Menginap di Homestay Bukit Dagi Borobudur, Buat Kamu yang Merindukan Suasana Beda

Malam pertama di Road Trip Jawa Bali selama 12 hari, akan kami habiskan dengan menginap di Magelang. Berangkat dari Tangerang, kami langsung masuk ke tol Transjawa menuju Magelang. Kenapa Magelang? Karena kita mau main ke Candi Borobudur dong!

Terjebak macet di tol layang Jakarta-Cikampek, kami baru sampai di Magelang pukul 11 malam. Huft.  Sebelumnya kami sudah info ke pihak penginapan akan datang terlambat. Dibalas dengan ramah, “Telpon saja Mbak, ketika sampai nanti”. Makasih dan maaf ya Pak, terharu.

Sempat muter-muter tersasar karena antara sudah lelah dan penginapan letaknya di desa, jadi alamatnya agak membingungkan. Sampai akhirnya ketemu juga, legaaa bangett. Pengen segera mandi dan rebahan manis di kasur.

Penginapan kami ternyata di rumah warga. Kami ditempatkan di rumah utama. Kamarnya bersih, kamar mandinya juga luas dan bersih. Sebelumnya si Bapak host sempat berujar, “ Mohon maaf Mbak, tempatnya sederhana. Semoga nyaman ya istirahatnya.” Ramah banget, seneng deh!


Baca juga: Jalan Tol VS Jalan Biasa, Mana yang Jadi Favorit?

 

Penginapan kami ternyata persis di sebelah kompleks candi Borobudur. Rumahnya nyaman sekali. Dengan mempertahankan nuansa rumah desanya, berasa nyaman banget. Lantainya masih tegel yang jadul. Dingin banget kalau kita menapak tanpa alas sepatu. Tempat tidurnya masih pakai kasur kapuk, tapi spreinya bersih dan wangi. Penerangan di kamar cuma lampu teplok minyak. Untuk pendingin ruangan tidak ada, hanya kipas angin di setiap kamar. Tapi udaranya emang sudah dingin banget, kipas anginnya juga gak kita pakai.


kamar di Homestay Bukit Dagi Borobudur, dari booking.com


Karena di rumah utama, ada beberapa kamar dan 1 kamar mandi. Ada ruang tamu dan ruang makan. Kebetulan malam itu tidak ada tamu lain selain kami, jadi berasa rumah sendiri hehehe. Untuk sarapan bisa pesan juga di Bapak Host, yaitu nasi goreng dan mie goreng. 





Karena puas banget dengan penginapan ini, aku ingin berbagi cerita pengalamanku di Homestay Bukit Dagi Borobudur. Andai saja punya lebih banyak waktu di sini, menginap di homestay ini untuk beberapa hari pasti akan menyenangkan untuk berganti suasana. Ke Candi Borobudur bisa dicapai hanya dengan jalan kaki 10 menit. Bisa sepuasnya mengitari kompleks candi Borobudur seharian tanpa harus terburu waktu. Kapan-kapan deh, setelah corona berakhir akan kuulangi lagi petualangan ke Magelang ini.

Setelah sarapan, kami bergegas ngepak dan melanjutkan perjalanan. Hari ini agendanya ke Borobudur lalu ke Merapi Lava Tour. Ayo, bersemangat bertualangnya!

Comments

  1. Waaahhh jadi mupeengg.
    Di homestay ini, tarif semalam berapa?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk harga terbaru bisa dilihat di traveloka kak. Waktu itu desember 2019 masih di sekitar 120rb/malam

      Delete

Post a Comment

Halo, terima kasih sudah membaca. Tinggalkan komentar ya, biar aku bisa balas BW 😊

Popular posts from this blog

Pengalaman Pertama Jadi Komuter di Ibukota. Siapa Takut?!

Tentu Saja Aku Bisa Melakukan Semuanya, Tapi Apakah Aku Mau?

Kecombrang, Pemilik Aroma Segar Dan Rasa Khas Dari Hutan Indonesia