Bohemian Rhapsody : A story of Freddie Mercury



Ketika pertama kali melihat trailernya, aku berjanji dalam hati, harus banget nonton film ini.
Ketika akhirnya menonton, gak nyesel sama sekali. Bagus banget!
Keistimewaan film ini bahkan sudah dimulai ketika film belum dimulai. Ketika logo 20th Century Fox muncul, lagu Queen sudah muncul. Akkkk, I just knew that this film will be great!
Menonton film ini puas menikmati alunan lagu Queen dari awal sampai akhir film, bagaikan menonton konsernya. Aku sengaja tidak membaca resensi dan segala kritik dari film ini. Biar pengalaman menonton menjadi istimewa, tidak terpengaruh oleh hal-hal lain, selain menikmatinya saja.
O iya, aku sangat menikmati menonton film ini. Kisah dimulai dengan latar belakang keluarga Freddie Mercury. Ayahnya tidak setuju dengan aktivitas Faroukh (nama asli Freddie) yang dinilainya hanya bermain-main dan tidak serius dengan masa depannya. Sampai suatu malam Faroukh menonton band favoritnya dan memberanikan diri berbicara pada band itu setelah penampilan mereka. Kebetulan juga vokalisnya baru saja mengundurkan diri, sehingga dengan percaya diri, Faroukh mengajukan dirinya. Dan malam itu juga, untuk pertama kalinya dia berjumpa Mary, love of his life.
Petualangan pun dimulai bersama band barunya. Dari panggung ke panggung, kota ke kota. Sampai mereka memutuskan untuk menjual mobil operasional untuk merekam sebuah album. Proses pembuatan album digambarkan penuh dengan keseruan dan kreatifitas karena dikejar waktu juga. Bayangkan saat itu tahun 70-an dimana rekaman pasti dilakukan secara manual. Meski singkat namun bisa menggambarkan bahwa mereka berempat adalah jenius!
Ternyata album mereka sempat didengarkan oleh seorang produser album. Ajaibnya, mereka langsung mendapat kontrak album dan tampil di televisi, sebuah prestasi di masanya untuk sebuah band baru.
Kata-kata Freddie ketika ditanya apa keistimewaan Queen?
Singkat cerita, Queen meraih kesuksesan. Albumnya hit, tour promosi album ke seluruh dunia. Sementara itu kisah cintanya dengan Mary mulai goyah. Karena mereka berdua baru menyadari bahwa Freddie adalah seorang gay. Freddie menyayangi Mary namun tidak mencintainya sebagai seorang kekasih. Meski lagu Love of My Life diciptakan khusus buat Mary, namun cintanya hanya platonis.
Buat aku film ini berkisah tentang keluarga dan kasih sayang. Dibalik kemegahan nama Queen, sesungguhnya mereka adalah sebuah keluarga. Sejak awal karier mereka selalu bersama. Meski ada masa-masa mereka tidak saling menyukai bahkan membenci, namun sesungguhnya saling membutuhkan dan menyayangi satu sama lain. 
Keluarga selalu menjadi tempat untuk pulang, sejauh apapun kita pergi. Ketika Freddie di suatu masa pernah “berbelok” dan meninggalkan keluarganya, mereka tetap menyayangi Freddie, dan menerima  ketika akhirnya sadar dan kembali pulang.
Akting Rami Malek sungguh membuatku terpukau. Aku bahkan untuk sejenak lupa seperti apa wajah aslinya Freddie. Malek bahkan bernyanyi di film dan berlatih dengan movement coach untuk mendapatkan sedekat mungkin gaya Freddie (ini kubaca setelah nonton filmnya). Meski banyak kritik buat Malek, tidak dapat kubayangkan ada aktor lain yang bisa bermain melebihinya di film ini.
Didukung dengan penampilan apik dari Queen disepanjang film, dan sebagai penutup penampilan epic di Live Aid 1985, film ini sungguh menghantarkan kisah Queen dengan singkat dan padat. Dengan kemasan jam tayang hanya dalam 2,5 jam, tapi bisa mewakili semua potongan kisah penting di tubuh Queen. Bravo!
Meski aku tidak tumbuh dimasa kejayaan Queen, tapi aku merasa beruntung pernah mengenal dan menikmati lagu-lagu mereka, dan kemudian sempat menonton biopic nya. Keren!!
Photo : https://www.imdb.com/title/tt1727824/mediaviewer/rm2115128576

Comments

  1. Freddie Mercury's Legs ... they're a 10 😻😻😻😻😻

    ReplyDelete

Post a Comment

what do you think? :)

Popular posts from this blog

Parasite (2019)

My Life as Writer

Tentu saja aku bisa melakukan semuanya, tapi apakah aku mau?