[Review Film] Sicario (2015)

Benicio Del Toro adalah alasan kenapa aku memilih menonton film ini. Selain profilnya yang memang udah keren, menurutku film-filmnya blio ini kudu wajib ditonton lho. Apalagi film ini masuk menjadi salah satu nominasi di Festival Cannes 2015, dan menang banyak di Academy Award tahun 2016. 


Sicario - 2015 - Original Movie Poster – Art of the Movies


Sinopsis Sicario

Sicario dibuka dengan adegan penggerebekan narkoba oleh para agen FBI yang dipimpin oleh Kate Macer (Emily Blunt). Karena kesuksesan penggerebekan ini, Kate Macer kemudian ditunjuk untuk bergabung dalam sebuah misi CIA yang dipimpin oleh Matt Graver (Josh Brolin) dan rekannya Alejandro Gillick (Benicio Del Toro). Misinya adalah untuk menangkap Manuel Diaz, sang penguasa kartel narkoba di perbatasan. 

Sejak awal, Kate Macer sudah merasa ada yang tidak beres dalam operasi ini. Apalagi kemudian dirinya harus terlibat dalam arena tembak menembak dimana banyak sekali orang sipil yang berada di tempat yang sama. Satu persatu kejadian muncul dengan prosedur yang tidak sesuai, dan cenderung melawan hukum. Kate Macer mulai mempertanyakan operasi apa yang sesungguhnya ia sedang terlibat di dalamnya, karena apa yang dilakukan mulai melenceng dari misi awal.  

Matt Graver sendiri bersikap seolah Kate Macer tidak perlu khawatir, dan ikuti saja alurnya. Sebagai agen FBI dengan track record yang cemerlang dan idealis, apalagi ditambah dengan keberadaan Alejandro Gillick yang misterius, Kate Macer merasa tidak berada di tempat yang seharusnya. Belum lagi instingnya yang mengatakan bahwa ada fakta-fakta yang ditutupi oleh Matt Graver, yang semakin membuatnya curiga. 

Berbagai kecurigaan ini membawa Kate Macer melapor ke atasannya. Namun sialnya, justru ia ditegur dengan keras, dan diminta untuk mendukung apapun yang dilakukan oleh Matt Graver dan Alejandro Gillick, karena merupakan permintaan dari "atas". Hal ini semakin membuatnya dilema, antara mengerjakan tugas dari atasan, atau mendengarkan hati nuraninya. 

Hingga suatu saat ia dijebak oleh mata-mata Manuel Diaz yang berpura-pura jatuh cinta padanya. Ketika situasi menjadi genting karena mata-mata tersebut menyerang dan akan membunuhnya, justru Alejandro Gillick yang datang menolongnya. Yang tadinya Kate Macer "memusuhi" Alejandro Gillick, ia menjadi melunak, dan berusaha untuk mendukung operasi ini. 

Saat operasi utama dilakukan di perbatasan, Kate Macer mendapati kenyataan bahwa ada misi lain yang sedang dilakukan oleh Alejandro Gillick. Bahkan Alejandro Gillick melumpuhkannya agar ia tidak bisa ikut mengejar, dan mengancam untuk menutup mulutnya jika masih ingin hidup. 

Hal ini kemudian diungkapkannya kepada Matt Graver, dengan ancaman akan melaporkan ke atasan. Akhirnya Matt Graver menceritakan kisah dari Alejandro Gillick, seorang pembunuh bayaran yang misi pribadinya memang ingin membalas dendam kepada para kartel narkoba yang membunuh putrinya. 

 

Kesan setelah menonton Sicario    

Menonton film ini kudu mempersiapkan mental sih, karena bukan sekadar film aksi tembak-tembakan doang. Tapi juga ada adegan-adegan kejam ala film-film mafia. Belum lagi adegan berdarah-darah yang sama sekali tidak malu-malu untuk tampil. 

Emily Blunt yang berperan sebagai Kate Macer, menurutku kurang menonjol di sini. Sebenarnya dari sisi cerita, Kate Macer adalah bintang utamanya, tapi aku merasa karakter ini kalah menonjol. Aku justru terpesona dengan karakter Alejandro Gillick yang dimainkan oleh the magnificent Benicio Del Toro. Entahlah, mungkin aku tidak subyektif di sini ๐Ÿ˜‚

Ternyata Sicario, yang artinya pembunuh bayaran, adalah tak lain dan tak bukan si Alejandro Gillick. Konon.ia dulunya seorang pengacara hebat. Namun karena keterlibatannya dalam kasus kartel narkoba, putrinya dibunuh secara keji. Sejak itu ia berganti peran menjadi Sicario, dan bekerja untuk untuk siapa saja yang ingin membunuh para kartel narkoba.   

