Pantai Banyu Tibo di Pacitan, Unik dengan Air Terjun di Pinggir Pantai

Alhamdulillah...

Akhirnya salah satu sahabatku di kantor lama menikah. Di WAG kantor lama (yes, aku belum dikeluarkan dari grup, mungkin sungkan mengeluarkan wkwkwk) sudah ramai janjian ketemu di sana. Geng kecil kami (WAG almamater yang isinya cewek-cewek bertiga) juga langsung janjian barengan ke sana. Karena resepsi jatuh pada hari Minggu, di Klaten, tentu saja kami langsung mengatur itinerary, sekalian liburan dong, yey!
Kami mengajak juga teman-teman cowok biar jadi supir dan pengawal hehehe. Ya gak lah, kami para singelillah harus kompak kan kalau datang ke undangan pernikahan teman. Datang barengan biar gak mati gaya! Ya tentu saja karena sama-sama sedang single, waktu dan tempat dimudahkan, bisa jalan-jalan dulu gak terburu-buru, lliburan ala backpacker juga bisa, asik lah pokoknya. 
Jadi kami berenam sepakat membawa mobil, berangkat Sabtu pagi dari Sidoarjo, jalan-jalan ke Pantai Banyu Tibo di Pacitan, ke Solo untuk menginap semalam, Minggu pagi menghadiri resepsi di Klaten, dan akhirnya pulang ke Sidoarjo di Minggu malam. 
Mari kita mulai petualangannya!

Sumber: jogjatourwisata.id


Perjalanan ke Pacitan

Sabtu jam 9 pagi, akhirnya kami berenam sukses berkumpul di dalam mobil setelah proses jemput menjemput yang rada riweuh. Untungnya kami sudah saling mewanti untuk sarapan di rumah masing-masing biar tidak menghabiskan waktu di jalan. 
Menurut google maps, perjalanan akan memakan waktu kurang lebih 5,5 jam dengan jarak tempuh 348 km. Wuih lumayan jauh ya hehehe. Tapi berbekal tekad yang kuat dan kangen main pantai, kami yakin bisa sampai sana tepat waktu, tidak kesorean. Bismillah.
Para cowok langsung bagi-bagi tugas nyetir. Para cewek tentu saja seksi konsumsi ya. Kita sibuk deh minta mampir ke minimart buat beli cemilan buat di jalan. Jangan lupa gaes!
Sepanjang perjalanan kami sibuk bertukar cerita. Sebagian kami sudah jadi almamater, sebagian masih disana. Ghibah-ghibah dikit lah hehehe. 
Di exit tol Kertosono kami memutuskan keluar dari tol. Bosan juga lihat pemandangan tol yang gitu-gitu saja. Sampai di Madiun menjelang siang, kami sudah mulai kelaparan. Secara acak kami pilih saja makan siang di jalur yang kami lewati. Akhirnya pilihan jatuh ke nasi goreng kambing. Wihihi kelas berat ya, maklum sedang liburan. Berhubung lapar, jadi lupa deh fotoinnya. Ini foto buat pengingat masa-masa indah itu, slurp!

Sumber: intermediapos.com

Setelah ishoma, kami melanjutkan perjalanan. Karena sempat tersesat -kok bisa jaman gini tersesat ya, panjang ceritanya, gak penting juga untuk diceritakan πŸ˜‹- kami agak ketinggalan dari jadwal. Jadinya temanku agak ngebut karena khawatir kemalaman. Kuakui temanku jago banget nyetirnya. Jalannya bagus tapi berliku dan penuh dengan tikungan tajam.


Akhirnya sampai di Pantai Banyu Tibo

Terletak jauh dari jalan utama, mengharuskan kami melewati pemukiman penduduk dan hutan-hutan untuk masuk ke kawasan Pantai Banyu Tibo. Jalannya pun masih ala kadarnya. Konon kabarnya, kawasan wisata ini dikelola oleh pribadi, makanya belum komersil dan apa adanya. 

Saking ala kadarnya, untuk masuk kami harus menunggu mobil yang akan keluar, bergantian ceritanya. Jadi di pos penjagaan ada warga desa yang akan mengatur lalu lintas masuk dan keluar kendaraan pengunjung. Sebelum masuk kami harus membayar iuran masuk Rp5.000/orang. Akhirnya kami sampai di Pantai Banyu Tibo persis jam 16.30. Kesorean banget sebenarnya. Jalanan sudah sepi, tempat parkir sudah sepi. Pantai, kami datang!!



