Goals VS Habits

Tanggal sudah menunjukkan 2 Juli 2023.

Apa kabar dengan resolusi di awal tahun?

Haduh, membahas resolusi awal tahun malah bikin malu sendiri sih. Karena seperti tahun-tahun sebelumnya, masih jauh panggang dari api πŸ˜‚ Yang artinya, boro-boro sudah mencapai sekian persen. Wong dikerjakan saja sudah tidak lagi kok πŸ˜‘

Lalu pada suatu hari, aku ngobrol dengan salah seorang teman baikku. Setelah bertukar kabar, entah dari mana aku mulai curhat soal resolusiku. Pokok permasalahannya adalah bagaimana sih caranya biar bisa konsisten mengerjakan suatu hal secara terus menerus, agar resolusiku bisa tercapai. 

Misalnya nih, salah satu resolusiku di tahun 2023 adalah membaca 1 buku setiap bulan. Kenyataannya?

Sampai hari ini di awal bulan Juli, belum ada satupun buku yang sudah kuselesaikan. Dan sebenarnya ini selalu terjadi dari tahun ke tahun lho. Omoo, memang ada yang salah dengan cara diriku memandang masalah ini rupanya 😏 

Beruntungnya aku, aku curhat ke teman yang tepat. 

Dia bilang begini, "Kamu nggak perlu bikin resolusi yang ndakik-ndakik (bagi yang nggak tahu artinya, artinya lebay). Satu buku dalam sebulan itu effort-nya gede lho. Belum dimulai aja kamu sudah malas duluan, membayangkan dalam sebulan harus menyelesaikan satu buku. Bener nggak?"

Aku manggut-manggut, terhipnotis.

Melihat aku tidak protes, dia melanjutkan tausiyahnya. "Jadi yang harus kamu lakukan adalah buat sebuah kebiasaan setiap hari. Misalnya kebiasaan untuk membaca 2 halaman setiap hari."

Bener juga, pikirku. Kalau sehari cuma 2 halaman mah gampang.

"Jadi ngga penting kapan kamu akan selesai membaca bukunya. Yang penting kamu harus membaca 2 halaman setiap hari. Suatu hari nanti, kalau kamu selalu mengerjakannya setiap hari, bukunya pasti selesai. Bener nggak?"

Kenapa baru terpikirkan ide seperti ini ya? 

Selama ini aku bekerja pun seperti ini. Dengan deadline di tanggal sekian, aku akan mem-breakdown pekerjaanku menjadi beberapa bagian yang harus selesai di hari kesekian dan kesekian, sehingga ketika deadline tiba, semua sudah beres. 

I love this idea.

Karena aku senyum-senyum, dia melanjutkan lagi.

"Start with simple and easy. Jadi kamu nggak akan punya alasan buat malas. 2 halaman per hari kan super gampang. Sambil bo*er juga bisa."

Hahaha, kami berdua tertawa.

I love you, my dearest friend. Thank you for giving me this magical insight πŸ’•

Buat aku yang memang tipenya suka banget menunda-nunda dan suka ngeles cari alasan, dia paham sekali dengan diriku ini. Memang harus dicari yang super gampang, sehingga aku nggak akan bisa ngeles lagi. 

Aku lanjut curhat dong dengan sisa resolusiku yang lain. Yang masih ingin kucapai di tahun ini, tapi belum terlihat hasilnya. 

"Resolusinya yang harus direvisi, dibuat menjadi kebiasaan yang gampang dikerjakan." jawabnya singkat.

 

Goals VS Habits

Photo by Moe Magners: https://www.pexels.com/photo/person-holding-a-pink-poster-with-message-6670877/



Judul ini biar kelihatan keren aja sih. Keren beneran nggak? πŸ˜‚ 

Resolusiku adalah Goals. Kebiasaan yang kukerjakan adalah Habits.

Kalau kita membahas tentang resolusi, tentunya kita akan membicarakan tentang tujuan-tujuan yang ingin dicapai. 

Ingin menurunkan berat badan sekian kilogram.

Ingin mendapatkan pekerjaan baru,

Ingin mengumpulkan uang untuk DP Rumah.

Dan seterusnya.

Karena isinya adalah tujuan, karakternya adalah hal yang besar, dan sulit untuk dicapai dalam waktu yang singkat. Time frame-nya jangka panjang gitu. Untuk mencapainya diperlukan energi, waktu, dan komitmen yang cukup besar untuk sampai di tujuan. 

