Debut Pertama menjadi Kontributor Lepas


 

Yes, kali ini aku memberanikan diri untuk menerima tawaran menjadi kontributor lepas di sebuah blog arsitek. Alasan utamanya sebenarnya karena topik yang diminta adalah sebuah hal yang menarik hatiku.

Ehem, sebenarnya dulu aku sempat bercita-cita jadi arsitek lho. Sebelum kegagalan di ujian masuk universitas menjegalku, yang akhirnya membawaku nyasar ke dunia akuntansi. Well, gak nyesel sih, karena ternyata aku sangat menyukai pekerjaan akuntanku 😍

Kembali ke soal kontributor tadi, jadi karena tema besarnya arsitektur, jadi ini seperti pucuk dicinta ulam tiba. Meski aku tidak ditakdirkan berkarir sebagai arsitek, tapi ada saja kesempatan dalam hidupku yang mendekatkanku ke bidang ini. Seperti waktu aku yang membuat rancangan ala-ala buat renovasi rumah orang tuaku, berlanjut ke renovasi buat rumah temanku karena dia suka rancangan rumah orang tuaku, dan sekarang ini, menulis artikel tentang arsitektur.

Kuputuskan untuk menerima tawaran pekerjaan ini. Tenggat waktunya cukup bikin deg-degan tapi kuyakinkan diriku kalau aku gak akan tahu kalau aku gak mencoba. Kenyataannya memang bikin degdegser abis, hahaha, tapi worth to try.

 

Baca juga: Kenapa Harus Menulis?

 

Setelah proyek selesai, kini aku bisa bernafas lega. Sebagai kenangan, aku ingin berbagi sedikit tentang pengalaman kemarin, yaitu beberapa hal baru yang aku pelajari:

 

Belajar mengumpulkan bahan tulisan dengan cepat

Terima kasih pada teknologi yang bernama mesin pencari, mencari bahan tulisan sekarang semudah beli cilok. Ada di mana aja hehehe. Asal punya kata kunci yang tepat, ratusan bahan tulisan ada di depan mata.

Tantangannya adalah mengolah bahan tulisan yang banyak itu. Kurang bahan pusing, kebanyakan juga repot yekan?!

Sistem yang tercepat yang aku pakai adalah, gunakan kata kunci sespesifik mungkin, untuk memfilter otomatis. Kemudian ambil 5 artikel yang paling relate. Dari situ kita bisa olah menjadi sebuah artikel baru. No plagiarisme ya. Aku sangat menjaga integritas sebagai penulis. Artikel akan kutulis ulang dengan gaya bahasa saya. Selain itu klien memang sudah mengingatkan sih, akan dicek perihal plagiarismenya.     

 

Belajar disiplin waktu

Bekerja dengan tenggat waktu memang bisa bikin stres sendiri kalau kita gak disiplin. Kuncinya di perencanaan. Sistem yang aku pakai, aku bikin time table, yang mem-breakdown target sampai harian. Dalam satu hari aku harus bikin berapa artikel?

Pengalaman kemarin, aku harus bikin 3 artikel dalam sehari, selama 10 hari. Cukup wow juga sih buat aku karena disambi kerjaan lain juga. Tapi aku merasa masih bisa mengatasinya asal aku disiplin dengan waktu.

Gimana caranya biar bisa fokus menulis 3 artikel dalam sehari?

Tips pertama, tanamkan pada diri, kalau sampai meleset kurang dari 3 artikel di hari itu, artinya besok aku harus lembur 4 artikel, dan begitu seterusnya. Ini bukan berita baik, jadi cukuplah untuk mencambuk kemalasanku.

Tips kedua, kalau sudah duduk dan komit memulai menulis, aku jauhkan itu ponsel. Kalau kerja dekat dengan ponsel, setiap notif sukses bikin aku melirik hehehe. Gak aku matikan sih, karena tetap harus komunikasi sama klien. Jadi untuk sementara aku jauhi saja. Setiap ada jeda menulis, aku cek siapa tau ada yang penting atau mendesak untuk dijawab. Kalau benar-benar ada yang darurat, mereka pasti telpon kok, no worry πŸ˜ƒ

Dari time table yang aku buat, aku juga bisa ngecek progres kerjaan aku. Biasanya aku lebih suka ngebut di awal, jadi kalau ada revisi masih ada sisa waktu. Gak mefet banget. Lebih menenangkan buat jiwaku juga, kalau bisa selesai sebelum tenggat waktu.