Karcis masuk ke Pantai Banyu Tibo. Sumber: Dok.pribadi

Setelah memarkir mobil, kami harus jalan sedikit menuju pantai. Dan... demi melihat cantiknya pantai ini, rasanya semua lelah dan mual di perjalanan TERBAYARKAN. Simak video yang kuambil ketika datang ke Pantai Banyu Tibo, dan saksikan kecantikannya πŸ’“



Pantai ini bernama Banyu Tibo yang artinya air jatuh. Lihat saja fitur air terjun di sebelah kanan, yang jatuhnya ke pinggir pantai, cantik sekali ya? Air terjun ini airnya tawar lho, yang datang dari sisi gunung. Untuk membuktikan, aku sempat menyicipi airnya, betul rasanya tawar. 
Pagi hingga sore hari, pengunjung diperbolehkan untuk mandi dan bermain air di bibir pantai. Caranya harus turun ke bawah tebing. Jangan khawatir, disediakan tangga dari kayu oleh pengelola, yang sewaktu-waktu bisa ditarik ke atas tangganya. Loh kok jadi horor hehehe. Maksudnya ketika air pasang naik, pengelola akan melepas tangga dan ditarik ke atas, agar tidak ada pengunjung yang nekat turun.
Kami beruntung karena datang kesorean sehingga tidak terlalu ramai pengunjung. Bisa lebih leluasa foto-foto tanpa harus menunggu sepi. Kekurangannya ya, pencahayaan kurang prima, karena menjelang sunset. Beberapa foto terlalu gelap jadi terpaksa aku pakai foto di google, huhuhu.
Berpose di Banyu Tibo.  Sumber: Dok.pribadi

Oiya, karena waktu itu sudah terlalu sore, air sudah naik pasang, sehingga dilarang bermain di bibir pantai. Ini pantai selatan lho, jadi lebih baik nurut deh sama penjaga pantai ya! Kita wefie saja yaa

Complete squad. Sumber: Dok.pribadi


Sunset di Pantai Banyu Tibo
Keutamaan lain di pantai ini adalah menikmati sunset. cantiknya luar biasa! 
Jangan lupa foro bersama sunset. Sumber: Dok.pribadi

Karena sudah sepi, aku pun puas duduk diam sambil menikmati waktu. Tenggelamnya matahari dan melihat ombak di pantai yang tak hentinya bergulung-gulung. Rasanya tenang dan menenangkan. Kegiatan favoritku ketika di pantai!
Ketika akhirnya matahari tenggelam dan langit sudah gelap, kami harus meninggalkan pantai. Kami sempat minum es degan dan makan pisang goreng di warung dekat parkiran sambil istirahat sejenak. Setelahnya kami harus bergegas ke Solo untuk istirahat, agar besok pagi tampil prima di resepsi pernikahan. 

Cerita lanjutannya di Bakmi Jowo Bu Citro, Kuliner Malam Legendaris di Kota Solo

Comments

  1. Nenekku orang Pacitan, dan aku belum pernah main ke pantai BanyuTibo ini.
    Yg udah pernah ke KLAYAR sih, dan magissss bgt emang sih, pantainya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pantai Klayar sepertinya memang jadi brand imagenya Pacitan ya mbak. Aku malah belum kesana hehehe. Rasanya ingin ya menyusuri pantai selatan di Pulau Jawa, pasti keren banget!

      Delete
  2. harus pergi disini nih, mau kujadikan bucket list. Soalnya aku suka pantai daripada gunung hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yey, tos yaa sesama anak pantai kitaa :D

      Delete
    2. Wahhh pada tim pantai ini ya..
      Kalo aku sukanya dua-dua deh.. bingung milih antara gunung atau pantai . Keseruannya kayaknya beda . Bingung milihnya

      Delete
    3. Tos juga lah Mbak, kan sama2 suka jalan2 hehehe

      Delete
  3. Komplit banget ya kak Tika .Ada pantai, ada pula air terjun. Btw kak Tika, air terjun nya rasa asin atau rasa tawar?

    Hehehe, mengingat sebelahan sama laut.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sudah aku ceritakan di artikel sih mbak, kelewatan ya hehe? Rasanya tawar, aku sudah cobain juga buat membuktikan

      Delete
  4. Aku tiga kali ke Pacitan belum pernah ke pantai ini. Justru ke Klayar terus, padahal satu deretan ya. Harus dijadwalkan ke Pantai BAnyu tibo deh suatu hari nanti

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pantai Klayar memang jadi top of mind ya mbak, kalau mendengar kata Pacitan. Betul mbak, itu garis pantainya sama, kabarnya kecantikannya juga sama. Jadi ingin jalan lagi ke Pacitan menuntaskan pantai-pantai lainnya

      Delete
  5. Aduh Pacitan belum pernah kesana nih
    Harus masuk jadwal ya, khususnya ke pantai Banyu Tibo = Air jatuh 😁😁😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pacitan tempat kelahiran Pak SBY lho, yang terbaru bakal didirikan museum ya kalau gak salah?

