Day 1: Kenapa Menulis Blog

pixabay.com/lum3n


Buat aku menulis itu sangat menyenangkan. Kalau diingat-ingat, menulis memang selalu jadi hobi aku sejak dulu. Waktu kecil, menulis itu ya di diary atau buku harian. Bener gak?! Buat anak-anak generasi 90-an pasti tahu dan punya diary ๐Ÿ˜Š

Ada saja yang bisa diceritakan di diary, mulai kelucuan-kelucuan di kelas, kisah berantem dengan teman sebangku, sirik-sirikan sama cewek kelas sebelah๐Ÿ˜‚, sampai cerita tentang gebetan di sekolah๐Ÿ’–. Hahaha. Apalagi dulu diary sifatnya sangat pribadi, jadi semua bisa ditulis di sana, dan gak ada yang boleh baca diary itu! Kalau sampai ada yang baca, waduh, pengen mati aja rasanya saking malunya.

Baca juga: My Life as Writer

Beranjak besar, internet mulai eksis, blog mulai ngetop. Hampir semua orang punya blog. Aku juga ikutan punya blog dong. Seru kan punya alamat blog pribadi, dan tulisan kita bisa dibaca banyak orang. Berasa seleb banget๐Ÿ˜Ž

Jadilah aku mulai aktif ngeblog. Seperti biasa, kebiasaan ini naik turun trennya. Kadang rajin, lebih sering malas๐Ÿ˜‹ Awalnya malu juga sih kalau bercerita kisah pribadi karena berbeda dengan diary, menulis di blog tidak seintim saat menulis di diary. Ini pendapat aku pribadi ya, secara aku introvert banget anaknya.

Tapiii... ternyata menulis lalu dibaca banyak orang juga menyenangkan loh. Pernah ada seorang teman yang bercerita bahwa ternyata sahabatnya adalah pembaca setia blogku. Padahal sahabatnya ini aku gak kenal. Eh, masak iya?! *bangga* Baru ngeh kalau bisa saja pembaca blogku bukan orang-orang terdekat yang benar-benar mengenalku. Jadi semakin termotivasi untuk menulis sesuatu yang bisa memberikan manfaat buat yang membaca.

Apalagi setelah ada yang memberi komentar dan bilang, “You touch me with your writing” wahhh *melting* *tersipu* Dan aku baru tahu begini toh maksudnya saat seorang musisi bilang “aku ingin musikku menyentuh orang lain.” Aku juga ingin agar tulisanku bisa selalu menyentuh orang lain. Wow, that feeeling was so great, and it’s toxicating. I want more and more, and that’s why I keep on writing.                  


Kenapa di blog, bukan media lain?                       

Sekarang sudah banyak sekali media selain tulisan, seperti vlog misalnya. Aku pribadi sih gak terlalu tertarik mengolah video dan musik, ribet! Memang sih kadang menuangkan pikiran dalam tulisan itu lebih sulit daripada dikatakan. Tapi aku menemukan kenyamanan saat menulis. Membacanya pun berasa lebih intim karena one on one antara penulis dan pembaca.

Aku juga tidak khawatir soal blog yang akan ditelan jaman. Aku rasa setiap media punya penontonnya masing-masing. Buktinya meski banyak surat kabar dan majalah yang berhenti terbit, manusia modern tetap membaca dengan di layar PC atau ponselnya, tul gak? ๐Ÿ˜Ž


Apa saja yang diceritakan di blog?

Karena aku suka jalan-jalan, cita-citaku menjadikan blog ini sebagai blog travel. Menceritakan perjalanan-perjalananku keliling Indonesia, dan Insya Allah keliling dunia. Semoga diberikan rejeki waktu dan sehat sehingga bisa jalan-jalan terus sampai tua, amin. 



Manfaat nge-blog

Manfaat yang paling kurasakan adalah bisa menyimpan cerita perjalananku dan foto-foto buat kenangan. Selain itu dengan menceritakan pengalamanku ke suatu tempat bisa memberikan informasi juga ke teman-teman pembaca. Senang lho kalau dapat komentar dari pembaca bahwa informasi yang aku bagi bermanfaat.


Nah itu adalah alasan-alasanku kenapa menulis blog. Kalau alasan kamu apa? ๐Ÿ˜Š 

Comments

  1. Keep writing, sistaa. Looking forward for ur next story.. �� kira2 masa nostalgia highschool ..ttg ku..km tulis gak ya..klo ya..remains anonimus aja ya..heheh..gu er bgt. Anyway ..smtimes..pngn jng nulis ..tapi nonfiksi..inspirasinya anehnya ..selalu muncul cerita beda2 ..dari mimpi2..tersadar pas bangun..cuma trlalu malas u nulis. But u..inspire me..to change...hmm..i think

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mamanya Amee kan hahaha... ayok dong dimulai dari ikutan challenge ini Ty. Seru loh, jadi semangat karena banyak temennya. Apalagi sudah dikasih tema, mikirin konten jadi berkurang hihihi

      Delete

Post a Comment

what do you think? :)

Popular posts from this blog

Parasite (2019), Film Terbaik Pemenang Oscar 2020

Pengalaman Pertama Jadi Komuter di Ibukota. Siapa Takut?!

Tentu Saja Aku Bisa Melakukan Semuanya, Tapi Apakah Aku Mau?