Day 67 - Update on New Habits

Halo-halo kawans...

Buat kawan-kawan yang sudah membaca postingan aku sebelumnya yang membahas tentang membangun kebiasaan baru, postingan kali ini aku mau flexing soal update dari kebiasaan baruku itu.

Jadi di postingan sebelumnya, aku memilih 4 kebiasaan baru untuk kukerjakan setiap harinya, yaitu olahraga, meditasi, membaca buku, dan belajar menulis. 

Hari ini adalah hari ke 67 aku mengerjakan kebiasaan baru ini.

IYA, BENERAN. 

Aku benar-benar melakukannya setiap hari selama 67 hari lho.

Aku juga bangga banget sama diriku sendiri 😎

Selama ini aku sering membaca dan mendengar soal konsistensi. Aku tahu dan paham betapa bagusnya melakukan suatu hal secara konsisten. Tapi sejujurnya, aku belum pernah melakukan suatu hal terus menerus setiap hari selama 67 hari berturut-turut πŸ˜† Bahkan kali ini aku melakukan empat hal sekaligus dalam 67 hari berturut-turut. 

Bangga dong ya! 😍

Oke, aku akan mengulas update satu per satu dari kebiasaan baruku ini. 


Dok: koleksi pribadi


1. Membaca buku 2 halaman 

Kenapa hari ke 67 yang aku rayakan?

Kuputuskan hari ke 67 ini menjadi milestone ku yang pertama, karena buku yang kubaca selesai di hari ke 67. Selesainya buku ini adalah sebuah hasil yang nyata dari konsistensi yang kukerjakan. 

SATU BUKU SELESAI KUBACA KARENA AKU KONSISTEN MENGERJAKANNYA.  

Terima kasih diriku yang sudah konsisten. πŸ’“ 

Buku yang kupilih untuk kubaca di proyek kebiasaan baru ini adalah salah satu buku self help terngehits: The Subtle Art of Not Giving a F*ck

Iyaaa, aku tahu. Aku mungkin telat banget ya baru selesai membacanya πŸ˜† Itu semua karena di masa lalu aku suka menunda-nunda. Sejujurnya, banyak sekali buku-buku baru - yang bahkan masih bersampul - yang belum kubaca. Ngakunya suka membaca, nyatanya sukanya membeli buku doang πŸ˜–

Jadi kebiasaan baru yang ingin kubangun adalah membaca buku sebanyak 2 halaman setiap hari.

Praktiknya?

Well, sebenarnya nggak selalu 2 halaman sih. Aku biasanya membaca satu subbab. Yaa, antara 2-3 halaman lah. Kalau pas menarik sekali topiknya, dan nggak sabar nunggu besok, aku bisa baca 2 subbab sekaligus. 

Ada juga masa-masa ketika aku nggak terlalu ngerti dengan apa yang dibahas (karena bukunya dalam bahasa Inggris), biasanya akan kuulangi lagi keesokan harinya. 

TAPI INTINYA ADALAH, dalam 67 hari aku menyelesaikan sebuah buku. Tanpa merasa terpaksa atau ada target, tanpa merasa malas-malasan, dan murni karena pengen baca buku aja. Dan 2 halaman per hari itu sama sekali nggak berat 😍    

Jadi sekali lagi, selamat ya diriku atas pencapaian ini! 


2. Olahraga

Olahraga yang kupilih untuk menjadi kebiasaan baruku adalah squat dan latihan bisep trisep. Pertimbangannya karena bisa dilakukan di mana saja, tidak membutuhkan waktu yang lama, tidak perlu tambahan alat, dan sesuai dengan kebutuhanku, yaitu untuk melatih otot jantung dan memperkecil lengan dan paha.

Serius, latihan yang kukerjakan ini tidak lama lho. Aku perkirakan sebenarnya tidak lebih dari 15 menit saja. 

Kenapa aku tidak yakin? 