      Ayuk mbak, sekalian main ke wisata Jawa Timur lainnya :)


      Delete
  6. Pemandangan kalau siang terlihat lebih bagus ya. Air terjun di pinggir pantainya tidak terlihat jelas. Masih unik memang kalau ada air terjun di pantai ini. Secara selama ini biasanya pantai itu landai ya. Ini ada tebingnya hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya betul Mbak, tebingnya ini yang bikin semakin cantik. Siang hari pasti cantik dan panas hehehe, tapi dijamin pencahayaan bagus buat foto-foto

      Delete
  7. Kalo lihat objek wisata yang bagus ini, aku selalu berharap para pengunjungnya aktif ikut menjaga kebersihannya (yang paling gampang: nggak buang sampah sembarangan). Semoga pantai Bayu Tibo ini tetep bersih ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waktu itu tampak oke-oke saja sih mbak, Tidak ada pemandangan yang mengganggu karena sampah. Iya semoga pengunjung juga semakin sadar untuk menjaga kebersihan

      Delete
  8. Bagus banget ya...
    Pacitan emang terkenal punya banyak pantai bagus..
    Tapi aku belum pernah kesana, hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau pantai Selatan rasa-rasanya selalu cantik dengan keunikan masing-masing ya. Tugas kita untuk menjaga kebersihan pantai agar tetap seimbang dengan alamnya

      Delete
  9. Wuih, cantik banget pemandangannya. Bikin aku kangen pantai jadinya. Udah lama gak mantai deh. Btw, aku baru denger deh Pantai Banyu Tibo ini. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini kayak hidden gem mbak, karena yang top of mind of Pacitan biasanya Pantai Klayar. Ayuuuk mantai lagiii :D

      Delete
  10. aaaa.. cakep banget. view yg ada ayunannya juga bagus. semoga ada rezeki dan kesempatan buat main pacitan.. amiinn

    ReplyDelete
    Replies
    1. aminnnn, ntar diceritakan di blog ya mbak, *yapastilahhh

      Delete
  11. Tggu aku explore jawa, moga bisa ke pacitan hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Bang, lasak main sampai ke Pacitan (Eh bener gak sih penggunaan kata lasaknya? :P)

      Delete
  12. Pantai Banyo Tibo, bungkus!

    Koleksi foto jejakpiknik.com itu keren haqiqi, kayak koleksi kalender

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa hahaha habisnya foto koleksi pribadi kok banyak yg gelap, ku mencari yang bagus aja deh, worth to post

      Delete
  13. Chantiquee mbaa.. semacam eksotis gitu ya view nya.. aku suka lihatnya.. namanya unik, banyu Tibo..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lebih bagus lagi kalau lihat langsung mbak,, cuantekkkk

      Delete
  14. Duuhhh pacitan. Salah satu Kabupaten yang wisata pantai cantiknya berderet ya Pacitan. Saya baru mentok sampai Trenggalek nih, padahal maju dikit lagi sampai pacitan. Cantik ya, ada air terjun di pinggir pantainya gitu. Eh kalo nggak salah, di Sibolga juga ada deh yang kayak begini. Cuma lebih ramah wisatawan kalo di Pacitan ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku belum tau tuh mbak klo di Sibolga.

      Yang aku tahu (pernah baca) di Malang juga ada.

      Wahh jadi pengen blusukan ke pantai lagii

      Delete
  15. unik ya, air terjun air tawar di tengah laut, sungguh Allah maha Besar

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak, cantik sekali, sebenarnya aku punya videonya ketika memasuki wilayah pantai dari parkiran. tapi karena menunda-nunda menulis ini, aku kehilangan video itu. Nanti kalau ketemu mau aku tambahkan disini :D

      Delete
  16. Indah banget pemandangannya. Kalau lagi stress memandangi pantai ini terasa adem. Jadi pengen juga ke sana jika diberikan kesempatan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama mbak, menurut aku memandangi pantai itu ngademin hati banget. Sayang tinggalnya jauh amat ya sama pantai. Mimpiku ingin pensiun di daerah pantai. Rasanya akan jadi rencana pensiun yang indah jika di masa tuaku berteman dengan udara pantai

      Delete
  17. Bagus bangeeet sunsetnya. Pantainya juga masih bersih keliatannya. Kalau loketnya buka bayar berapa ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itu mbak, saya lupa tanya. Kemarin kami hanya bayar parkir mobil saja Rp10ribu. Andai dikelola lebih serius mungkin bisa lebih menarik wisatawan, seperti akses jalan dipercantik, pasti bisa lebih mengundang wisatawan yang datang

      Delete

Post a Comment

what do you think? :)

Popular posts from this blog

Parasite (2019)

Pengalaman pertama jadi komuter di Ibukota. Siapa takut?!

Tentu saja aku bisa melakukan semuanya, tapi apakah aku mau?