Snorkeling di Rumah Apung Bangsring, penutup liburan di Banyuwangi


Pagi hari sesampainya di Banyuwangi, kami langsung menuju Rumah Apung Bangsring Banyuwangi. Sebenarnya ada beberapa spot untuk snorkeling dan diving, karena garis pantainya sama. Ada juga yang masuk dari Pantai Grand Watudodol. Kalau kali ini kami memilih masuk dari Wisata Rumah Apung Bangsring. Ini adalah rekomendasi dari pengemudi mobil sewaan kami.
Yuks mariiii...
Setelah parkir, kami langsung disambut oleh mas-mas pemandunya. Kami diberi pilihan mau snorkeling atau diving. Karena kami semua adalah pemula, jadi ramai-ramai pilih snorkeling saja.
Sejujurnya ini kali pertamaku snorkeling, jadi super deg-degan. Apalagi denger-denger ada penangkaran hiu juga di sana. Semakin deg-degan deh 😜 Tapi berusaha ku tepis dengan kenyataan bahwa, di antara kami berlima, hanya satu orang yang sudah pernah snorkeling. Jadi santai lah, banyak temannya 😎
Setelah briefing singkat dari masnya, kami dibagikan peralatan snorkeling. Harga sewa peralatan standar ya, per orangnya Rp50ribu. Kemudian kami diajak berperahu ke rumah apung, lokasinya sekitar 500 meter dari tepi pantai. Tidak lupa berfoto dulu dong.
Tuh, terlihat Rumah Apung di latar belakang foto, dekat kan?

Belajar bernafas dan berenang di laut
Jadi agenda pertama snorkeling di rumah apung Bangsring adalah adaptasi dulu di air. Memberanikan diri menyebur ke laut yang dalam, dan membiasakan diri bernafas lewat selang. Yak artinya bernafas dengan mulut ya, bukan hidung. Susah lho, serius. Beberapa kali kelupaan bernafas dengan hidung lagi, lah masuklah air itu *blupblupblup* Setelah adaptasi sekitar 10 menit, bisa dibilang jago lah awak ini hahaha
PR kedua setelah belajar bernafas, belajar berenang di tengah laut yang arusnya cukup deras. Kedalamannya juga lumayan lho, kata masnya sekitar 8 meter. Cukup dalam kan ya, mengingat jaraknya yang cuma 500 meter dari tepi pantai.
Khawatirnya tuh terseret arus dan ombak, lalu terpisah dengan rombongan hahaha cukup lebai ya. Yah namanya juga suka parno, takutnya pas sadar sudah di pantai Kuta, wkwkwk kejauhan!! πŸ˜€

Bermain dengan ikan
Nah setelah lulus PR 1 dan 2, kita akan bermain dengan ikan-ikan. Ternyata selama ini si ikan sudah main-main di sekitar aku. Tapi karena terlalu fokus dengan pernafasan, aku jadi gak perhatian. Ternyata mereka banyak banget dan gendut-gendut lho. Padahal makannya cuma roti. Iya roti dari para pengunjung. Banyak mengandung karbohidrat kali ya hahaha
Jadilah kami bergantian saling jadi fotografer. Yang diatas (rumah apung) tugasnya memberi roti dan memotret, aku di bawah yang berpose dong. Keren juga kan. Aku berfoto di laut biru, dengan latar belakang pegunungan.
Geli juga kalo kesenggol ikan hidup hihihi

 Snorkeling yang sesungguhnya
Setelah dipandang cukup berani dan lihai bernafas, secara bergantian dua-dua kami diajak ke spot snorkeling. Spot itu airnya jernih banget sehingga kita bisa melihat ikan-ikan dan terumbu karang yang terpelihara. Jadi kami berdua digiring oleh masnya ke spot snorkeling. Tetap yaaa, arusnya cukup deras, dan masih bergumul dengan soal pernafasan hahaha ribet dah!
Tapi pas sampe di spot, sekitar 20 meter dari Rumah Apung, cantik bangetttt.
Ketemu si Nemo, Dory, dan tentu saja si Patrick temennya Sponge Bob. Karena kami mainnya di siang bolong jadi sinar matahari benar-benar menambah kecantikan saat itu.
Pose dulu sebelum ke spot snorkeling

Berenang dengan hiu di penangkaran
Sudahlah berani snorkeling aja sudah hebat banget buat aku. Untuk turun ke penangkaran hiu, aku nehi-nehi hahaha
Seorang temanku memberanikan diri untuk turun. Pesan si mas, jangan lakukan aksi-aksi yang mengagetkan. Tenang aja. Masuklah dia, celup-celup. Foto-foto sebentar, dan naik lagi deh. Tetap gak berani aku hahahaha
Hanya berani berpose di depan penangkaran hiu X_X

Selesai dengan hiu, acara bebas deh. Kami dikasih waktu 10 menit untuk foto-foto sama si mas. Setelah itu naik perahu lagi kembali ke pantai. Kurang lebih total waktu bermain di Rumah Apung sekitar 2 jam.