Karena aku mengerjakannya sesempatnya di sela-sela pekerjaan. MIsalnya ketika aku harus ke toilet. Setelah urusan duniawi selesai, aku sempatkan untuk squat atau latihan bisep trisep 1 set saja. Kalau dalam sehari 5 kali ke toilet, berarti aku latihan 5 set dalam sehari πŸ˜‚ Mudah, bukan?

Awalnya semua berjalan lancar, aku bahkan sudah bisa melakukan total 100 squats dan gerakan bisep trisep dalam sehari,

Tapi, menginjak di hari ke 30an, aku mulai merasakan sakit di lutut kiriku. Awalnya hanya nyeri cenat cenut yang masih bisa ditahan, dan biasanya hanya muncul ketika sedang salat pada gerakan duduk di antara 2 sujud. Sampai pada akhirnya aku tidak bisa duduk di antara 2 sujud! Aku terpaksa salat sambil duduk, karena sakitnya sudah tidak tertahankan 😒 

Waduh, aku mulai panik. Apa yang terjadi? 

Setelah ngobrol dengan bestieku yang juga suka olahraga, sepertinya aku overdo dalam melakukan squat. Squat adalah gerakan full body weight, dimana kita mengangkat seluruh bobot tubuh dan hanya bertumpu pada lutut. Meski sudah dilakukan dengan cara yang benar, tapi jangan sampai overdo atau berlebihan. Mungkin juga karena aku masih overweight ya, jadi melakukan squat harus sangat hati-hati dan dengan bijak.   

Dan kenapa lutut kiri saja yang sakit? Karena kejadian ini juga, baru kusadari, sepertinya dalam keseharian aku punya kecenderungan untuk membebankan bobot tubuh ke sebelah kiri. Ketika hal ini juga kulakukan saat squat, nyerah dong ya si lutut. Pukpuk, maafkan aku lutut kirikuπŸ˜“  

Jadi kuputuskan untuk rehat dari squat selama 3 hari dan melihat keadaan. Sebagai penggantinya, aku menambah porsi latihan untuk punggung yang sekseh. Iya, aku suka banget lihat punggung cewek yang firm. HAWT!

Setelah 3 hari rehat, aku bisa melakukan duduk di antara 2 sujud lagi. Aku review lagi gerakan squatku selama ini, yang sebenarnya sudah benar. 

Tahunya dari mana? 

Jadi di internet banyak sekali squad test yang bisa kita lakukan untuk mengetahui apakah gerakan yang kita lakukan sudah benar. Kalau penasaran mau ngetes diri sendiri, boleh deh dibrowsing sendiri ya, hehehe.

Di hari ke 5 baru aku berani untuk memulai squat lagi. Bedanya kali ini aku melakukan squat hanya 3 set masing-masing 15 gerakan. Nggak perlu deh ambis sampai 100 squats dalam sehari, kalau ujungnya malah kesakitan. Kapok!

Oh iya, dan aku tidak setiap hari melakukan squat. Cukup 2 hari sekali. Dan satu hari di setiap minggu untuk libur dari olahraga.

Sampai di hari ke 67 ini aku masih melakukan 3 set, masing-masing 15 gerakan, setiap 2 hari sekali.

Selamat ya, diriku! πŸ˜ƒ

Adakah perubahan yang kurasakan setelah konsisten berolahraga selama 67 hari?  

Secara fisik, yang paling terlihat adalah timbanganku berkurang 2 kg. Tapi ini belum terbukti secara ilmiah sih, karena aku memang mengurangi makan malam.  

Secara mental, yang kurasakan moodku jauh lebih baik. Teorinya memang olahraga dapat meningkatkan hormon endorfin, dopamin, dan serotonin, yang semuanya hormon kebahagiaan kan. 