 

Latihan menulis artikel panjang

Untuk artikel organik di blog, biasanya aku menulis artikel panjangnya di kisaran 600 kata saja. Kali ini permintaannya 800 kata. Meski gak panjang-panjang amat, buatku cukup menantang. Dengan deadline yang ketat, panjang kata yang lumayan, bikin aku kerja keras juga untuk membuat artikel yang informatif dan enak dibaca.

Sekarang, rasanya seperti habis ikut kelas menulis intensif, lho. Menulis artikel jadi terasa lebih mudah dan cepat. Memang betul ya, menulis itu harus dilatih. Untuk menjaga ritme dan mengasah keterampilan menulis.

Ini juga yang menginspirasiku untuk membuat blog post terjadwal sejak bulan Juli 2020 ini. dengan begitu aku “terpaksa” menulis di blog seminggu 3 kali. Selain agar blogku lebih ramai isinya, juga menjaga ritme menulis blog biar gak keterusan malasnya hehehe

 

Baca juga: Selamat Ulang Tahun ke-1 #kartikatur

 

 

Belajar banyak hal lagi tentang arsitektur

Ini menjadi kepuasan tersendiri sih, karena bisa baca banyak hal tentang arsitektur, dibayar pula!

Sambil menyelam minum air, sambil cari bahan, aku mengumpulkan ide juga buat rencana renovasi mendatang.

Senangnya jadi penulis konten, aku merasa tambah pintar setelah menyelesaikan satu job. Hobi membaca terpenuhi, hobi menulis dibayar, ditambah dapat ilmu baru juga, all in one!

 

Dari pengalamaan kemarin, aku gak kapok sih, malah mau lagi. Aku rasa pengalaman baru ini membuatku mengalahkan diri sendiri yaitu melawan kemalasanku menulis (ternyata bisa kok menulis 3 artikel dalam sehari). Aku juga menganggap ini sebuah lompatan prestasi. Yang tadinya menulis hanya untuk blog pribadi, kini artikelku akan dipakai untuk blog bisnis. Merasa naik kelas, euy! 😎

Buat teman-teman yang berminat mencari pengalaman tambahan juga, bisa dicoba juga yuk. Buat seru-seruan menulis dan menambah portfolio menulis kita πŸ˜‰


Comments

  1. Selamat atas debut pertamanya, mba πŸ₯³πŸŽ‰

    Bicara soal arsitektur, saya termasuk yang interest dengan dunia arsitek dan teman-temannya (interior, home decor, everything related to building) hehehehehe. Jadi saya bisa paham bagaimana excited-nya mba Kartika saat debut pertama mengerjakan topik yang mba suka. It must be fun 😍

    Semoga akan ada proyek lepas ke dua, ke tiga dan seterusnya mba. Dan perihal poin-poin di atas, saya setuju terutama mengenai time table, karena kalau nggak pakai time table besar kemungkinan pekerjaan nggak akan selesai sesuai tenggat waktunya πŸ™ˆ that's why til now saya pun masih menggunakan time table saat bekerja ~ semangat untuk kita, mba πŸ˜πŸ’•

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mbak Eno!
      Amin amin semoga yaa... aku juga berharap sangat bakal ada proyek menulis lain dalam waktu dekat ^_^

      Tos kita ya soal time table!
      Dasarnya aku memang pelupa banget dan suka bikin rencana, jadi memang di setiap lini kehidupanku, ecie, aku selalu punya plan and tables mba hahaha membuat hidupku lebih teratur dan ada arahnya. Kalau nggak, seringnya terlalu excited dengan banyak hal, end up kagak ada yang beres wqwqwq


      Yes, semangat buat kita semua ya! Anw, makasih sudah membaca :))

      Delete
  2. Keren keren... tantangan sekaligus pengalaman menarik. Arsitek tuh cita2 lama saya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah tos dong Bang. Yah kadang hidup memang tidak seindah drama korea, akhirnya malah jadi jauh banget ke bidang ekonomi πŸ˜†

