Belajar Menjadi Manusia di Meet Joe Black (1998)

 


Oke, aku akui film ini jadul banget. Dirilis pada tahun 1998, dimana Brad Pitt cakepnya masih kebangetan dan nggak ada maaf deh. Di film ini aku baru mengenal pemeran ceweknya, Claire Forlani, yang cantiknya, OMG... effortless banget!

Film ini salah satu dari sekian banyak film romantis ringan yang banyak banget dibuat di tahun 1990-an. Ini memang salah satu keisenganku sih. Minggu lalu kok iseng banget pengen nonton film romantis yang ringan sekaligus membuat tersipu. Pilihanku jatuh ke film ini.


Baca juga: Film Keanu Reeves yang Jadi Favoritku


Sejujurnya aku sedikit lupa apakah pernah nonton film ini. Aku ingat kutipan penting di filmnya seperti “lightning could strike”, yang dalam film konteksnya adalah jatuh cinta bisa terjadi kapan saja. Tapi pas menonton kembali, aku tidak ingat urutan adegannya. Jadi kesimpulannya, mungkin aku pernah menonton trailernya saja (kesimpulan yang nggak penting sebenarnya, hahaha).

Kembali ke filmnya, film Meet Joe Black ini bergenre fantasi romantis yang menceritakan tentang seorang malaikat pencabut nyawa yang memutuskan untuk berlibur sejenak sebelum menuntaskan misinya. Ia masuk ke dalam tubuhnya Brad Pitt, menjalani peran sebagai manusia, dan kemudian saling jatuh cinta dengan putri dari targetnya. Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Bill Parish, yang akan dicabut nyawanya, adalah seorang pengusaha sukses yang kaya raya, pakai banget. Meski sangat sibuk, ia adalah seorang ayah yang hangat pada putri-putrinya. Diceritakan bahwa istrinya, yang sangat dicintainya, telah meninggal dunia jauh sebelumnya. Ia yang sangat memuja istrinya, juga menginginkan putri keduanya (Susan) untuk menemukan seseorang yang bisa membuatnya jatuh cinta dengan sepenuh hati, begitu juga sebaliknya.

Sebenarnya Susan sudah berpacaran dengan Drew, salah satu orang kepercayaan ayahnya di kantor. Namun Bill tidak melihat percikan cinta yang menggebu-gebu di antara mereka berdua. Di sinilah Bill berkata pada Susan, “Stay open. Who knows? Lightning could strike!"

Dan di suatu pagi, Susan bertemu dengan seorang pria yang sangat menarik yang diperankan oleh Brad Pitt. Mereka bercakap-cakap sambil minum kopi dan jelas terlihat keduanya sama-sama saling tertarik. Sesaat setelah berpisah, Brad Pitt tertabrak mobil dan meninggal. Sebagai penonton aku sangat kaget dan kecewa karena.. “Brad Pitt-nya cuma segitu doang??” 😭😭😭

Ternyata kesempatan ini sengaja diciptakan si malaikat maut agar tubuh Brad Pitt bisa ia gunakan. Ia mengajukan kesepakatan pada Bill Parish, ia akan menunda kematian Bill agar ia bisa menjadi manusia seutuhnya. Bill yang masih belum siap untuk mati tentu saja menyetujuinya, dan kemudian memperkenalkannya ke keluarga sebagai Joe Black.

Susan yang kaget bertemu dengan pria menarik itu di rumahnya, segera semakin jatuh cinta pada Joe Black. Joe Black yang sudah memiliki hasrat seperti manusia juga jatuh cinta pada Susan. Bahkan ia berencana mengajak Susan untuk pergi bersamanya (sepertinya ke akhirat sihπŸ˜…πŸ˜…). Bill yang mengetahui ini marah, dan berkata bahwa cinta itu harus jujur dan tidak egois. Kalau ia sungguh-sungguh mencintai Susan, Joe Black harus jujur mengenai dirinya.  

Di sinilah momen ketika Joe Black menyadari bahwa Susan mencintai pria menarik yang ditemuinya, bukan dirinya.

