Tilik Brown Canyon Semarang Di Era Adaptasi Kebiasaan Baru

 

sumber: semarangwingkorolls.com

Brown Canyon Semarang adalah salah satu tujuan wisata alam di Semarang yang belakangan ramai dibicarakan. Sekilas namanya mirip dengan Grand Canyon yang di Amerika ya. Gak salah juga sih, karena secara penampakan memang mirip banget. Jadi penasaran kan secantik apa sih penampakannya? Apa betul se-instagramable itu?

Brown Canyon terletak di daerah bernama Tembalang di Semarang, Jawa Tengah. Kami yang datang dari Surabaya, memilih lewat tol Surabaya-Semarang, lalu keluar di Exit Banyumanik. Dari sini kira-kira menempuh perjalanan sejauh 9 km, maka kita akan sampai di lokasi.

WOW.

Kesan pertama saat memasuki lokasi ini adalah luas dan grande sekali. Kesan keduanya, panas sekali. Hari itu kami sampai di sana sekitar jam 11. Cuaca memang sedang panas-panasnya. Maklum, Brown Canyon sejatinya bukanlah tempat wisata. Brown Canyon adalah lokasi penambangan pasir yang masih aktif sampai sekarang.

Sebelum terbentuk tebing dan batu yang cantik itu, tadinya lokasi ini adalah perbukitan. Karena diuruk dan diambil materialnya selama bertahun-tahun, maka terbentuklah tekstur yang unik ini. Terjawab sudah kenapa sepanjang perjalanan menuju ke sini sering berpapasan dengan truk-truk pengangkut pasir.


betapa excavator kuningnya kecil banget dibanding tebingnya, sumber: mytrip123.com

Untuk masuk ke Brown Canyon, belum ada tiket masuk yang resmi. Karena bukan tempat wisata, jadinya dikelola oleh warga sekitar. Ada beberapa pungutan dan iuran parkir yang dikenakan ke pengunjung. Tapi tenang saja, masih terjangkau, kok.

Waktu yang paling tepat untuk ke Brown Canyon adalah disore hari. Selain cuaca yang tidak terlalu panas, aktivitas penambangan juga sudah selesai. Pengunjung bisa puas berfoto-foto sambil menanti matahari tenggelam. Kami yang hari itu mengejar waktu untuk berburu lumpia tidak bisa berlama-lama menunggu sunset. Hmm kapan-kapan ke sini lagi deh di waktu yang lebih pas.

Tujuan utama berwisata ke sini adalah berfoto ria. Banyak spot cantik alami yang bisa dipakai para penyuka fotografi. Waktu itu saya juga sempat melihat ada rombongan yang sedang melakukans sesi foto prewedding. Sekali lagi karena bukan tempat wisata, belum tersedia tempat makan atau jajan cantik ya di sekitar lokasi.

Di era adaptasi kebiasaan baru ini, rasanya cukup aman berkunjung kemari. Karena tempatnya terbuka dan luas, tidak perlu khawatir tidak bisa menjaga jarak. Masih banyak spot-spot foto yang bisa dieksplor, jadi tidak perlu rebutan atau mengantri seperti di lokasi wisata instagramable lainnya. Meski demikian protokol kesehatan tetap ditaati ya, seperti memakai masker dan selalu mencuci tangan dengan hand sanitizer.

Buat yang tertarik berkunjung ke Brown Canyon, berikut ada beberapa tipsnya:

  • Karena lokasi masih alami dan jalan yang dilalui tidak selalu mulus, sebaiknya tidak menggunakan kendaraan yang ceper. Buat yang suka petualangan, bisa juga mengajak sepeda onthel anda untuk bermanuver.
  • Selalu memakai masker. Selain untuk protokol kesehatan, di lokasi cukup berdebu dan banyak angin kencang.
  • Jangan lupa memakai kacamata dan topi/payung. Selain untuk melindungi dair panas, juga untuk mencegah debu dan angin.
  • Selain menunggu sunset, banyak juga yang datang di pagi hari untuk menunggu sunrise. Hmm, menarik ya, bikin penasaran!


bertualang dengan sepeda, sumber: mytrip123.com 


Secara keseluruhan, lokasi ini sungguh worth it untuk dikunjungi. Buat penghobi fotografi, lokasi ini memberikan pemandangan alami yang cantik dan mudah dijangkau. Kemanapun kita  menoleh, tersedia spot-spot menarik untuk dibidik kamera. 

