Posts

Showing posts from November, 2018

Day 7 : 5 Tempat makan favorit

Image
Kalau diminta menyebutkan cuma 5 tempat makan favorit, sedih akutu.Susah banget kan untuk memberi peringkat. Bahkan untuk menentukan mana yang berhak menjadi nomer satu... ah dilema.
Jadi aku putuskan, lima daftar berikut bukan dibuat berdasarkan rasa atau harga ya. Tapi aku buat sebagai wakil dari setiap jenis makanan yang kusukai. Oiya, lokasinya juga aku kasih linknya, semua ada di Surabaya dan Sidoarjo ya J
1.Bakso goyang lidah di persimpangan Jalan Darmo Kali dan Jalan Progo, Surabaya
Sebenarnya ini kategori bakwan sih, karena ada tahu dan gorengannya. Menurut aku bakso (bakwan) kadar enaknya meningkat tajam kalau menyediakan mi kuning. Nah warung ini salah satu yang memiliki fitur mi kuning, Kuahnya bersih tidak berlemak, dan tidak mengandung terlalu banyak micin (karena gak mungkin gak pakai kan?!). Tahu dari mana tidak banyak pakai micin? Karena setiap selesai makan disana, aku tidak merasa selalu kehausan. Selalu merasa haus setelah makan buatku berarti makanan yang kumakan seb…

Day 6 : Lima Fakta tentang Diriku

Sejauh ini, tema hari ini adalah yang tersulit. Kenapa? Karena ini tantangan untuk berani buka-bukaan tentang diri sendiri. Bagi kaum introvert, keterbukaan adalah sebuah kemewahan bagi kami. Iya gak? Tapi demi konten, tentu kali ini aku ingin mencoba ya.... jeng jeng jeng
1.Entah kenapa aku lebih bisa menikmati dark humour (apa ya Bahasa Indonesianya?) daripada jenis komedi lainnya. Aku pribadi juga (merasa) jago sarkasme. Buat orang-orang yang belum mengenalku dengan baik, mungkin bisa tersinggung. Tapi kadang, yang sudah kenal pun masih suka sakit hatinya (?). Sebenarnya tidak ada maksud menyakiti ya, hanya saja seringkali dengan humor kita bisa memberi nasihat atau masukan. Gimana caranya? Ya dengan dark humour tadi. Semoga saja yang membaca kisah kali ini bisa lebih mengerti ya๐Ÿ˜Š
Teman-teman yang juga punya bakat dark humour pasti menjadi teman favoritku. Rasanya kami di satu frekuensi gitu. Kami bisa bebas saling “mengolok” dan tidak akan ada yang bakal sakit hatinya. Nyaman sekal…

Fintech : Tak kenal maka tak sayang

Image
Woohoo... ketika dihubungi seorang teman untuk hadir di acara sosialisasi fintech, aku kegirangan setengah mati. Buat yang sudah kenal aku, pasti tahu banget aku terobsesi dengan segala bentuk perencanaan keuangan, termasuk di dalamnya investasi dan pinjaman.
Oke sebelum cerita lebih jauh, mungkin harus dipahami lebih dahulu tentang fintech. Buat yang belum tahu, fintech adalah kependekan dari financial technologi. Gampangnya sih transaksi finansial di dunia digital, yang tentu saja bersinggungan dengan teknologi. Transaksi finansial ini sangat luas ya, diantaranya adalah pembayaran, investasi dan pinjaman.
Pertanyaan pertama yang sering muncul adalah amankah bertransaksi finansial secara digital?
Sebenarnya fintech ini sudah ada sejak beberapa tahun belakangan ini. Hayo ngaku siapa yang suka belanja online? Atau naik ojol lalu membayar dengan uang digital? Atau sesimpel bertransaksi lewat m-banking? Semuanya itu adalah transaksi finansial lewat digital atau yang biasa disebut fintech,…

Day 5 : Tentang Sosial Media

Buat aku media sosial itu lebih banyak sisi baiknya daripada sisi buruknya. Yah tapi tentu saja seperti semua hal di dunia ini, selalu ada sisi baik dan sisi buruk atas segala sesuatu. Semua tergantung kita, bagaimana memanfaatkan media sosial seoptimal mungkin. Dulu, ya dulu banget, ketika jaman Facebook baru muncul, rasanya pasang status itu segalanya. Mungkin juga karena faktor usia masih labil dan butuh perhatian ya hahaha. Jumlah like itu maha penting. Sepenting bilang ke teman-teman untuk “like statusku donggg” :’)) Ah sungguh kumalu kalau ingat jaman-jaman itu. Penting gitu untuk mengabarkan ke semua orang kita lagi ngapain, dimana, dan sama siapa. Karena ke-eksis-an adalah hal yang absolut untuk dipunya. Aku ada karena teman-temanku menyukaiku dan aku diakui ada. Hayo ngaku, bener kan?! ๐Ÿ˜€ Jaman baru ikutan Instagram juga sama saja. Saat liburan pun lebih sibuk untuk berfoto-foto demi mendapatkan foto keren untuk diunggah. Liburannya sendiri terlewatkan begitu saja, karena berlib…

Day 4 : Kenapa Bergabung dengan Blogger Perempuan Network?