Ketika Kate Macer diserang oleh antek-anteknya Manuel Diaz, Alejandro Gillick sangat gentle, dan hilang kesan sangarnya. Setiap ketemu Macer, ia selalu menanyakan kabarnya. Aww, too sweet. Tambah naksir kan jadinya ๐Ÿ˜

Dannn, nggak heran kalau film ini menjadi nominasi dan menang banyak di berbagai award. Karena oh karena, menonton film ini sukses membuat deg-degan, kesel, kaget, sedih, pokoknya naik turun selama film. Alur ceritanya masuk akal, dan tidak ada yang melompat-lompat membuat penonton kebingungan. Aksinya juga tidak ajaib dan mustahil, yang membuat penonton merasa dibohongin, hahaha. Super puas nontonnya. 

    

                                    Baca juga: [Review Film] Modern Love – Season 1


Fun Fact tentang Sicario 

  • Sicario berasal dari bahasa Spanyol yang artinya pembunuh bayaran. Mengutip dari Time, Sicario adalah pembunuh bayaran genre baru yang direkrut oleh Pablo Escobar dkk, sang penguasa kartel di tahun 1970an. Para Sicario direkrut di usia belasan, yang kemudian dididik menjadi pembunuh yang kejam, dan dibayar secara profesional. 
Fun fact ini baru aku ketahui ketika menonton film sekuelnya yaitu Sicario: Day of the Soldado. Ada satu line yang diucapkan oleh Alejandro Gillick kepada seorang anak yang ingin menjadi Sicario. Langsung deh browsing, dan menemukan fun fact ini. Ooh gitu tho...
  • Karakter Alejandro Gillick ditampilkan sangat misterius dengan minim dialog. Ternyata Del Toro bersama sutradara, Denis Villeneuve, memutuskan untuk memotong hingga 90% dialog Alejandro Gillick. Tadinya ada beberapa dialog dimana Alejandro Gillick menceritakan latar belakang hidupnya pada Kate Macer, dimana menurut Del Toro agak aneh ketika kita bercerita tentang kisah hidup yang tragis dengan orang yang baru dikenal. 
Oh pantesan, Alejandro Gillick memang benar-benar pendiam dan misterius di sini. Tipe orang yang banyak bekerja daripada berbicara gitu lho. Cool sekaligus agak serem sih ๐Ÿ˜‚ karena yang dikerjakan membunuh orang dengan ekspresi datar. 
  • Sang sutradara, Denis Villeneuve meminta komposer Jรณhann Jรณhannsson sebagai penata musik score-nya untuk membuat lagu yang bernuansa ancaman. Satu referensi spesifik yang disebut oleh Denis Villeneuve adalah lagu di film Jaws (1975) karya Steven Spielberg. 
Kalau referensinya lagu di film Jaws, kebayang kan nadanya penuh ancaman begitu ๐Ÿ˜† Memang disepanjang film terasa sekali nuansa horor, padahal bukan film horor! Aku yang nonton di aplikasi langsung membayangkan, coba aja nonton di bioskop, pasti asik kali!

  

Buat yang belum menonton Sicario dan sekarang jadi penasaran, tonton dulu deh trailernya berikut ini:













 

Comments

  1. Aku LGS cek di Netflix, dan ada ๐Ÿ˜๐Ÿ‘. Mau nonton buat weekend deh. Tipe film fav ku BANGETTTT, thriller, action. Makin berdarah2, makin seruuu ๐Ÿคฃ๐Ÿ˜.

    Aku lagi kebanyakan nonton Drakor sih, jadi pengen penyegaran dari film barat dulu ๐Ÿ˜

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mana yang main kharismatik kayak Del Toro, duhduhduh... hahaha

      iyaa, betul, aku juga nontonnya di Netflix kok :D Selamat menonton yhaa~

      Delete
  2. Emang keren sih film ini, dan cool abis ini orang, kebapakan banget, walau kalau sudah action eksekusi itu kaya pembunuh berdarah dingin...

    Sy juga suka film ini, sudah 2x nonton

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tos dong Bang, hahaha.
      Iya bener, keren banget filmnya. Filmnya setipe dengan Bourne nggak sih? Film action tapi alur ceritanya "ada" dan masuk akal. Tipe film yang meski sudah ditonton bulak balik nggak pernah bosan. Kayaknya disuruh nonton lagi mau deh :D

      Delete

Post a Comment

Halo, terima kasih sudah membaca. Tinggalkan komentar ya, biar aku bisa balas BW ๐Ÿ˜Š

Popular posts from this blog

14+ First Love (2015), Kisah Cinta Pertama dari Sinema Rusia

Kecombrang, Pemilik Aroma Segar Dan Rasa Khas Dari Hutan Indonesia

[REVIEW BUKU] My Sister’s Keeper by Jodi Picoult