      Ah i see,, makanya sudah dimulai bisnisnya di bidang propertinya ya Bang wkwkwk

      Delete
  3. Mantap, saya jadi ikutan belajar banyak nih dari mba Kartika. Saya sendiri masih mood-moodan ngerjain jadwal yang saya buat sendiri. Jadi suka gak pede kalau ditargetin kayak gtu. Makanya kalau nulis artikel bikin targetnya gak pernah muluk-muluk. Jadi kalau gak kecapai gak stress, kalau bisa lebih banyak dari target malah jadi seneng :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha kita sama2 belajar Mas ^_^
      Tapi memang sekali-kali harus menantang diri sendiri, dan ternyata bisa kok. Kalau gak dicoba kita gak akan tahu kan? ;)

      Delete
  4. Sedih baca komen-komen di atas, kayaknya kok cuman saya ya yang sama sekali nggak bercita-cita jadi arsitek, padahal waktu STM pelajaran menggambar saya lumayan bagus.
    Padahal gambarnya pakai meja gambar, bukan komputer :D
    Saya bahkan pernah mendaftar masuk jurusan arsitek, dengan alasan pilihannya 2, sipil dan arsitek.
    Sipil terlalu sulit hitungannya, jadi saya ikutan teman-teman untuk daftar arsitek, eehhh kagak lulus, emang bukan jodohnya di arsitek, malah masuk Sipil hahahaha.

    Btw selamat yaaa dengan debutnya jadi kontributor lepas.
    Keren nih, jadi punya cambuk sendiri buat disiplin bikin tulisan setiap hari :)

    Waktu puasa lalu, saya 2 kali diajak jadi kontributor gini, tapi saya nggak yakin sanggup hahaha.
    Soalnya udah ada blog yang kudu saya utamakan harus posting setiap hari sih :D

    ReplyDelete
  5. kok sedih, kan tiap orang berbeda cita2nya Mbak Rey :)
    kalau gak masuk sipil, gak ketemu paksu lho #eaaaa

    hihihi terima kasih mba Rey. iya sih, sempat terpikir juga ini kok malah sibuk ngisi konten blog orang, bukan malah ngisi konten blog sendiri wkwkwk tapi ya sudahlah, namanya buat menambah pengalaman. toh jadinya konten juga meski cuma sebiji artikel :P

    ReplyDelete
  6. halo kak kartika,
    congrat kak, seruuu yaa....jadi kontributor lepas.
    pengen tau tulisan kak kartika sebagai kontibutor lepas dong (^__^)

    Btw, saya juga gak berjodoh tuh berkarir di dunia arsitektur, padahal tinggal sidang terakhir satu kali lagi. tapi ....Takdir berkata lain, hihihi. tapi gak apa - apa. kadang saya masih suka nerima tawaran bikin desain 3D rumah atau taman, lumayanlah, rasa kangen terobati (^o^)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa kan aku sudah baca lho guess post di Creameno ^_^ enw, selamat yaaaa woohoo

      Gapapa ya teh Eka, selalu ada rencana lain di balik belokan hihihi. nyatanya kita baik2 saja sekarang. Patah hati itu dulu, lalu tumbuh berganti mimpi yang lain.

      Hahaha jadi malu, tapi bisa sih, sebenarnya aku cantumkan link-nya di portofolio :D monggo, kalo sempat dihampiri (^o^)

      Delete
  7. wah selamat mbak pasti seneng banget dan dapat pengalaman baru
    memang kalau jadi kontributor kita dituntut untuk bisa disiplin dan nulis dengan jumlah kata tertentu

    tapi nanti akan asyik dengan sendirinya dan bisa jadi portofolio kita yang sangat berguna
    tetap semangat mbak

    ReplyDelete
  8. Wah keren banget mba!

    Jujur aku seneng banget foto-fotoin arsitektur gitu, tapi kayaknya belum seberani mba deh buat ambil job nulis soal arsitektur ini. Semoga sukses dan lancar selalu mbaa.

    ReplyDelete

Post a Comment

Halo, terima kasih sudah membaca. Tinggalkan komentar ya, biar aku bisa balas BW 😊

Popular posts from this blog

Pengalaman Pertama Jadi Komuter di Ibukota. Siapa Takut?!

Tentu Saja Aku Bisa Melakukan Semuanya, Tapi Apakah Aku Mau?

Kecombrang, Pemilik Aroma Segar Dan Rasa Khas Dari Hutan Indonesia