Foto dengan latar ikon Rumah Apung

Di pantai kami bebas bermain sepuasnya. Tapi karena hari semakin panas, kami juga mulai lapar hahaha. Jadilah kami segera bilas dan cabut untuk wisata kuliner Banyuwangi. Dadah Bangsring, ingin deh suatu saat ke sini lagi πŸ˜ƒ Cerita lainnya tentang liburan di Banyuwangi bisa dibaca di sini.
Terik sekali bukan? Oiya, di belakang ada Pulau Menjangan yang ngehits itu

Comments

  1. Yay keren banget jadi penasaran pengen snorkeling juga di Bangsring

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo anak-anak suka main air, bisa diajak ke sana mbak, wisatanya ramah anak kok :)

      Delete
  2. Wah, wisata Banyuwangi keren-keren ya, Mbak kartika. jadi pengin segera ke sana. Apalagi kemarin sudah baca ceritanya tentang wisata lain. Dan kemarin saya juga nonton YT di banyuwangi ada pantai indah dan padang savana kayak di Afrika sana.
    Seru nih, acara snorkelingnya, Mbak Kartika.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul Mas, savana itu adanya di Taman Nasional Baluran. Saya juga belum ke sana, pengennya berikutnya ke Banyuwangi dimasukkan ke itin :)

      Delete
  3. Huhuhu dari jaman pengantin baru (bulan madu) sampai sekarang punya buntut belum kesampaian kesini :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayok dong di rencanakan hehehe, sekarang sudah ada kok penerbangan direct Jakarta-Banyuwangi :)

      Delete
  4. Cakep... Duh, pengen rasanya nyobain sbokeling tapi apa daya daku tak bisa berenang. Xixixi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. sebenarnya pakai pelampung sih mbak, jadi gak bisa berenang juga gapapa :) tapi alangkah baiknya kalau bisa berenang ya, buat survival pribadi juga :)

      Delete
  5. Aku suka poto kak tika sama ikan 2 itu,,
    seriusan snorkeling itu bagiku sulit kak. Apalagi diving. Haha, aku cuma bisa berenang santai doank.. padahal rasanya kepengen bercengkrama sama ikan lucu di laut,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bagi aku juga sulit mbak. Gak kebayang gimana klo diving, pasti ngerepotin trainernya banget 🀣🀣

      Delete
  6. Wah asyiknya yang snorkeling, kalau sudah pernah nagih pasti nanti hihihi

    Tapi pengalamanku di Lovina dan Tanjung Lesung (Banten) ikannya enggak boleh dikasih makanan lho, Mbak Tika. Karena untuk menjaga mereka cari makan sesuai kodratnya di alam liar.
    Tapi waktu aku ke Thailand, dan fish watching di Sungai Chao-Praya, biar ikan muncul di permukaan kita beli roti tawar sama tukang perahunya 10 bath/pack untuk dikasih makan ikan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sih mbak, kyknya ngasih roti biar mereka pada muncul. Demi konten hahaha

      Kasian juga sih bnrnya ya klo makan roti kebanyakan. Tp ya gmn lagi mgkn itu satu2nya cara biar ikannya tertarik ya

      Delete
  7. Snorkeling buatku juga butuh keberanian, Mbak. Padahal pasti aman. Padahal aku juga orang pesisir. Tapi pengalaman perdana memang tak selalu ringan dilakukan. Setelah melalui pengalaman snorkeling, pasti nagih, ya. Meskipun setelah itu kulit legam sekali. Butuh sebulan tuk kembalikan wajah hitam memerahnya. WKwkwk.
    Yg foto di penangkaran hiu itu, ... aku setuju denganmu, Mbak. Jangan mau. Tidak banya beredar berita kecelakaan di penangkaran hiu, tapi aslinya banyaaaak! Mereka impulsif. Kita jalan lalu menginjak sesuatu sehingga reflek bergerak secara tiba-tiba, bisa tahu2 paha kita berlubang. Serem!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haduh iya mba. Padahal itu hiunya masih bayi ktnya. Tapi ya nmnya hiu ya, aku gak kenal betul, jd ga tau selahnya πŸ˜…

      Delete
  8. Serunyaa snorkling di Rumah Apung yaa,, saya n suami pingin snorkling di Sabang, Aceh aja gak jd terus, wkwk. Nice vacation, Sis

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah ke Aceh nih aku belum pernah kak, semoga segera yaa pengen road trip di Pulau Sumatera

      Delete
  9. Eh kalau kasi roti ke ikan gtu diizinkan ya mbak? #dibahas
    Aku juga kalau dah nyelem gtu kyknya awal2 bakal gak merhatiin kana kiri krn mikirin gmn caranya bisa nyelem dengan bener hehe :D
    Baru pas beberapa kali pasti udah bisa menikmati keindahan bawah laut kali yaa :D

    ReplyDelete
  10. Lah malah disediakan mbak rotinya. Produk lokal kok sa*i roti hahaha

    Iya nih mbak, mikir survivalnya dl baru nikmati pemandangan 😁

    ReplyDelete
  11. Salah satu sensasi snorkeling ya dideketin ikan. Pengobat hati krn doi tidak mendekat :)

    btw sama kayak di Bunaken nih, ikannya dipancing ma roti ato biskuit

    ReplyDelete
    Replies
    1. hiyaaaa kok jadi curhat Bang wkwkwk

      sepertinya hal lumrah ya "memancing" ikan agar datang dengan roti (entah benar atau tidak), waktu ke Lovina juga pakai roti soalnya

      Delete

Post a Comment

what do you think? :)

Popular posts from this blog

Parasite (2019)

Pengalaman pertama jadi komuter di Ibukota. Siapa takut?!

Tentu saja aku bisa melakukan semuanya, tapi apakah aku mau?