Reply 1988 Episode 1, Kebersamaan di Ssangmun-dong

Sebenarnya sudah lama saya menonton serial ini, waktu itu di 2015 ketika on going. Lalu belakangan di twitter muncul lagi dibahas bahkan sempat menjadi trending. Yang seru dibahas endingnya dan sang penulis skenario yang sungguh jenius, yang kini juga menulis serial Hospital Playlist.

Membaca threadnya, membawa ingatanku melayang ke beberapa tahun silam. Sungguh film ini begitu hangat dan penuh kenangan. Aku memutuskan untuk menonton ulang, menikmati sekali lagi 5 tahun kemudian, dengan sudut pandang aku yang mungkin sedikit berbeda, dan menulis di blog bagaimana akhirnya nanti. Menurut aku film ini bercerita tentang banyak hal, dan banyak juga yang bisa dijadikan pelajaran hidup. 

***


dramabeans.com



Episode ini dibuka dengan perkenalan 5 karakter utama. Tokoh utama Sung Deok-sun, memperkenalkan keempat teman mainnya yang tinggal berdekatan di sebuah kompleks perumahan, Ssangmun-dong. Ada Ryu Dong-ryong, Kim Jung-hwan, Choi Taek, dan Sung Sun-woo. Mereka ini bersahabat dan selalu berkumpul di rumah Choi Taek sebagai base campnya. Adegan pertama memperlihatkan mereka berlima sedang menonton film dari televisi tabung.

Kemudian tepat pukul 6 sore, setiap anak akan dipanggil oleh ibu masing-masing untuk persiapan makan malam. Kegiatan mereka bubar dalam sekejap.

Lalu diceritakan betapa akrab kehidupan bertetangga disini. Tiap rumah akan bertukar lauk untuk makan malam. 5 anak tadi yang disuruh untuk antar mengantar makanan. Ketika mereka saling berjumpa di depan rumah, Jung-hwan berkata, “Kenapa gak sekalian makan malam bareng aja sih?”

Selanjutnya diceritakan potongan-potongan kisah untuk memperkenalkan keluarga masing-masing.

Choi Taek seorang atlit baduk profesional, sebuah cabang olahraga khas di Korea Selatan. Sepertinya sih dia tidak sekolah, atau belum diceritakan ya? Choi Taek hidup berdua hanya dengan ayahnya. Belum diceritakan dimana ibunya. 


Choi Taek, dari thecantabilelife.tumblr.com


Choi Taek bersama Ayahnya Pak Choi, dari facebook.com/Reply1988PH


Kim Jung-hwan tinggal bersama ayah, ibu, dan kakaknya Kim Jung-bong. Keluarga ini sepertinya cukup berada karena rumahnya besar dan mewah, memakai tempat tidur di kamarnya kecuali di kamar orang tuanya, dan menggunakan gas untuk memasak. Ayahnya gemar melucu, tapi tidak ada yang menanggapinya di rumah. Hanya Deok-sun satu-satunya yang bisa meyamai keanehan komedinya Bapak ini. Ibunya tidak bekerja, seorang ibu rumah tangga yang sepertinya kesepian. Sudahlah suaminya yang ajaib menganggap banyak hal semacam komedi, juga karena kedua anak lelakinya yang cenderung cuek. Beruntung dia memiliki teman sesama ibu-ibu rempong untuk bercengkrama sepanjang sore, yaitu ibunya Deok-sun dan Sun-woo. Kakaknya, Kim Jung-bong,  seorang pria berusia 24 tahun, agak sedikit unik, gemar sekali membaca buku yang sepertinya yellow pages (ini masih asumsiku sih). Setiap ada hal yang disebut, pasti akan langsung dicarinya di buku itu.