Misalnya untuk menurunkan berat badan 5 kg, harus rutin berolahraga, serta menjaga asupan makanan setiap harinya. Bayanginnya aja sudah malas duluan nggak sih? 

Aku sih iyes.

Jadi kata temanku, mindsetnya yang harus diubah. 

Daripada membuat satu resolusi, lebih baik membuat satu kebiasaan yang bisa dikerjakan setiap harinya. Buat yang mudah dikerjakan, dan tidak memakan banyak waktu.

Misalnya, dalam contoh kasusku, karena punya tujuan untuk rutin membaca buku, kapan buku itu selesai tidaklah penting lagi, Karena sebenarnya yang aku inginkan bukan berlomba-lomba membaca buku sebanyak-banyaknya. Yang aku inginkan adalah menambah ilmu dengan membaca buku, suatu hal yang sangat kusukai. 

Untuk itu aku akan membuat kebiasaan membaca buku 2 halaman setiap hari. Bisa dikerjakan kapan pun, dan paling lama cuma 5 menit waktu yang dibutuhkan. Dilakukan setiap hari, dan tidak boleh skip.

Jika kebiasaan membaca buku 2 halaman setiap hari dikerjakan, untuk buku dengan jumlah halaman standar 200 halaman, maka akan selesai dalam 100 hari. Tidak ada alasan untuk tidak mengerjakan. Maka dalam setahun akan ada 3 buku yang akan selesai dibaca. Menarik ya!

Dibandingkan dengan statusku yang dalam 6 bulan ini tidak ada 1 pun buku yang selesai, ini adalah rencana yang lebih baik. Andai saja aku sudah memulai membaca 2 halaman setiap hari sejak bulan Januari, maka sekarang buku keduaku akan selesai. Huft. 

Buat yang resolusinya ingin lebih fit, yakin mau mendaftar jadi member gym lagi? Biasanya sih hanya bertahan paling lama 1 bulan rajinnya. Sisanya, hmmm. Pengalaman pribadi sih πŸ˜… 

Lebih baik cari latihan yang mudah untuk dikerjakan. Jalan kaki 15 menit, push up 1 set @10 kali, plank 20 detik, atau apapun yang disukai. Tidak penting seberapa lama durasinya. Yang penting dikerjakan setiap hari. Jika dilakukan setiap hari, lama-lama akan terbiasa dan durasi tentu saja bisa ditambah. 

Misalnya diputuskan akan melakukan push up 1 set @10 kali setiap hari. Bangun tidur bisa lho langsung push up. Tidak perlu mandi dulu, apalagi pakai sepatu, atau keluar rumah. Sangat mudah. Dan tidak butuh waktu yang lama. Jadi tidak ada alasan untuk tidak mengerjakan. Dilakukan setiap hari, dan tidak boleh skip.    

Jika kebiasaan push up dilakukan setiap hari, 1 set akan terasa semakin mudah. Jika dirasa sudah lebih kuat, tambahkan 1 gerakan saja dalam set tersebut. Yang tadinya dalam 1 set ada 10 push up, tambahkan menjadi 11 push up dalam setiap set. Pelan-pelan saja. Suatu hari nanti kamu sudah bisa mengerjakan 20 push up, atau setara dengan 2 set. Keren kan!

Buat yang ingin menurunkan berat badan, mungkin bisa mencoba kebiasaan baru seperti mengurangi minuman yang manis. Sekarang ini godaan minuman manis kurasa sangat masif. Banyak banget minuman kekinian yang manis dan gemoy yang bikin selalu pengen coba lagi dan lagi. Belum lagi kebiasaan minum kopi 2 hingga 3 kali sehari. Bayangkan betapa banyanya konsumsi gula dalam sehari hanya dari minuman πŸ˜“

Yuk coba kebiasaan baru minum minuman manis 1 kali saja sehari. Bebas mau minum apa saja, tapi cuma boleh 1 kali sehari. Dilakukan setiap hari, dan tidak boleh skip. Kalau pinisirin dengan minuman boba baru yang di ujung sana, besok deh, si boba nggak akan kemana-mana kok 😝

Sudah paham kan?

Pada akhirnya, kalau kebiasaan-kebiasaan kecil dan mudah ini dikerjakan secara konsisten, suatu hari nanti resolusi kita bisa tercapai lho. Masuk akal ya?

