Kali pertama diundang ke Perayaan Hari Perempuan #IWD19


https://www.instagram.com/sellypadi/


Ini kali pertamaku mengikuti acara International Woman Day. Aku juga tidak terlalu tahu sih apakah di tahun-tahun sebelumnya juga ada acara, karena baru pada akhir 2018 aku memutuskan untuk bergabung ke komunitas blogger. Sebelumnya, aku sudah sering menulis di blog, tapi baru inilah aku memutuskan untuk melebarkan sayapku, ceile.

Pertama kali mengetahui perihal acara ini adalah dari akun facebook BuPres @henisetyorini. Ssst beliau ini adalah perempuan hebat yang berkecimpung di dunia coding. Apa itu coding? Cus aja deh langsung ke akunnya ya J

Oke, kembali ke ceritaku. Karena melihat judulnya yang keren, Internatinal Woman Day, aku langsung bersemangat segera mengisi google form, tanpa berpretensi apa-apa. Belakangan baru tahu kalau pesertanya dibatasi. Waduh. Kalau harus disandingkan dengan mbak-mbak blogger lainnya, aku masih di level pemula banget. Jadi gak berharap deh L

Nah, ketika dapat email dengan undangan, wawww betapa senangnya hatiku. Melihat susunan acaranya, pengisi acaranya, wah bakalan keren ini. Acaranya seharian penuh, bikin semakin penasaran kan. Oiya kita juga disuruh memilih kelas workshop gratis. (((gratis))) Seneng kan hahaha... Akhirnya aku memutuskan memilih kelas creative content. Aku merasa skill membuat konten dengan lebih menarik masih di bawah rata-rata.

Karena event jaman now, tata cara pendaftaran juga sangat milenial. Setelah melakukan pembayaran commitment fee sebesar Rp50.000,-  setiap peserta mendapatkan QR code sebagai tiket yang dikirimkan ke email pribadi. Oiya, commitment fee ini hanya sebagai “janji” bahwa kita akan sungguhan hadir di acara, mengingat banyaknya peminat. Jadi kalau cuma pingin-pingin trus malas datang, mendingan gak usah daftar aja sekalian. Begitu maksudnya.



30 Maret 2019

Hari H telah tiba J J

Event ini diadakan di Hotel Ciputra World Surabaya. Karena undangannya berbunyi dimulai jam 8 pagi, aku berangkat dari rumah jam 7 pagi. Maklum ya dari luar kota J

Hotel Ciputra World ini terletak di dalam satu kompleks dengan Mall Ciputra World. Karena sebelumnya belum pernah ke hotel ini, dari rumah aku sudah berencana untuk parkir di tempat parkir mall saja, karena sudah familiar.

Aku sampai di lokasi jam 7.45. Sialnya, karena masih pagi banget, tentu saja parkir mall belum buka. Duh langsung panik deh. Kulihat banyak orang yang datang dengan ojol. Enak juga ya, gak mikirin parkir. Kuduga mereka juga peserta seperti aku sih, karena banyak banget yang datang naik ojol, sepagi ini.

Kutenangkan diriku, agar bisa dapat solusi. Yah, tentu saja aku harus mencari tempat parkir hotelnya, hahaha. Setelah memutar beberapa kali, akhirnya dapat juga. Lega deh, sambil berharap tidak telat.

Dan ternyata betulan tidak telat. Setelah beberapa kali menghadiri event blogger, ternyata jam mulai yang tertera itu adalah jam dibukanya registrasi, bukan jam dimulainya acara. Sama halnya dengan event ini. Disebutkan bahwa registrasi dimulai jam 8-9, kenyataannya acara dimulai jam 9.30😑
Sambil menunggu, foto-foto dulu dongg. disediakan booth foto dari sponsor. Jadi disediakan tempat, aksesoris buat foto, fotografernya juga. asyik kann.. Setelah foto kita bisa ikutan lomba di Instagram dengan memposting dengan tagar yang sudah ditentukan. Karena acara sudah mulai, sayang banget dilewatkan kalau sibuk posting foto, jadi kulewatkan deh lomba fotonya. kusimpan buat konten di blog saja, hehehe


Dengan tema “Digital Passive Income”, kali ini IWD ingin membuka cakrawala para perempuan Surabaya, bahwa kita bisa memaksimalkan aset digital kita dengan mendapatkan passive income.

Aset digital itu apa sih? Secara umum, dilansir dari Techopedia.com, aset digital adalah segala macam tulisan maupun media yang diformat menjadi sumber binary, termasuk hak untuk menggunakannya. Sebagai blogger, aset digitalku adalah blogku ini, kemudian semua akun sosial mediaku.

Nah, biasanya kita fokus di active income kan ya? Seperti berbisnis online, menulis artikel, atau membuat video kan. Seharusnya aset ini masih bisa dioptimalkan dengan memanfaatkan berbagai fitur yang sudah ada, seperti afiliasi iklan. Ini cocok banget nih buat blogger pemula macam aku hehehe 

                                             


Untuk para pebisnis online, selain bekerjasama lewat afiliasi iklan, kita juga bisa memaksimalkan website, atau minimal laman blog, untuk menjadi “etalase”. Di Instagram, Facebook, WAG, dan Youtube hanya menjadi pendukung dalam berpromosi. Untuk melihat katalog dan penjelasan produk bisa diarahkan ke website atau blog, sehingga waktu kita tidak habis hanya untuk mengirimkan satu demi satu customer.

Di topik inilah Mba @henisetyorini bercerita  menjelaskan pentingnya belajar coding, minimal untuk membuat website sederhana bisnis kita. Bukan hal mudah memang, tapi tidak mustahil. Dan programnya si Bu Pres ini khusus ibu rumah tangga lho. Untuk mengisi waktu atau sambil momong anak. Keren kan! 😍
Beliau juga bercerita tentang sepak terjangnya mengawali coding mum. Karena merasa butuh kegiatan di rumah, lalu memutuskan untuk mulai berbisnis kerudung online. pelan-pelan lalu belajar otodidak seluk beluk dunia pemrograman. salut deh dengerin ceritanya. Kalau ibu-ibu saja bisa, harusnya kita yang muda-muda lebih bisa kan ya. Keren pokoknya! Gak nyesel kepoin IG dan FBnya, meski belum pede mau bergabung hehehe



Setelah istirahat makan siang, kegiatan dilanjutkan ke kelas workshop. Ekspektasiku cukup tinggi sih di kelas ini. Agak kecewa karena ternyata temanya video, dan levelnya lenjutan. Aku kan berharap levelnya basic, hahaha. Jadi ya cukup melongo juga mendengarkan mbak-mas nya konsultasi sama trainer (ternyata ada juga mas-mas, meskipun ini perayaan hari perempuan😋)


Overall, seneng dan gak nyesel sama sekali, dapat kesempatan ikut serta dalam acara ini. Banyak dapat teman baru, ilmu baru, makanannya juga enak semua (standar hotel dong). Aku berharap, ada lagi acara semacam ini yang bisa menambah jejaring kami, para blogger, dan menambah ilmu.

Sekali lagi, Selamat Hari Perempuan!

Comments

Popular Posts