Kim Jung-hwan, dari inikpop.com


Kim Jung-hwan bersama Ayah, Ibu, dan kakaknya, dari facebook.com/Reply1988PH


Sung Deok-sun tinggal bersama ayah, ibu, kakak perempuan, dan adik laki-lakinya. Keluarga sederhana ini sangat berisik, tapi sebenarnya sungguh saling menyayangi. Keluarga ini tidak sekaya keluarga Jung-hwan karena ibunya sering mengeluh soal kekurangan uang. Kakaknya, Sung Bo-ra berkuliah di Universitas Seoul. Bo-ra gadis yang pintar sekaligus paling galak di rumah itu, bahkan aku pikir ayah dan ibunya pun takut padanya. Adiknya Sung No-eul, berwajah lebih tua dari umurnya, sepertinya juga sedikit unik seperti kakaknya Jung-hwan. Semacam anak bawang yang paling sering dijadikan kambing hitam. Tapi musuh terbesar Deok-sun adalah Bo-ra. Aku jadi teringat hubungan cinta-benci dengan kakakku di masa silam J


Deok-sun, dari aminoapps.com


Sung Deok-sun bersama Ayah. Ibu, kakaknya Bo-ra dan adiknya No-eul,  darifacebook.com/Reply1988PH


Sung Sun-woo tinggal bertiga dengan ibu dan adik kecil perempuannya yang masih balita. Diceritakan Ayahnya sudah meninggal. Belum jelas apa pekerjaan ibunda Sun-woo, karena sepertinya kegiatannya hanya bercengkrama dengan ibu-ibu kompleks saja. Sun-woo anak laki-laki yang baik, yang akrab sekali dengan ibunya, selalu bercerita apa saja tentang kegiatan sehari-harinya. Inilah yang disirikin oleh ibunda Jung-hwan, karena anaknya sangat cuek. 


Sung Sun-woo, dari asianwiki.com


Sung Sun-woo bersama Ibu dan adik kecilnya, dari facebook.com/Reply1988PH


Herannya, tidak diceritakan sama sekali soal keluarga Dong-ryong. Mungkin nanti di episode berikutnya ya. Aku juga belum menemukan foto kedua orang tuanya.


Dong-ryong/thecantabilelife.tumblr.com


Episode pertama ini menekankan pada event terbesar di dunia yaitu Olimpiade yang diadakan di Korea Selatan. Dan beruntungnya, Deok-sun terpilih sebagai salah satu pembawa nama negara kontestan yaitu dari Madagascar. Deok-sun sangat bangga dan sudah bekerja keras berlatih sejak 6 bulan sebelumnya. Keluarga dan semua tetangganya juga ikutan berbangga hati. Konon, persaingan sangat ketat, dan mereka juga heran kok bisa Deok-sun yang terpilih diantara ribuan anak SMA lainnya. Karena, entah ini serius atau becandaan, Deok-sun sering disebut pemalas dan bodoh di sekolah, rangking 999 di kelasnya! Hahaha parah banget.

Ada satu cerita ketika Bo-ra berulang tahun. Biasanya dirayakan berbarengan dengan Deok-sun karena hanya selisih 3 hari. Tapi kali ini Deok-sun tidak mau. Ditambah lagi hari itu dia baru saja menerima kabar bahwa Madagascar menarik kepesertaannya dari Olimpiade, yang artinya Deok-sun tidak akan tampil. Deok-sun menangis sejadi-jadinya dan mengungkapkan semua kekesalannya menjadi anak tengah. Anak yang sering terpinggirkan, karena kalah bersinar dari anak sulung dan bungsu.

Jujur aku nangis banget pas adegan ini. That’s exactly what I feel about all this time. Menjadi anak tengah itu seringkali dikalahkan oleh kakak pertama, di saat yang sama harus mengalah juga dengan adik ketiga. Tidak jarang kamilah yang jadi penengah dan penyeimbang dalam hubungan ketiga kakak beradik ini, yang sebenarnya tidak mudah dan sungguh melelahkan. I feel you, Deok-sun.

Di hari H, ternyata Deok-sun mendapat jatah untuk menggantikan pembawa nama yang absen. Akhirnya dia membawa nama Uganda. Pulangnya, sang Ayah memberi kejutan dengan sebuah kue ulang tahun beserta 18 lilinnya, hanya untuk dia seorang. Tidak berbagi dengan Bo-ra. Lalu ayahnya meminta maaf karena tidak tahu perasaan Deok-sun selama ini. Ah, aku menangis lagi. Melting.

Comments

Popular posts from this blog

Pengalaman Pertama Jadi Komuter di Ibukota. Siapa Takut?!

Tentu Saja Aku Bisa Melakukan Semuanya, Tapi Apakah Aku Mau?

Kecombrang, Pemilik Aroma Segar Dan Rasa Khas Dari Hutan Indonesia