Belajar lewat Koleksi Buku Let's Read

Haihai sobat bacaku, apa kabar? Semoga sehat semua ya biar bisa bebas beraktivitas seperti biasa 😊

Selain aplikasi Perpusnas, aku juga mulai berkenalan dengan aplikasi iJakarta. Sebenarnya bukan aplikasi baru sih, akunya aja yang sepertinya telat mengenalnya πŸ˜‹

Buat yang belum tahu, iJakarta adalah aplikasi perpustakan digital milik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan kota Jakarta. Meski koleksinya kalah lengkap dengan Perpusnas, namun karena koleksinya berbeda jadi tetap kupertahankan.

Salah satu koleksi buku yang tidak kutemui di Perpusnas adalah buku-buku dari Let’s Read – The Asia Foundation. Koleksinya terdiri dari beragam cerita anak dari seluruh Asia. Menarik sekali!

Sebenarnya sudah sering membaca di blog teman-teman soal buku dongeng anak ini. Berhubung belum punya anak, jadi belum pernah ku follow up mencarinya. Kemudian tidak sengaja ketemu ketika memilih buku di menu kategori buku. Melihat judulnya yang menarik, ilustrasi di sampulnya juga bagus -apalagi buku anak jarang yang tebal jadi bacanya bisa sebentar hahaha- jadi tertarik untuk meminjam.

Dann....ternyata bagus semuanyaaa, *lopelope*

Jangan khawatir, bahasanya sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia kok. Ceritanya ringan khas anak-anak dan ilustrasinya benar-benar bagus sekali. Beberapa gambar gayanya belum pernah kulihat sebelumnya lho! 

Ternyata keponakanku juga suka banget membaca buku-buku ini. Bisa lah jadi quality time bersama doi 😎

Nah, berikut beberapa buku yang sudah selesai kubaca bersama si doi:

The Boy Who Always Hears “Don’t”

                                                         

Cerita ini berkisah tentang seorang anak dari Filipina yang dipanggil Romeo. Romeo memiliki masalah kesehatan sejak kecil, sehingga ia sering sekali mengunjungi rumah sakit. Rumah sakit ibarat rumah keduanya.

Karena kondisinya, Romeo selalu mendengar kata-kata larangan dari orang-orang dewasa disekelilingnya. Ia selalu dilarang bermain dengan teman-teman lainnya, karena takut terluka, atau melukai temannya.

Itulah sebabnya Romeo lebih suka berdiam di kamarnya dan berkhayal. Dalam khayalannya ia bisa menjadi apa saja, dan bermain apa saja. Ia bebas menjadi apa yang diinginkannya. Dengan berkhayal ia bisa melanglang jauh kemana pun yang dia mau, tanpa ada yang akan melarangnya.

Ketika berulang tahun, ia dihadiahi ayahnya sebuah lukisan tentang benda-benda yang bisa terbang yang sangat disukainya. Ada balon udara, burung, dan awan yang cantik. Malam itu, ia bermimpi naik balon udara dan berkeliling Filipina sendirian. Indah sekali mimpinya.

Keesokan paginya ia bercerita pada ayahnya tentang petualangan serunya. Ia ingin segera pergi ke rumah sakit untuk menceritakan mimpinya kepada teman-teman kesayangannya di sana.

 

Babendi-bendi

                                                        

Kalau yang ini ceritanya berasal dari kota Padang di Indonesia. Rio punya mainan bendi di rumah. Bendi adalah kereta yang ditarik oleh seekor kuda.

Suatu hari ia bertanya pada Kakek, kapan mereka akan naik bendi. Kata kakek kalau mau naik bendi harus ke Bukitinggi, karena di Padang sudah tidak ada lagi.

Sesampainya di Bukitinggi, Rio langsung duduk di bagian depan bendi dan diperbolehkan memegang tali kekang kuda. Mereka segera memulai petualangan mereka. Melewati Jam Gadang, Ngarai Sianok, dan Lubang Jepang. Rute terakhirnya tentu saja mampir ke Pasar Atas untuk makan Ampiang Dadiah dan Es Tebak.

*Selesai membaca ini, keponakanku langsung membuka google untuk melihat foto asli tempat-tempat yang disebutkan di atas. Aku pun belum tahu semuanya. Senang ya, karena membaca buku kita jadi banyak tahu tempat-tempat yang baru 😊

 

Siapakah yang Bisa Membantuku?

                                                          

Cerita yang ini datang dari Kambodia. Seorang gadis cllik yang ingin sekali membaca sebuah buku. Sayangnya ia tidak mempunyai buku.

Tidak tinggal diam, ia mulai menggambar. Kemudian ia meminta bantuan kepada kakak, ayah, ibu, nenek, dan kakek untuk mewarnai, menggunting, menempelkan, serta menulis ceritanya.  

Horeee, kini ia mempunya buku yang ditulisnya sendiri!

 

***

 

Namanya juga buku anak-anak. Ceritanya singkat dan topiknya sederhana. Tapi yang membuat istimewa karena ceritanya datang dari banyak tempat yang tidak kita ketahui. Aku yang dewasa saja bisa belajar sesuatu juga dari membaca buku-buku ini 😍😍 Serius, aku benar-benar menikmati membaca buku anak-anak yang ini. Rasanya sambil nostalgia masa kecil saat membcaa buku dongengnya H.C. Andersen 😍😍 Nggak menyangka juga buku anak bisa dipinjam di aplikasi πŸ˜‹

Semoga kelak semakin banyak buku berkualitas yang bisa dibaca anak-anak Indonesia yaaa...


