Idola



Aku mengenal Gus Dur dari ayahku. Gus Dur adalah idolanya. Bukan, bukan sepak terjangnya dalam dunia politik yang membuat ayah mengaguminya. Tentu saja Gus Dur memang tokoh besar yang banyak menyentuh hidup orang banyak. Apalagi ayah mencitrakan dirinya sebagai “orang NU”, jadi otomatis Gus Dur menjadi salah satu tokoh panutannya.

Yang paling terutama adalah cara Gus Dur menanggapi hal-hal dengan humor. Ayah orang yang sangat supel. Ia mudah bergaul, banyak berteman dengan segala jenis kalangan, dan sangat suka bercanda. Aku rasa selera humor Gus Dur juga mempengaruhi sedikit banyak selera humornya. Gayanya juga mirip, santai saja ketika menghadapi masalah-masalah besar dalam keluarga kami. Untuk yang ini sepertinya sering membuat kesal ibuku. Salah satu sebab dari sekian banyak pertengkaran mereka.

Banyak kenangan bersama ayah yang terselip tentang Gus Dur di dalamnya. Sejak itu aku mulai memperhatikan beliau. Mulai mengikuti beritanya, tulisan-tulisannya di media, membaca biografinya, menyuplik satu-satu kutipannya, dan kuakui, aku mulai ikut mengidolakannya.

Gara-gara itu aku jadi punya satu topik buat mengobrol bersama ayah. Kami memang tidak terlalu dekat, tapi Gus Dur bisa hadir di tengah kami. Kami bisa tertawa tergelak-gelak membahas Gus Dur. Bisa berlama-lama bercengkrama, hal yang jarang terjadi sebetulnya.

Sambil menulis ini, aku menyadari sesuatu. Aku bukan mengidolakan Gus Dur. Selama ini aku mencari cara untuk dekat dengan ayahku. Aku sedang mencari perhatiannya. Aku ingin merasa dicintai olehnya.


Baca juga: Pillow Talk 


Sumber foto: www.instagram.com/sellypadi

Comments

  1. Gus Dur memang menjadi idola banyak orang, saya tahu baru baru ini sih..soalnya dulu waktu masih bocah ingusan ga kenal siapa itu Gus Dur, ternyata orang yang sangat luar biasa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa Gus Dur memang tokoh hebat dan keren! Nggak heran ya banyak yang mengidolakan :)

      Delete
  2. Hebat ..., Cara PDKT untuk mencari perhatian ayah. selamat pagi, Mbak Kartika.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat pagi Bu, selamat berhari minggu yaa :)
      hehehe konon katanya begitu ya Bu, trik PDKT dengan orang tersayang :D

      Delete
  3. Wah, ini tips juga nih, Mbak Kartika. Untuk dekat dengan seseorang, kita bisa cari tau kesukaan orang itu apa. Jadi gampang kalau ngajak ngobrol untuk jadi tambah dekat 🀭. Ngomong-ngomong semoga ayahnya Mbak Kartika selalu diberi kesehatan yaaaa. 🀲

    Kalau aku jujur belum tau lebih dalam tentang Gus Dur. Yang aku tau dari Gus Dur hanya beliau adalah presiden Indonesia yang ke-empat. Udah gitu doang. Mungkin gara-gara ketika itu aku juga masih kecil dan belum banyak tau.😊

    Tapi baca postingan Mbak Kartika ini aku jadi makin penasaran dengan Gus Dur. Sepertinya Gus Dur merupakan sosok yang humble dan cerdas. Jadi pengen cari buku tentang Gus Dur juga nih aku, Mbak.πŸ˜†

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe terima kasih mbak untuk doanya, tapi ini sesungguhnya fiksi sih mbak :D
      Gus Dur memang keren lho, aku sendiri sedang membaca biografinya. Kebetulan yang sedang aku baca yg karyanya Greg Barton. Cukup tebal sih isinya, karena memang diceritakan sejak kakek dan ayahnya, yang juga tokoh besar di Indonesia. Menarik banget mengenal masa kecll salah satu tokoh besar NU ini... belum lagi pengalaman2nya bergaul dengan banyak orang yang hebat2 juga

      Delete
    2. seperti biasa, komentar Bu Roem selalu panjang dan cukup berkesan dalam penulisannya. ikut nimbrung di sini ya hehe

      Delete
    3. hahaha terima kasih sudah mampir dan membaca fiksi ini Mas :)

      Delete
  4. Haloo mbak Kartika, wah menarik yaa Gus Dur memang banyak jadi tokoh idola. Dari sisi politisi, maupun dari sisi keagamaan.
    Kalau aku, tokoh idola dari kedua unsur tersebut (politisi dan agama), adalah Kang Aher, Gubernur Jawa Barat 2008-2018. Skarang belio jadi pengurus MUI

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena kebetulan sedang membaca birografi Gus Dur, jadi kuambil sebagai gimmick di fiksi ini Do :) Tapi aku emang ngefan sih, karena orangnya emang kocak banget dan berpikiran sangat terbuka.
      Ah I see, Kang Aher aku tahu, tapi belum pernah mengamati secara dekat karir perpolitikannya, mungkin karena aku lama di Jawa Timur kali ya hehehe

      Delete

  5. Artikel yang sangat menarik mbak Kartika, saya pun kini juga suka berselancar di dunia Maya guna mencari tahu hal apa saja yang bisa membuat kedua orang tua saya senang terhadap saya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah membaca ya Mbak Tari :) Sekarang mah gampang ya, apa saja bisa dicari di ujung jari, asal mau aja :D

      Delete
  6. Mungkin aku hrs cari tau juga kesukaan papaku, tapi yg bisa masuk dengan seleraku juga. Jd nyambung kalo ngobrol. Selama ini seperti ada rasa canggung tiap bicara Ama papaku. Tema pembicaraan kamipun suka bertolak belakang hahahah.

    Walopun ini fiksi, tapi bagus inti ceritanya mba. Bisa jd pembelajaran untuk berkomunikasi LBH baik dengan orang yg tersayang. Aku sendiri ga terlalu tau banyak ttg gusdur. Maklum masih sekolah waktu beliau jd presiden. Jadi dulu ga terlalu ngikutin berita politik :). Tapi yg aku tahu dari buku2 ttg gus Dur, aku tahu dia orang baik sih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaya, kenapa ya kebanyakan anak2 susah akrab sama bapaknya. Mungkin karena bapak biasanya susah mengungkapkan perasaan juga ya hehehe. Aku sendiri sama bapakku juga kurang akrab sih, sampe jadinya bingung mau ngomong apa kalau lagi berdua hahaha parah deh eyke :P
      hehehe, makasih sudah membaca cerpenku ya mbak, semoga beneran jadi pembelajaran deh :D

      Delete
  7. Catet ah....tapi tips ini bukan hanya untuk lebih dekat dengan ayah kan? Yang lain bisa dong (emang yang lain siapa? ehm..ehm). Biar sama frekuensinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha kayaknya bisa lah buat gebetan mbak, biar selalu ada yg bisa dibahas terus2an gak bingung cari bahan ngobrol πŸ˜…πŸ˜…

      Delete

Post a Comment

Halo, terima kasih sudah membaca. Tinggalkan komentar ya, biar aku bisa balas BW 😊

Popular posts from this blog

Tentu Saja Aku Bisa Melakukan Semuanya, Tapi Apakah Aku Mau?

Kamu di Tim Waze atau Google Maps?

Pengalaman Pertama Jadi Komuter di Ibukota. Siapa Takut?!