Belajar dari Drakor “Reply 1988”, Orang tua dan Anak Berhak Bahagia dengan Cara Masing-masing

sumber: www.lifestyle.kompas.com


Rasanya sepakat ya bahwa Reply 1988 adalah salah satu drakor yang wajib ditonton. Premis ceritanya sebenarnya sederhana, namun karena dibalut dengan kisah persahabatan dan kekeluargaan, rasanya penonton satu suara, Aigoo!!!

Sebenarnya sudah banyak sekali yang mengulas serial ini dari berbagai sudut pandang. Tapi kali ini ku ingin membahas soal hubungan orang tua dan anak-anaknya.

Di 20 episode Reply 1988 banyak sekali konflik orang tua-anak yang sebenarnya banyak terjadi di sekitar kita, bahkan ada yang kita alami juga. Misalnya soal betapa orang tua mengkhawatirkan masa depan anaknya. Ibu Kim yang khawatir soal Jung-bong yang tak kunjung lolos tes kuliah. Akhirnya bisa lolos tes pun, Ibu Kim masih saja khawatir karena gelagatnya yang malas belajar, gimana mau lulus jadi Sarjana Hukum?!

Ada juga Ibu Sung yang diceritakan sampai pergi ke dukun untuk membaca nasib Deok Sun. Ibunya sendiri gak yakin anak ini bakal bisa kuliah atau tidak, mengingat prestasinya di sekolah yang kurang menggembirakan.

Tidak ketinggalan Bapak Lee yang juga galau dengan masa depan Dong-ryong. Dari hobinya menari dan menyanyi, lagaknya Dong-ryong bakal mengejar cita-cita menjadi artis terkenal. Tentu saja pada jaman itu (atau sampai sekarang ya?) pekerjaan artis itu masa depannya tidak meyakinkan sama sekali buat para orang tua.

Berbeda dengan Pak Choi yang mendukung anaknya Choi Taek menjadi pemain baduk. Diceritakan meski awalnya melarang Choi Taek untuk main baduk, namun pada akhirnya membolehkan dan bahkan mendukung karir anaknya. Terbukti di usia muda Choi Taek berprestasi dibidang yang pilihnya.

Wajar sih kalau orang tua mengkhawatirkan anak-anaknya. Tidak sedikit orang tua yang menekan anak-anaknya, memaksa untuk mengikuti apa kata mereka. Tidak peduli dengan keinginan si anak, karena merasa orang tua lebih tahu segalanya.

Di serial ini diceritakan bahwa pada satu titik, para orang tua ini harus bisa mengikhlaskan. Tidak semua anak sama, juga tidak adil untuk membandingkan satu anak dengan anak lainnya. Seperti Deok-sun, dia mungkin tidak pintar di sekolah. Tapi dengan karakternya yang penyayang dan kecerdasan sosial yang tinggi, membawanya berkarir menjadi seorang pramugari.

Dong-ryong yang berbakat alami di pergaulan dan seni akhirnya sukses mengelola sekaligus mengorganisasi pesta-pesta di restorannya. Percayalah Pak, Bu, setiap anak akan menemukan jalan mereka sendiri, dengan cara dan waktu mereka masing-masing.

Selain soal karier, banyak orang tua juga mengkhawatirkan soal jodoh anak-anaknya. Ketika Sun-woo dan Bo-ra minta restu kepada orang tuanya masing-masing, mereka sempat mendapat tentangan. Tapi dengan tegas dan tetap sopan, mereka meyakinkan orang tua bahwa ini yang mereka mau, mereka yang akan menjalani, mereka akan berusaha untuk hidup bahagia bersama, dan mereka berharap orang tua bisa memberikan restunya.

Tidak jarang kami anak-anak masih diatur dan dipaksa untuk selalu nurut sama orang tua. Orang tua memang lahir duluan, dan punya banyak lebih banyak pengalaman. Namun ada hal-hal yang alangkah baiknya jika orang tua mau mendengarkan anak-anak mereka, yaitu apa yang sebenarnya akan membuat kami bahagia.