Sejujurnya lokasi ini mengingatkanku pada Goa Pote di Bangkalan, Pulau Madura. Sama-sama lokasi penambangan yang membentuk tekstur alami yang cantik. Bedanya Goa Pote adalah penambangan batu kapur. Dengan pengelolaan yang lebih rapi, tentu Brown Canyon akan semakin menarik minat pengunjung.

Selamat berlibur di era adaptasi kebiasaan baru!

 

Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Lomba Blog “Wisata Kabupaten Semarang Di Era Adaptasi Kebiasan Baru”.

Comments

  1. Thanks kak, infonya bermanfaat bngt...jujur aq yg di Ungaran (deket dr Tembalang) blm tau tempat ini,, next time bisa di coba...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah padahal udah dekat banget ya hihi, iya bisa dicoba sore2 melipir kesini mah, buat refreshing liat sunset 🀠

      Delete
  2. Seumur umur blm pernah ke tempat ini. Hehehe.. Tapi seru juga ya mumpung blm musim hujan hehehe

    jika senggang silakan kunjung balik ke artikel saya ya https://hamidanwar.blogspot.com/2020/09/museum-kereta-api-ambarawa-dan-jejak.html

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul kak, ini mantul banget kalau musim kemarau kesini. Gak kebayang kalau musim hujan ke sini pasti belepotan semua deh sama lumpur hehehe

      Delete
  3. Kok keren sekali ada brown canyon di Semarang 😍
    Ini seperti grand canyon versi lokal ya hahaha. Pasti cantik sih untuk foto-foto dan lihat pemandangan 😍
    Wah, kalau kak Tika nggak nulis ini sih, aku nggak tahu kalau di Jawa ada yang seperti ini jadi terima kasih untuk insightnya kak! πŸ€—

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe iya Lia, aku juga gak sengaja kok taunya. Pas mau jalan ke Semarang, cari info wisata apa yg dilewati mumpung bisa mampir, lah ketemu ini. Keren lah, dapat suasana yang beda sama wisata alam yang biasanya

      Delete
  4. Brown canyon indah sekali ini mbak.. Ga kalah dgn grand canyon nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mas, sapa tau bisa mampir ya kalo pas lewat Semarang 🀠

      Delete
  5. Wah menarik ini mbak.. bisa jadi ampiran kalo pas lagi berkunjung di rumah sodara yang di dekat kendal. Cuma sayang mobil kami ceper nih. harus pinjam mobil adek dulu nih kalau mau mampir Brown Canyon :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa selamat berlibur yaa, ditunggu liputannya di blog 🀠🀠

      Delete
  6. Saya udah pernah ke sini dong, tahun 2015an kalau ga salah.
    Lucu sih, pertama kali ke Semarang, bukannya ke wisata yang paling terkenal di sana, malah milih ke sini dong.
    udah gitu kami percayakan semua ama google maps, yang jadinya, kami nyaris aja nyemplung di sungai, dan parahnya, destinasinya kami di bawah di puncak bibirnya jurang brown canyon ini.

    Ya ampuunn..

    Tapi over all, puas ke sana dulu, karena nggak rame :D

    ReplyDelete

Post a Comment

Halo, terima kasih sudah membaca. Tinggalkan komentar ya, biar aku bisa balas BW 😊

Popular posts from this blog

Pengalaman Pertama Jadi Komuter di Ibukota. Siapa Takut?!

Tentu Saja Aku Bisa Melakukan Semuanya, Tapi Apakah Aku Mau?

Kecombrang, Pemilik Aroma Segar Dan Rasa Khas Dari Hutan Indonesia