Baca juga: Berburu Kisah Stalin Setiap Pagi 





Comments

  1. Ini salah satu aplikasi wajib di hp ku dan hp anakku mba. Aku udh ngebiasain mereka utk suka membaca, dan tiap malam aku seringnya cerita sblm tidur. Sblm ada let's read suka bingung mau cerita apa lagiiii :D. Tapi skr ga, kalo bingung mau mendongeng apa, tinggal cari dr let's read.

    Yg aku suka juga Krn ada berbagai bahasa :D. Bahkan bahasa daerah. Asik jadinya, bisa tau banyak bahasa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ooo ada yg pake bahasa asli juga ya? Wah menarik juga ya! Belum pernah ketemu. Atau jangan2 kalo di iJakarta memang yg terjemahan ya?!

      Iya lho, keponakanku bnr2 suka gitu, padahal biasanya sdh paling males baca buku, lebih milih main game. Untunglah jadi ada alternatif hiburan buat nak kanak children🀠🀠

      Delete
  2. Asikkk, aku jadi ada rekomendasi bacaan ringan nih πŸ™ˆ aku juga suka baca buku anak-anak, apalagi kalau habis baca buku yang agak berat, buku anak-anak adalah solusi untuk menetralkan moodku 🀭. Terima kasih atas rekomendasinya, Kak Tika ❤️
    Aku meluncur untuk install ulang iJak aah πŸ™ˆ. Aku sempat install dan kemudia aku uninstall karena merasa koleksi bukunya kurang lengkap dibanding iPusnas πŸ˜‚ tapi ternyata meskipun nggak sebanyak iPusnas, di iJak malah lebih bervariatif yaa. Cuss aku mau cek buku-buku Let's read di iJak πŸ˜†

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe, semoga Lia suka juga yaa :D

      iyaa, lumayan banget kok klo eksplor koleksinya. Terakhir aku nemuin biografi Gus Dur yang penulisnya Greg Barton. Di Ipusnas antriannya puanjangggg *dieng*. Di iJak ada 20an copy jadi gak khawatir kehabisan wkwkwk

      Delete
    2. Amiiinnn! Aku udah download appsnya, tinggal nanti dibaca kalau ketemu waktunya 🀭

      Iyaa yaaa! Karena banyak yang belum tahu iJak, jadi untuk buku-buku bagus, nggak terlalu berebutan 🀣. Aku pernah juga baca 1 buku terkenal di iJak, nggak pakai antri, while di iPusnas nggak tahu harus antri sampai kapan 🀣

      Delete
  3. Waah ini menarik-menarik banget doong cerita-ceritanyaa :D Aku paling penasaran sama yang The Boy Who Always Hears Dont niih...

    Selalu suka baca cerita anak-anak, ceritanya singkat dan sederhana. Dan malah kadang kita yang dewasa ini suka dapet pelajaran baru dari cerita anak-anak yaa?

    Hmmm apakah aku harus install iJakarta lagi supaya bisa baca Let's Read? ahahaha makasih Mba Tika review-nyaaa :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener kan ya, aku yang ketinggalan sama apps iJak, setelah testi dari Lia dan Eya wkwkwk

      Iyaaa, dari judulnya aja udah click bait kan ya?! Pas baca juga ceritanya menarik karna mengenalkan ke anak-anak kalau ada teman yang sakit jangan malah digangguin. Diajakin main tapi dengan aman. Ponakanku banyak nanya deh pas baca buku ini hehehe

      Delete
  4. waaah keren yaa aplikasinya, trnyata milik pemprov DKI Jakarta yaa mbak, aku taunya cuma iPusnas doang ehehe

    ReplyDelete
  5. aku yang segede ini aja masih sukak baca buku anak anak mbak
    ceritanya sederhana tapi sarat makna, luvv banget dah
    bobo aja masih suka hehee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, iyaaa, kenaka ya kok gitu?
      mungkin kita merindukan kesederhanaan menjadi anak-anak, nggak ada drama ya :D

      Delete
  6. Langsung aku catat semuanya, Mbak πŸ˜†. Siapa tau kalau udah punya anak nanti aku bisa baca buku-buku ini bareng mereka.πŸ˜„

    Ngomong-ngomong baru ini aku tau tentang iJakarta. Atau gara-gara aku bukan orang Jakarta, jadi aku gak tau aplikasi itu? Entahlah 🀭. Yang pasti aplikasi ini bisa aku coba buat cari-cari buku bacaan karena selama ini aku cuma pakai ipusnas doang. Maklum, kadang buku yang aku cari gak ada di ipusnas, Mbak.😭

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa, dan ternyata banyak lho aplikasi perpus ya, ku baru tau juga :D senang aja karna jadi banyak pilihannya...
      btw, baca sekarang juga sangat menyenangkan kok, kalau aku sukanya karena ilustrasinya bagus2 :D

      Delete
  7. Pernah ikut workshop yang diselenggarakan Let's Read. Langsung jatuh cinta. Cerita dari berbagai bangsa, plus ilustrasi menarik. Kepingin balik jadi anak-anak, eh...enggak bisa ding😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha bener mba.... dulu waktu kecil pengen cepet gede yaaa, sekarang udh dewasa pengen balik wkwkkw

      Delete

Post a Comment

Halo, terima kasih sudah membaca. Tinggalkan komentar ya, biar aku bisa balas BW 😊

Popular posts from this blog

Tentu Saja Aku Bisa Melakukan Semuanya, Tapi Apakah Aku Mau?

Kamu di Tim Waze atau Google Maps?

Pengalaman Pertama Jadi Komuter di Ibukota. Siapa Takut?!