Sebaliknya, anak juga harus bisa memahami orang tuanya.

Dalam kondisi yang agak kurang secara ekonomi, Ibunda Sun-woo terpaksa bekerja di malam hari sebagai pembersih pemandian umum. Awalnya hal ini dirahasiakan dari Sun-woo, karena ibunya tidak ingin Sun-woo marah.

Sampai suatu hari Sun-woo tahu, reaksi pertamanya adalah sangat marah, kecewa dan terutama sedih. Kenapa ibunya harus bohong kepadanya, tapi semua tetangganya tahu? Tapi setelah curhat dengan Bo-ra, Sun-woo memutuskan untuk pura-pura tidak tahu dan membiarkan ibunya bahagia. Ibunya butuh merasa berdaya, tapi di saat yang sama tidak ingin Sun-woo sedih tahu ibunya harus bekerja keras. Bukankah semua orang tua ingin menyenangkan anak-anaknya? Melting~

Ketika Dong-ryong minggat karena protes atas kesibukan kedua orang tuanya, Bo-ra menasihatinya untuk pulang. Kedua orang tuanya sibuk bekerja untuk kecukupan anak-anaknya. Mereka sudah cukup sibuk dengan urusan pekerjaan dan rumah tangga, tidak perlu ditambahi dengan aksi minggat lagi. Duh, jadi ingat kelakukan sendiri yang suka absurd L

Yang paling manis sih, waktu Ibunda Jung-hwan ngambek karena rumah beres-beres saja ketika ditinggal ke luar kota olehnya. Jauh di lubuk hatinya, dia sedikit berharap rumah bakalan seperti kapal pecah saat dia kembali. Bahwa suami dan anak-anaknya tak bisa hidup tanpanya.

Jadi menemukan rumahnya tetap rapi, suami dan anak-anak tidak kurang suatu apa, membuatnya patah hati dan merasa tidak dibutuhkan lagi. Dengan manis, Jung-hwan bikin gara-gara dan mengacak-acak rumah lagi agar ibunya merasa dibutuhkan lagi.

Ah, gak ada kata lain deh buat serial Reply 1988 ini. Daebak! 


Baca juga : Reply 1988 Episode Perkenalan

Comments

  1. wah cerita memang akdang bisa membawa hikmah tersendiri ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Bu, makanya saya suka nonton drakor, skenarionya bagus dan banyak pelajarannya

      Delete
  2. Jadi netes air mata lagi baca ini :') Terutama yang bagian ibunya Junghwan itu, terharuu ~
    Reply 1988 emang selalu jadi all time favourite drama.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa inget2 masa remaja dulu, inget suka nyusahin orang tau 😅

      Delete
  3. Ini temenku udh banyak yg rekomenin aku supaya nonton reply sih. Cm msh dlm bucketlist muluu hahahha. Emang bagus yaaa mba.. aku suka kalo Drakor berbau keluarga gini, asal jgn sediiih aja endingnya :D.

    Ntr aku mau segera nontonin ini deh. Penasaran juga jadinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh aku suka banget Mbak serial ini. Yes, kalau suka tema drama keluarga, yang hangat, gak melulu cinta2an yang gampang tertebak wkwkw, ini film yang tepat. RECOMMENDED!

      Sebenarnya masih ada serial yang sejenis Mbak, Reply 1997 dan Reply 1994. Aku juga belum nonton sih. Katanya bagus juga, meski gak setenar Reply 1994. Penulisnya sama. Masih dalam todolist, karena nonton serial ini cukup menyita waktu ya wkwkwk

      Delete

Post a Comment

what do you think? :)

Popular posts from this blog

Parasite (2019), Film Terbaik Pemenang Oscar 2020

Pengalaman Pertama Jadi Komuter di Ibukota. Siapa Takut?!

Tentu Saja Aku Bisa Melakukan Semuanya, Tapi Apakah Aku Mau?