Untuk benar-benar menjadi sebuah kebiasaan baru, lakukan selama 21 hari. Tahu kan Habit Formula dimana ketika kita mengerjakan satu hal selama 21 hari berturut-turut, maka hal tersebut akan menjadi sebuah kebiasaan baru. Kita akan merasa seperti otomatis saja mengerjakan kebiasaan ini. Kalau tidak dikerjakan, justru merasa ada yang hilang dalam hidup ini, ciee.

Setelah 21 hari, lakukan evaluasi apakah kita benar-benar menikmati mengerjakannya. Apakah terasa terlalu berar, atau malah terlalu ringan? 

Dari sini, kita bisa memutuskan untuk menambah atau mengurangi halaman buku yang harus dibaca, atau durasi latihan, atau mungkin menambah kebiasaan baru yang akan menunjang resolusi (tujuan) kita.

    

Mari Merevisi Resolusi 

Jadi di awal tahun 2023, aku membuat beberapa resolusi. Berhubung mau direvisi, nggak perlu disebutkan deh di sini πŸ˜‚

Sekarang yang paling penting adalah membuat kebiasaan baru yang akan membuatku mencapai tujuan. Setelah pemikiran yang mendalam, dan dibantu teman baikku tentu saja, aku akhirnya memutuskan ada 4 kebiasaan baru yang mau kulakukan. Pertimbangannya tentu saja, karena mudah dilakukan, dan memberikan manfaat dalam jangka waktu yang panjang. 

1. Olahraga

Untuk dapat bekerja dan hidup dengan baik, aku perlu tubuh yang sehat. Untuk itu aku ingin melatih tubuhku untuk terbiasa bergerak. Aku ingin menua dengan sehat dan bugar, macam Sophia Latjuba itu lho 😍 

Sebenarnya aku cukup rutin melakukan olahraga zumba di pagi hari. Olahraga sambil diirigi lagu itu mood booster banget sih buat aku. Tapi ketika pagi yang sibuk datang, malam sudah kelelahan, akhirnya yang ada aku skip zumba. Karena cukup ribet ya, aku harus cari lagu, ganti baju, dan pakai sepatu. 

Setelah pemikiran yang mendalam, yang sebenarnya aku inginkan adalah melatih otot jantung, dan fokus di memperkecil paha dan lengan. Akhirnya kuputuskan untuk latihan squat dan latihan bisep-trisep. Aku memulainya masing-masing 25 gerakan. Tidak banyak waktu yang dibutuhkan kok, paling lama 7 menit totalnya. 

Saat tulisan ini dibuat, aku sudah memasuki hari ke-18. Dan aku sudah bisa mengerjakan masing-masing 60 gerakan setiap harinya. Bangga juga sama diri sendiri 😎  


2. Meditasi

Sudah banyak sekali artikel yang menyebutkan betapa banyak manfaat dari meditasi. Aku pribadi sebenarnya lebih ingin melatih fokus. Fokus pada pernafasan dan fokus pada saat ini (present). 

Setelah membaca banyak artikel bagaimana caranya melakukan meditasi yang benar, sepertinya meditasi yang benar adalah dengan tidak memikirkan apapun. 

Jujur, ini syulit buatku. Sama halnya ketika sedang salat, selalu ada saja pikiran-pikiran yang masuk dan mengganggu konsentrasi. Tapi aku berusaha fokus pada bacaan doanya. Jadi bisa sedikit teralihkan. 

Nah, sulitnya meditasi ini, tidak ada pengalihan isu yang bisa dilakukan. Akhirnya aku mencobanya dengan fokus pada pernafasan saja. Aku ingin bernafas dengan mengambil udara sebanyak-banyaknya, lalu menghembuskannya dengan nikmat secara perlahan-lahan. Benar-benar berusaha menikmati waktu dan pernafasan yang kulakukan. Semoga saja benar. 

Pertama kali melakukan meditasi, aku memulainya dengan 10 detik. Lalu setiap harinya kutambah 5 detik. Saat ini di hari ke-18 aku bisa bernafas dengan santai dan nikmat dengan waktu 100 detik. 

Tapi masih ada saat-saat dimana aku menunggu kapan alarmnya bunyi πŸ˜‚ I know, masih nggak konsen ya? Tapi aku nggak boleh menyerah dan berhenti. Karena targetku adalah mengerjakan meditasi dalam waktu 5 menit. Kalau aku berlatih setiap hari, aku yakin targetku pasti bisa tercapai.

   

3. Membaca buku 2 halaman 

Seperti sudah kusebutkan di atas, membaca buku 2 halaman per hari menjadi kebiasaan baruku. 2 halaman itu sama sekali tidak sulit. Kalau topiknya benar-benar menarik, 2 halaman itu lewat. Bisa-bisa aku malah langsung menghabiskan 1 bab sekalian. 