Di luar apa yang kurasakan sekarang, yang paling penting adalah, olaharaga ini merupakan caraku berinvestasi pada kesehatan di masa yang akan datang. Aku rasa hal ini juga membuatku merasa jauh lebih baik, karena aku sudah melakukan sesuatu untuk masa tuaku kelak. That makes me feel even better


3. Meditasi

Aku memulai meditasi di waktu 30 detik. Setiap harinya kutambah 5 detik. 

Seharusnya aku sudah mencapai 5 menit sekarang. Tapi aku merasa setelah di 4 menit 30 detik, aku mulai tidak konsentrasi. Aku sering bertanya-tanya, kapan alarmnya bunyi menandakan meditasi telah selesai. 

Akhirnya kuputuskan untuk kembali mundur ke 4,5 menit, dan berlatih konsentrasi di situ.  

Saat ini, di hari ke 67 aku masih bertahan di waktu 4 menit 30 detik.

Yang banyak kubaca di literatur, idealnya meditasi adalah 8 hingga 15 menit. Masih jauh banget sih πŸ˜‚

Tapi aku juga tidak ingin terburu-buru. Aku ingin betul-betul belajar untuk bisa konsentrasi duduk diam dalam hening, berusaha tidak memikirkan apa-apa, hanya berfokus pada pernafasan. Mindfulness.

Adakah perubahan yang kurasakan setelah konsisten bermeditasi selama 67 hari?

Aku rasa aku masih belum bisa meniadakan pikiran-pikiran yang selalu muncul ya. Tapi aku sangat menikmati saat-saat bernafas dengan sesadar-sadarnya. Selama 4,5 menit itu rasanya aku bisa menghirup udara sebanyak-banyaknya, dan melepaskannya berbarengen dengan segala keruwetan di kepalaku. Untuk sejenak aku merasa bisa melupakan masalah-masalah duniawi. Sungguh 4,5 menit yang berharga dalam sehari πŸ’“


4. Menulis 100 kata setiap hari

Awalnya aku hanya memutuskan untuk membangun kebiasaan untuk belajar hal baru. Aku memilih untuk belajar tentang menulis setiap hari. Belajar ini bisa lewat apapun. Tadinya aku mendengarkan podcast, youtube, atau hanya sekedar membaca blog teman-teman saja. 

Tapi semakin ke sini aku merasa, kalau mau belajar menulis, ya menulislah. 

Itu blog sampe lumutan nggak pernah ditulisin buat apa? Cuma bayar domain aja tiap tahun. #ngomelsamadirisendiri πŸ˜‚

Di buku yang kubaca juga ada kisah tentang penulis yang melahirkan novel-novel yang keren. Ketika ditanya apa rahasianya bisa menulis konsisten, jawabannya adalah menulis setiap hari sebanyak 100 kata. Mulai saja. Tidak usah menunggu mood. Ketika kamu sudah memulai, nanti semuanya akan mengalir. 

Ketika kucoba praktikkan, eh bener lho. Mulai saja. Yang niatnya tadinya cuma 100 kata, eh ternyata dapat satu artikel untuk blog. Malah dapat lagi ide buat artikel berikutnya. Eh ada lagi ide baru, bisa nih buat tabungan artikel berikutnya lagi. Begitu seterusnya. 

Ternyata hidup itu memang sesimpel itu. Mulai saja. Nggak usah kebanyakan dipikir

Sejauh ini, memang belum ideal sih. Kadang aku hanya menulis 100 kata di notes saja. Belum sempat kujadikan artikel di blog. TAPIII aku rasa ini adalah sebuah kemajuan. Sebelumnya aku malas sekali menulis. Ada kali setahun aku nggak menulis blog sama sekali. Nunggu mood, konon katanya πŸ˜†  

Kini, minimal aku bisa menyalurkan ide-ide yang sebenarnya banyak di kepala, tidak menguap begitu saja dan kemudian kulupakan. Dan karena dilakukan setiap hari, artinya aku berlatih setiap hari untuk menuliskan ide-ide itu. Jadi betul kan, aku sedang belajar menulis saat ini.  


