru yang menang itu yang bikin penasaran lhoo

      Delete
  8. Tulisan apa nih????? Racun buatku untuk segera menonton mbakkkk :'( penasaran, sebagus apa film ini sampe di review Joko Anwar. Nice info mbak.
    Masuk antrean dulu ae lah ya. Sabaaaar

    ReplyDelete
  9. Saya menunggu downloadannya. Kemarin ga sempet nonton di CGV. Padahal sudah penasaran banget. Seluruh film buatan sutradara ini memang dikenal bagus kak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ogitu ya? Berarti aku harus cari film lainnya ya! Noted!

      Delete
  10. Wuih Joko Anwar sampek nyetatusin yak, aku taunya dari status temen di FB hehe, tapi sayang nih blm berkesempatan nonton huhuhu,nunggu pilemnya di channel kesayangan deh :D
    Katanya emang mennag di festival film trus genrenya emang kyk gak jelas tapi emang layak tonton banget krn megaduk2 perasaan penonton, katanyaaaa :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beneran mbak. Gak terlalu jelas apa sebenarnya perasaanku saat nonton ini. Naik turun bgt deh emosinya. Kuerenn

      Delete
  11. Aku juga sudah banyak membaca ulasannya. Dan tampaknya memang menarik... Sayangnya aku ga suka cerita yang sad ending. Jadi masih mundur untuk nonton...

    ReplyDelete
  12. aku lihat rating dari filmnya, lumayan tinggi berarti banyak yang menikmati filmnya. Tetapi aku pribadi belum nonton

    ReplyDelete
    Replies
    1. bukan genre favorit kali yaa,, jadi gak minat hehehe

      Delete
  13. Tapi dilihat dsri sudut pandang manapun,kalau memanfaatkan fasilitas rumah orang tanpa seizin pemiliknya tetap salah dan kejam.

    ReplyDelete
  14. Saya belum pernah nonton ini film.. recomended kah....

    ReplyDelete
  15. aku baru juga nih selesai nonton film ini. memang keren yaa filmnya. paling ngenes itu lihat toilet rumah mereka yang lebih tinggi dari lantai sama pas kebanjiran itu. duh nggak kebayang deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aduh iya jiji banget yg bagian itu. Pas banjir airnya keluar dr situ hiiiiyyy

      Delete
  16. aku nyeseeeeeeel banget ga nonton pas msh diputer. mba iparku padahal udh wanti2 WAJIB NONTON film ini!! Duuuh tdnya aku berharap bisa msk di iflix juga, langganan yg itu soalnya hahahah. tp blm ada. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga dapet jalan ya mba bisa nonton. Bagus, bagus, bagus bangett

      Delete
  17. Dulu pernah dapat tugas bikin cerita ttg kemiskinan.

    Cerita saya begini.
    Ada sebuah keluarga yang sangat miskin
    Ayahnya miskin
    ibunya miskin
    anak-anaknya juga miskin
    tukang kebunnya miskin
    sopirnya miskin,
    artnya miskin

    semuanya miskin

    ReplyDelete

Post a Comment

what do you think? :)

Popular Posts