Tapi yang menjadi kewajibanku adalah 2 halaman. Kalau mau mengerjakan lebih, boleh banget. Yang penting kebiasaan membaca 2 halaman harus diselesaikan terlebih dahulu.


4. Belajar menulis

Saat ini aku sedang ingin meningkatkan skill menulisku. Untuk itu aku ingin belajar bagaimana menulis yang lebih baik. Belajar di sini bebas, bisa dari youtube, atau ikut kelas online, atau belajar dari mana saja. 

Saat ini kebiasaan yang kukerjakan adalah rutin menulis setiap hari. Setiap hari walaupun cuma 5 kalimat, nggak masalah. Yang penting aku melatih menulis setiap hari. Jika aku terbiasa menulis setiap hari, aku akan lebih baik dalam menuangkan pikiran-pikiran ruwet di otakku. 



Jadi aku sudah punya 4 kebiasaan baru. Aku rasa keempatnya adalah hal yang mudah untuk dilakukan. Bahkan ketika aku sedang sibuk-sibuknya, aku masih tetap bisa mengerjakan keempatnya. 

Tips yang paling mujarab buatku adalah kerjakan di awal hari. Karena sungguh melegakan kalau aku sudah menyelesaikan keempat hal ini di awal hari. Setelah aku menyelesaikan keempatnya, dan hari masih panjang, rasanya aku bisa menaklukkan apa saja di hari itu. Aku rasa ini perasaan yang aku butuhkan setiap harinya. I can do anything.   

Teman-teman sudah ada yang punya kebiasaan seperti ini? Cerita yuk di kolom komentar, siapa tahu bisa saling menginspirasi ya (:

 







 


   

  

 

 

Comments

  1. Menciptakan habits adalah ide yang menarik. Walau jujur saja, saya sendiri masih kesulitan untuk membangun habits itu sendiri. Karena kadang, saya bukanlah orang yang konsistensi. Baru ngerjain seminggu, eh malah malas buat ngerjain lagi. Susah memang 😌

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kak, kayaknya kuncinya harus dibikin yang mudah, jadi kita nggak banyak ngeles hahaha. Aku juga baru jalan 19 hari ini, so far so good. Semoga bisa konsisten terus, karena aku bener2 kepingin tercapai goalnya :)

      Delete
  2. sama nih seperti saya
    rencananya banyak banget
    realisasinya eh baru satu dua aja yang dikerjain

    ReplyDelete
    Replies
    1. masalah semua orang bukan sih (^_^) dicoba deh kak untuk disederhanakan menjadi kebiasaan, semoga sukses buat kita semua (:

      Delete
  3. keren semangat membacanya. Konsistensi itu yang biasanya sulit ya mb. Tapi kalo dah ditarget wajib min 2 hal perhari, mau tak mau jadi terbiasa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Bang, 2 halaman per hari itu gampang banget. Karena targetnya mudah, ngerjakannya juga hepi dan ringan. It's all about mindset aja ternyata :)

      Delete
    2. nah, nyetting mindset ini yang perlu ilmu

      Delete
    3. iyaa aku sendiri harus ngutak nagtik strategi dulu biar nggak kebanyakan alasan :P

      Delete
  4. Tausiyah nya mencerahkan, bener banget sih.
    Kadang tiap tahun buat resolusi tapi ya gak da yang tercapai, dilakukan saja tidak. Tapi cara berpikirnya harus diubah. #setuju #baruterpikirkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener, terkadang kita harus mengubah cara pendekatannya, untuk mendapatkan hasil yang berbeda ya. Resolusinya sudah bagus, cuma harus dicari cara yang berbeda agar bisa tercapai. Kembali ke teori, semua tergantung dari mindset nya hehehe. Terima kasih sudah membaca :)

      Delete
  5. Ayo semangat Tika!! Tika pasti bisa membuat habits yang akhirnya bermuara pada tujuan, yaitu membaca 2 halaman buku tiap hari, maka 1 bulan niscaya akan selese juga sampai halaman terakhir.