5. Belajar bahasa Perancis

Sebenarnya belajar bahasa Perancis ini adalah obsesi lamaku. Sekitar 10 tahun yang lalu aku pernah niat banget sampai ikut kursus bahasa Perancis lho. Tapi karena kesibukan kerja, akhirnya aku mutung di semester ke 3. 

Kenapa bahasa Perancis? Karena aku suka sekali mendengarnya di lagu dan di film. Dan barangkali, suatu saat nanti aku bisa menulis sebuah karya dalam bahasa Perancis? Who knows? πŸ˜€

Nah ketika aku mendeklarasikan untuk membangun kebiasaan belajar hal baru, selain menulis, aku juga tambahkan belajar bahasa Perancis. Obsesi lamaku kembali menggelitik. Kalau bukan sekarang kapan lagi?

Oiya, aku belajar bahasa Perancis menggunakan aplikasi Duolingo. Cuma 3 menit saja sehari, tapi karena dilakukan setiap hari, belajar bahasa baru sebenarnya tidak sulit kok 😎



Jadi kawans, itulah update dari 5 kebiasaan baruku. 

Aku merasa sangat happy mengerjakan kelima hal ini. Tidak merasa terpaksa, tidak merasa ditarget, dan karena mudah dikerjakan, tidak pernah sekalipun aku melewatkannya, kecuali hari libur untuk olahraga ya.

Terima kasih diriku yang sudah konsisten selama 67 hari ini. Semangat ya, masa depan sudah menunggu! πŸ’“ 

Teruntuk sahabatku, G, yang menginspirasiku untuk proyek kebiasaan baru ini. Remember, don't forget to smile, and see you at the finish line πŸ˜‰ 

Buat yang sudah membaca sampai akhir, terima kasih ya! Kalau ada masukan atau tips buat aku, boleh banget komen di kolom. Ditunggu yaaa πŸ˜‡ 



Baca juga: Becoming a Minimalist


  

Comments

  1. Ih mbk keren sekali bisa ngelakuin lima hal sekaligus ,emang kudu niat dan praktek langsung yaa..jangan tunda"lagi...nah kadang niat aja tanpa di barengi usaha ya ama juga boonk...

    nah sy tuh pernah jalan kaki sampe bbrp jam dlm sehari..akhirnya lutut kanan bengkak dan nyeri..mau solat dan jongkokpun nyeri minta ampun..kelwt semangat tanpa ukur diri😩....

    sekarang saya belajar konsisten nulis di blog..seenggaknya seminggu dua sampai tiga kali aja...moga"berkelanjutan hehhee

    ReplyDelete
    Replies
    1. waduh, sama kita ya, kalau lagi on fire malah berlebihan semangatnya huhuhu... mungkin juga karna sudah semakin dewasa ya (menolak tua hihi), jadi memang harus hati-hati juga kalau berolahraga hehehe

      terima kasih buat semangatnya mbaa,,, iya kayaknya memang kudu menemukan motivasi yang pas buat diri sendiri, jadi biar gak males dan banyak alasan kan hihi. Aku juga berharap bisa konsisten terus nggak cuma sampai di hari ke 67 aja :D

      Wah,, ayo semangat menulis di blog buat kita ya. Emang bener-bener pe er banget ini buat aku. Semoga kita sama2 bisa berkelanjutan :D

      Delete
  2. Pertama aku mau tepuk tangan dulu buat konsistensinya Mbaaa πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘. Lumayan lama loh 67 hari. Dan memang sesuatu yg dikerjakan tanpa paksaan, target juga ga bikin sakit kepala, malah lebih senang ngelakuinnya yaa πŸ‘

    Kalo ttg squat, tadinya aku LGS kepikir Krn salah posisi, tapi kalau memang udah benar, iya sih , bisa JD Krn over. Aku sendiri ngelakuin squat, pakai barbel 50x sehari, tapi aku sama kayak mba, di selingi setiap waktu. Pagi, siang, sore, malam. Pokoknya total hrs 50. LBH enak gitu, drpd dipaksa 50 tanpa jeda πŸ˜‚

    Aku JD pengen juga belajar BHS asing yg lain nih. Mahal ga mba belajar pake duolinggo?