Pertama kali bersua dengan komunitas ini adalah ketika salah satu kawan instagramku berkisah tentang lomba nge-blog. Waktu itu aku baru saja memutuskan untuk kembali aktif nge-blog. Maklum ya, kadang kemalasan datang, namun tak kunjung pergi๐Ÿ˜„ Jadi momen menemukan lomba nge-blog jadi satu motivasi banget buat aku. Karena penasaran langsung aku kepoin. Aku cari tahu sebenarnya apa sih Blogger Perempuan Network itu. Buat yang belum tahu, komunitas ini mewadahi para perempuan yang punya dan hobi menulis di blog. Tempat “kumpul” nya di Facebook, Twitter, dan Instagram.  Dan ternyata banyak banget lho kegiatannya. Kegiatan menulis ya maksudnya. Karena komunitas ini sudah ternama (ehem), sehingga banyak bekerja sama dengan event menulis di tanah air. Sering juga bekerja sama dengan berbagai produk, yang nantinya bisa jadi penghasilan tambahan. Jadi tepat banget sesuai yang aku cari waktu itu. Hari itu juga kuputuskan untuk bergabung di Instagram, media sosial teraktifku. Selain menemukan "…

Day 3 : Kenapa #kartikatur

Karena nama ini mewakili kesukaan-kesukaanku. Aku suka menulis (bertutur) dan aku juga seorang yang sangat visual (karikatur). Untuk ringkasnya kugabung saja keduanya, bonus poin namaku juga tercantum disana ๐Ÿ˜€ Males mikir, mungkin. Kurang kreatif, bisa. Terserah deh netijen bilang apa. Tapi aku rasa kata ini bisa menggambarkan tema blog ini. Aku bisa menuliskan apa saja yang kusukai disini. Sebelumnya juga kugunakan di Instagram sebagai tagar penanda karya-karyaku. Kebanyakan tentu saja tulisan receh nan remeh. Mungkin pembaca budiman pernah membacanya? Berasa keren aja gitu punya tagar pribadi. Hehehe Nah, paragraf diatas adalah pencitraannya. Citra yang ingin kubangun di dunia maya. Sejujurnya? Boleh jujur gak nih? Boleh lah ya, kan bisa nulis apa saja di blog ini๐Ÿ˜Š Sejujurnya, karena menggunakan nama asli kurang greget. Secara ya, nama asliku sangat mainstream (for you who knows my real name). Namaku terdiri dari dua kata, sudah ada dimana-mana dan kedua kata tersebut pun sangat attach

Day 2 : Tema Blog yang Disukai

Baru hari kedua sudah dapat tema favorit!๐Ÿ˜ Aku suka sekali blogwalking. Ketika ide menulis tak kunjung datang, mengintip ke blog orang lain adalah hiburannya. Mencari ide, mendapat sudut pandang yang berbeda, dan bisa belajar banyak hal juga lho! Aku pribadi tidak punya tema khusus untuk blogku. Apa saja bisa kutulis di blog. Namanya juga blog sendiri. Suka-suka ai dong ๐Ÿ˜Ž Tapi demi challenge hari ini, aku coba peringkat ya, tema favorit aku sejauh ini. Tema terfavorit nomor satu adalah traveling. Secara aku juga suka jalan-jalan dan fotografi, tema ini sangat dekat dihatiku. Ketika menemukan blog traveling yang keren, pasti aku kepoin. Favoritku adalah Naked Traveler. Di blog ini Trinity bercerita kisah-kisah lucu di perjalanannya. Menarik karena berbeda dengan blog lainnya, yang biasanya berkisah tentang how to get there. Menurut aku sih sudut pandang Trinity beda dan sangat personal, karena setiap kisah perjalanan pasti berbeda-beda. Dan Trinity meramunya dengan ringan, enak dibaca, …

PROLOGUE

Image
Ini adalah blog keduaku. Blog pertama sudah eksis cukup lama, namun aku ingin membuat blog yang sedikit berbeda, yang membahas hal yang berbeda pula. Karena sudah tahu nama yang akan kugunakan, jadi buru-burulah aku buat blognya. Waktu itu masih belum tahu akan diisi tulisan yang bagaimana, yang penting punya dulu deh!

Nah kebetulan bulan ini ada challenge dari Blogger Perempuan Network, yaitu menulis selama 30 hari dengan tema yang sudah ditentukan, Asyik kan! Gak perlu banyak mikir tentang konten hahaha. Bisa jadi booster awal juga untuk memulai sesuatu yang baru, hehehe

Selamat membaca!

Cheers,


Day 1 : Kenapa Menulis Blog

Buat aku menulis itu sangat menyenangkan. Kalau diingat-ingat, menulis memang selalu jadi hobi aku sejak dulu. Waktu kecil, menulis itu ya di diary atau buku harian. Bener gak?! Buat anak-anak generasi 90-an pasti tahu dan punya diary ๐Ÿ˜Š
Ada saja yang bisa diceritakan di diary, mulai kelucuan-kelucuan di kelas, kisah berantem dengan teman sebangku, sirik-sirikan sama cewek kelas sebelah๐Ÿ˜‚, sampai cerita tentang gebetan di sekolah๐Ÿ’–. Hahaha. Apalagi dulu diary sifatnya sangat pribadi, jadi semua bisa ditulis di sana, dan gak ada yang boleh baca diary itu! Kalau sampai ada yang baca, waduh, pengen mati aja rasanya saking malunya.
Beranjak besar, internet mulai eksis, blog mulai ngetop. Hampir semua orang punya blog. Aku juga ikutan punya blog dong. Seru kan punya alamat blog pribadi, dan tulisan kita bisa dibaca banyak orang. Berasa seleb banget๐Ÿ˜Ž
Jadilah aku mulai aktif ngeblog. Seperti biasa, kebiasaan ini naik turun trennya. Kadang rajin, lebih sering malas๐Ÿ˜‹ Awalnya malu juga sih kala…