 

***


Meet Joe Black banyak bercerita tentang pengalaman seorang malaikat menjadi manusia. Di awal menjadi manusia, Joe Black terkesan dengan keramahan dalam keluarga Bill Parish. Mungkin di dunia malaikat nggak ada acara ramah tamah kali ya, semuanya bersikap profesional. Mungkin πŸ˜‹    

Lalu Joe Black juga sangat terkesan dengan selai kacang yang dicobanya ketika berkunjung ke dapur. Lucu banget melihat ekspresinya saat merasakan pertama kali. Aku membayangkan sih dia terkesan dengan rasa selai kacang yang gurih manis, lalu teksturnya yang lembut dan moist di lidah. Setelahnya dia berkeliling rumah dengan membawa sendok berisikan selai kacang dan cara makannya seperti makan permen lolipop. Gemesin banget! 

Kemudian ketika berciuman untuk pertama kali, ngegemesin banget sih ekspresinya, Matanya melihat ke atas, mencoba mengira-ngira rasanya ciuman. Serius, bikin ketawa ngakak juga, apalagi waktu nonton rame-rame sama sepupu. Wah heboh dan ribut banget deh πŸ˜‚

Selain drama menjadi manusia, film ini bisa deh dikategorikan ke film bertema keluarga. Sepanjang film ini diceritakan kedekatan ayah dan anak yaitu Bill dan Susan. Bill sangat menyayangi Susan, dan begitu juga sebaliknya. Meski Susan sudah dewasa, namun ia tetap mendengarkan nasihat ayahnya. Susan juga bisa lho bercerita dengan lugas tentang perasaan cintanya kepada Joe Black. Waw banget nggak sih πŸ˜‚ 

Sejak mengetahui kematiannya sudah dekat, Bill meminta kedua putrinya Allison dan Susan untuk selalu makan malam bersama. Keakraban mereka terlihat di meja makan, dan senang sekali melihatnya

Allison, putrinya yang pertama sempat mengungkapkan perasaannya merasa dinomorduakan setelah Susan. Bahwa ia mengetahui bahwa Susan adalah kesayangan ayahnya. Tapi ia juga memahami bahwa ayahnya selalu menyayanginya, meski dengan cara yang berbeda. Huhuhu, aku terharu banget di adegan ini.   

Di malam terakhirnya, Bill berpamitan kepada kedua putrinya. Meski tidak mengatakan yang sesungguhnya, ia meminta maaf dan mengatakan sangat sangat menyayangi kedua putrinya. Ia juga berkata, ia tidak menginginkan apa-apa lagi. Ia sudah bahagia karena telah menyelesaikan misinya di dunia.

Hmm,,, aku selalu suka menonton film dengan tema keluarga yang harmonis. Melihatnya mendatangkan perasaan hangat di hati dan bikin kangen berkumpul bersama keluarga. Semoga pandemi bisa segera usai dan kita bisa segera berkumpul dengan sanak saudara lagi ya, amin.


Baca juga: Bernostalgia dengan Film Remaja tahun 2000-an


 

Sumber foto:

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/f/f5/Meet_Joe_Black-_1998.jpg

               

Comments

  1. aku nonton ini udah berapa kali gitu pas zaman SMP kali yak, haha.. romantisnya pokoknya dapet bangetlah. ah jadi pengen nonton lagi aku Tikaaa, wkwk..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hayuklah nonton lagi, lumayan liat yang seger2 mah hahaha

      Delete
  2. Ya salaaamm, kenapa juga saya baca ini, si Pitt gantengnyaaahhh hahahaha.
    Saya lupa-lupa ingat, sepertinya pernah nonton, atau mirip doang ya ceritanya?
    Tapi bakalan jadi wishlist ah, pengen nonton, si Pitt aduh Maaakk, ganteng *mamak kelewat ganjennya hahahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emang bener mba Rey, cakep kaliiiiii :D Sudahlah rambutnya pirang, matanya biru. Kalau ketawa, matanya ikut tertawa. Mana tatapannya innocent beut, hadehhh meleleh dah, langsung lupa cicilan deh wkwkwk

      Delete
  3. Aamiin...eh blm pernah nonton film ini aku mba. Tapi ga horor kan ya, meski ada malaikat2 nya gitu? Aku lho, takut klo liat film horor

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha bukannnn, ini bukan horor samsek. lagian kalau malaikatnya secakep brad pitt mah sama sekali bukan horor :D

      Delete

Post a Comment

Halo, terima kasih sudah membaca. Tinggalkan komentar ya, biar aku bisa balas BW 😊

Popular posts from this blog

Tentu Saja Aku Bisa Melakukan Semuanya, Tapi Apakah Aku Mau?

Kamu di Tim Waze atau Google Maps?

Pengalaman Pertama Jadi Komuter di Ibukota. Siapa Takut?!