    So far, yg aku skr sedang lakuin itu facial yoga, udah 3 mingguan ini. Aku sampe langganan aplikasi berbayarnya. Demi bisa dapat kulit kencang dan muda πŸ˜„πŸ€£

    Krn memang kalo rutin di lakuin facial yoga bisa banget bantu hilangin keriput dll 😁. Kalo berbayar biasanya aku JD lebih semangat, Krn ngerasa sayang duitnya 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Duolingo itu gratisan mbaa.. ya tentu ada premiumnya, tapi aku ikut yang gratisan je hahaha. Dan itu bagus banget lho menurut aku, mudah, dan singkat. Tapi klo dikerjain setiap hari, ya hapal juga sama kosa kata baru. Temanku belajar bahasa Arab di Duolingo, juga diajarin mulai dari belajar hurufnya, membaca dan menulisnya, baru setelah itu belajar kosa kata. Keren lah Duolingo itu, membantu banget!

      Iyaa kan, karena over. Setelah kukurangi, sampai hari ini, fine-fine aja tuh. Memang kadang2 nafsu diri ini harus dilawan ya hehehe, gak sadar sama kemampuannya :D

      Ih samaaa.. aku juga lagi rajin belajar praktik face yoga. Tapi belajar dr video2 aja sii,, kok ya lumayan mansur ya, kayaknya mata pandaku agak berkurang. Kalau udah keliatan hasilnya gini jadi makin semangat kan hihihi

      Delete
  3. Joss luar biasa, gak mudah, konsisten mudah diucapkan sulit dilakukan, Joss sih ya sampai #67. Semangat terus ya ..
    Selama hidup, hal yang konsisten dari saya ya, tetap begini² sj, itu sangat konsisten.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha Bang Cocoper sukses konsisten ngurusin banyak blog sih ya, kerennn. Aku ngurusin satu blog aja, banyak lupanya :D

      Sepertinya memang butuh satu motivasi yang kuat biar bisa konsisten ngerjain satu hal. Dalam hal ini sepertinya aku sudah menemukan motivasi yang cukup kuat, jadi sejauh ini bisa mengerjakan. Aminn, semoga seterusnya.

      Terima kasih sudah membaca, Bang!

      Delete
  4. Wah.. 5 kebiasaan baru bisa berjalan sesuai rencana hingga 67 hari ya.. Salut dah sama konsistensinya.. Saya saja niat berhenti "berasap" hanya tinggal niat saja...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah membaca :) Aku pun berharap bisa konsisten terus hihihi. Semoga niat berhenti "berasap" nya segera bisa diwujudkan ya Kak, asalkan sudah ketemu motivasinya biasanya lebih mudah sih :D

      Delete
  5. Wow, keprok3x buat kedisiplinan dan niat untuk berbenah diri :) Mengelola waktu memang tak mudah ya. Tapi kalau sudah berhasil pasti diri sendiri akan sangat bahagia dan kasih reward donk ya hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih lagi bangga banget sama diri sendiri. Ternyata bisa kalau bener diniatkan hihihi. Dan aku ada partnernya, jadi bisa saling mengungatkan. Kayaknya ini juga menjadi faktor utama juga sih 🀠

      Delete

Post a Comment

Halo, terima kasih sudah membaca. Tinggalkan komentar ya, biar aku bisa balas BW 😊

Popular posts from this blog

14+ First Love (2015), Kisah Cinta Pertama dari Sinema Rusia

Kecombrang, Pemilik Aroma Segar Dan Rasa Khas Dari Hutan Indonesia

[REVIEW BUKU] My Sister’s Keeper by Jodi Picoult