    Aku ga ada rencana nurunin berat badan karena dah ideal menurut perhitungan indeks massa tubuh...tapi ndilalah gara gara sibuk dalam swbulan terakhir, ditambah sibuk pindahan setelah renov dan bersih bwrsih orang tua mau datang...juga banyak hal dalam bulan ini, malah berat badanku turun...semula dah ideal bener tuh dari 49 kg e malah turun jadi 46 kg hahahahha...apalagi kemarin sempat flu batpil seminggu...tambah tambah dah semingguan cuma bisa neguk air anget soalnya tenggorokan pancingen jadi susah nelen dan syara serak kayak doraemon πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. wahh mbak Nita ini emang gampang turun berat badan atau gimana? Aku iri hahaha... berarti harus digas lagi kulinerannya mbaa hehehe aku suka membaca tulisan mbak Nita, karena kayak cerita sama teman berhadapan gitu, trus fotonya juga banyak, jadi kemelecer liat makanannya (tau gak arti kemelecer? hahaha kepingin gitu)

      Delete
  6. Wah salah satu kebiasaan buruk saya itu mager..alias males gerak...mau mulai aja koq rasanya susah .bnyk banget alasnnya🀦..belakangan lagi belajar nulis walaupun masih belepotan ga jelas...yg penting sy ngerasa seneng aja dulu heheh..sama kepingin beli domain ,maunya sih mulai seriusan dikit..semoga kesampaian..amiiin🀲

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aminnn semoga segera bisa dituntaskan ya misinya beli domain. Menulis memang harus dengan hati yang senang ya Mba, biar lancar apa yang mau dituliskan :)

      Delete
  7. Wahh terima kasih insight barunya Mbak. Jadi terinsipirasi, aku sebagai akademisi juga selalu punya target, buat buku setiap tahun. Tapi satu bab pun kadang tidak selesai dalam satu tahun. Kadang berapi-api nulis, kadang yaaa begitulah. wkwk
    Boleh dicoba nih.

    Oh iya, masalah meditasi sepertinya juga menarik dilakukan. Gatau tuh apakah bisa apa engga. Diam bentar aja, udah banyak pikiran yang lalu lalang ini itu. Let's give a try. hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah terima kasih sudah membaca. Sama aja ya ternyata kita hahaha, nah makanya dengan pendekatan yang baru, sejauh ini aku berhasil sih. Lancar-lancar saja membaca 2 halaman tiap hari, piece of cake :D

      Sejujurnya sampai hari ini kurasa aku belum melakukan meditasi yang benar. Masih ada pikiran yang menggoda untuk masuk. Tapi rasanya aku menikmati bernafas dengan mindfulness. Breath in, breath out. Nikmat sekali ketika paru-paru terisi dengan penuh, kemudian dihembuskan kembali. Jadi aku nggak terlalu mikirin benar salahnya deh :P

      Delete
  8. kayaknya ini 11-12 sama aku nih mba. Awalnya pengen setidaknya ada buku yang dibaca 1 aja dalm 1 tahun. Haha kebaut ya, tapi gimana lagi mau baca buku, magernya dominan alhasil buku hanya jadi pajangan di samping ranjang tidur.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Senang sih ternyata aku tidak sendiri hahaha, banyak temannya dalam hal target membaca buku. PR banget dah. Tapi ternyata bisa lho dikerjakan. Saat ini aku hampir menyelesaikan satu buku. Hanya dalam waktu kurang dari 3 bulan :D Bangga gitu hehehe

      Delete
  9. Mbaaaa, caramu kereeeen sih. Bener sih, yg namanya bikin goals atau target itu sebenernya harus achievable. Kalo terlalu tinggi, yg ada malah ga mungkin diselesaikan.

    Apa gunanya bikin target kan.

    Dengan cara mba di atas, malah jadi possible. 2 halaman sehari ga susah memang. Dan kalo udah terbiasa pasti bisa nambah jadi beberapa halaman lagi. πŸ‘

    Aku juga mau coba revisi target yg menurutku ketinggian. πŸ˜„.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi sama aja ya Mba ternyata. Kita ni sukanya bikin yang susah-susah, dan akhirnya malah nggak ada yang tercapai. Padahal kenapa juga bikin yang susah :P Update per hari ini, bukuku tingga 1 bab aja, dalam waktu 2 bulan lebih sedikit aja. Bangga sekali sama diriku ini :D

      Delete

Post a Comment

Halo, terima kasih sudah membaca. Tinggalkan komentar ya, biar aku bisa balas BW 😊

Popular posts from this blog

14+ First Love (2015), Kisah Cinta Pertama dari Sinema Rusia

Kecombrang, Pemilik Aroma Segar Dan Rasa Khas Dari Hutan Indonesia

[REVIEW BUKU] My Sister’s Keeper by Jodi Picoult